Pemilu 2019, Yusril Sarankan Umat Islam Fokus Pileg Jangan Hanya Pilpres

Abadikini.com, JAKARTA – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra menyarankan kepada umat Islam dalam menghadapi Pemilu Serentak 2019 nanti jangan hanya fokus pada pemilihan presiden saja, tapi fakus juga pada pemilihan legislatif. Ia juga menyarankan agar umat isi sebanyak-banyaknya perwakilan dari kalangan Islam di DPR RI agar kedepan kebijakan-kebijakan negara bisa sejalan dengan asas-asas dari ajaran Islam.

“Ini bukan kampanye, saya mengingatkan saja bahwa jangan fokus hanya presiden saja, isi sebanyak-banyaknya dewan perwakilan rakyat dengan wakil-wakil dari kalangan Islam. Disitu nanti kita akan mengajukan RUU, mengajukan kebijakan-kebijakan, rancangan undang-undang yang kita harapkan akan sejalan dengan asas-asas dari ajaran islam,” kata Yusril dalam ceramahnya pada acara Tabligh Akbar di Lapangan Parkir TPU Kebon Nanas, Jakarta Timur, Minggu 30 September 2018.

Menurut Yusril, hal ini tidak bisa hanya diserahkan pada Presiden, karena sekarang ini kata pakar hukum tata negara ini, sistem ketatanegaraan kita sudah berubah. Dulu bunyinya, presiden membentuk undang-undang dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sekarang dibalik, Dewan Perwakilan Rakyat membentuk Undang-undang.

“Kekuasaan membentuk undang-undang ada di tangan Dewan Perwakilan Rakyat dengan persetujuan presiden, artinya DPR nya yang harus di perkuat bukan presidennya saja,” ujar Yusril.

Yusril menuturkan, kalau kita punya fraksi di DPR, kita bisa ajukan Undang-undang usulan inisiatif, tidak hanya itu kata Yusril, kita juga bisa ajukan Undang-undang KUHP yang didalamya itu kita bisa menerapkan syariat Islam demi kehidupan berbangsa dan bernegara di bidang hukum pidana, tanpa itu tidak mungkin.

“Karena itu saya menyarankan kepada kita semua, jangan dilupakan politik, politik itu syasyah yang bagiannya tak terpisahkan dari kehidupan negara. Tanpa kekuasaan kita di ombang-ambingkan oleh orang lain,” tuturnya.

oleh karena itu tegas Yusril, seyogyanyalah kita jangan berpecah belah, kita bersatu padu cari pemimpin yang betul-betul paham mengelola negara, paham apa yang harus di terapkan, paham apa yang harus di perjuangkan.

“Kita ini kadang-kadang berpikir kacau begitu, cara berpikir kacau, dipikir gampang di suru jadi bupati, jadi walikota, jadi gubernur apa lagi jadi presiden. Enggak gampang itu,” tegasnya.

Yusril menceritakan, ia pernah mengotaki tiga presiden mulai pak Harto, BJ Habibie sampai SBY. Ia juga, menyiapkan untuk sidang-sidang kabinet dan menyiapkan pidato-pidato 3 presiden itu.

“Tau saya enggak gampang jadi presiden. Orang yang betul-betul paham, punya kemampuan, punya keberanian dan punya kecerdasan. Jangan sembarangan. Oh asal begini-begini, waduh dekat sama rakyat, waduh pernah masuk dalam got. Waduuh, repot kita. Enggak bisa begitu, yang begini lagi, yang begitu lagi harus sunggung-sungguh dan serius,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.