2 Sebab Terkabulnya Doa

ALLAH SWT memerintahkan muslim untuk berdoa kepadanya.

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

“…Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu…” (QS Al Mu’minun; 60)

Doa merupakan salah satu sarana yang digunakan seorang muslim untuk memohon sesuatu seraya mendekatkan diri kepada Allah.

Namun, terkabulnya doa tentunya bergantung pula pada kehendak Allah. Dijelaskan dalam buku Tafsir Al-‘Usyr Al-Akhir dari Alquran Al-Karim, ada faktor yang memungkinkan terkabulnya doa, yakni faktor yang bersifat zhahir dan yang bersifat batin.

Sebab Zhahir

Yang Zhahir ini meliputi beragam hal. Berikut ini beberapa hal yang termasuk dalam sebab zhahir dikabulkannya doa:

  1. Didahului amalan-amalan shalih. Misal, sedekah, wudhu, shalat, menghadap ke kiblat, mengangkat kedua tangan, memuji Allah, dan berdoa menggunakan asma dan sifat Allah.
  2. Berdoa dengan mendoakan yang baik, bukan berdoa demi mencelakai seseorang.
  3. Ditambah dengan shalawat kepada Rasulullah SAW pada permulaan, pertengahan, dan akhir doa.
  4. Mengakui segala dosa yang telah diperbuat, bersyukur kepada Allah atas segala nikmat-Nya.
  5. Memanfaatkan waktu-waktu khusus yang memiliki keutamaan terkabulnya doa. Waktu-waktu khusus ini banyak sekali, di antaranya pada setiap hari dan malam, yaitu sepertiga malam terakhir ketika Allah turun ke langit dunia, antara azan dan iqamah, setelah wudhu, saat sujud, sebelum salam dalam shalat, setelah selesai shalat fardhu, dan ketika khatam Alquran.
  6. Tempat khusus yang memiliki keutamaan terkabulnya doa. Seperti di masjid, Ka’bah terutama di multazam, di atas Shafa dan Marwah, di Arafah, di Muzdhalifah, dan di Mina.

Sebab Batin

Sebab batin dikabulkannya doa meliputi beberapa hal yang sifatnya tidak kasat mata. Misalnya, mendahulukan taubat yang benar sebelum berdoa, mengembalikan hak-hak orang, memperbanyak ketaatan, menjauhi larangan Allah, dan menjaga diri dari perkara syubhat dan syahwat.

Berdoa juga dengan menghadirkan hati yang suci, harapan yang kuat, berserah diri kepada Allah, merendahkan diri di haribaan-Nya, terus meminta, menyerahkan segala urusan kepada-Nya, dan tidak berpaling sedikitpun kepada selain-Nya. [AL]

 

Referensi: Tafsir Al-‘Usyr Al-Akhir dari Alquran Al-Karim/Karya dan Penerbit: Tafseer.Info/Tahun: 2010

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.