Yusril: Perwakilan Umat Islam di DPR Kawal Kebijakan Negara Agar Sejalan Azas Islam

kamarberita.com, JAKARTA – Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengingatkan umat Islam untuk tidak fokus hanya kepada Pemilihan Presiden (Pilpres) saja, akan tetapi harus fokus juga pada Pemilihan Legislatif (Pileg).

Menurutnya umat Islam harus sebanyak-banyaknya menjadi Anggota DPR RI agar bisa mengawal kebijakan-kebijakan negara sejalan dengan azas Islam

“Ini bukan kampanye, saya mengingatkan saja bahwa jangan fokus hanya presiden saja, isi sebanyak-banyaknya dewan perwakilan rakyat dengan wakil-wakil dari kalangan Islam. Disitu nanti kita akan mengajukan RUU, mengajukan kebijakan-kebijakan, rancangan undang-undang yang kita harapkan akan sejalan dengan asas-asas dari ajaran islam,” kata Yusril dalam ceramahnya pada acara Tabligh Akbar di Lapangan Parkir TPU Kebon Nanas, Jakarta Timur, Minggu (30/9/2018), seperti diberitakan abadikini.com.

Yusril berpendapat hal ini tidak bisa hanya diserahkan pada Presiden, karena sekarang ini, jelas Yusril, sistem ketatanegaraan kita sudah berubah. Dulu, sambungnya, Presiden membentuk undang-undang dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sekarang dibalik, Dewan Perwakilan Rakyat membentuk Undang-undang.

“Kekuasaan membentuk undang-undang ada di tangan Dewan Perwakilan Rakyat dengan persetujuan presiden, artinya DPR nya yang harus diperkuat bukan presidennya saja,” tegas Yusril.

Yusril melanjutkan, jika memiliki fraksi di DPR, pihaknya bisa ajukan Undang-undang usulan inisiatif, tidak hanya itu, kata Yusril, pihaknya juga bisa ajukan Undang-undang KUHP yang di dalamya itu menerapkan syariat Islam demi kehidupan berbangsa dan bernegara di bidang hukum pidana.

“Karena itu saya menyarankan kepada kita semua, jangan dilupakan politik, politik itu siyasyah yang bagiannya tak terpisahkan dari kehidupan negara. Tanpa kekuasaan kita di ombang-ambingkan oleh orang lain,” ungkapnya.

Yusril menambahkakn, semestinya umat Islam jangan berpecah belah, harus bersatu padu cari pemimpin yang betul-betul paham mengelola negara, paham apa yang harus di terapkan, paham apa yang harus diperjuangkan.

“Kita ini kadang-kadang berpikir kacau begitu, cara berpikir kacau, dipikir gampang disuru jadi Bupati, jadi Walikota, jadi Gubernur apa lagi jadi Presiden. Enggak gampang itu,” ungkapnya. (al)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.