Antisipasi Krisis Pangan, Onecare Dirikan Sejumlah Dapur Umum

KIBLAT.NET, Palu — Korban gempa Palu yang minim bantuan menjadi salah satu perhatian lembaga kemanusiaan Onecare. Banyak dari mereka yang mengungsi di daerah lebih tinggi setelah rumah mereka di Desa Petobo rata dengan tanah. Seperti Irmawani Ilyas Panderitu dan sejumlah kerabatnya yang masih tersisa.

Ia kini tinggal di sebuah rumah orang tua di desa Loru, Kecamatan Biromaru Kabupaten Sigi. Di sekitar rumah yang ditempati, bertebaran tenda-tenda pengungsi lainnya. Dengan menahan isak tangis, ibu Irmawani menuturkan kalau 23 kerabatnya hilang digulung gelombang lumpur.

Irnawani bersama relawan Onecare

“Saya gak sanggup lagi cerita. Kalau teringat kejadian itu…” ucapnya yang berlanjut deraian air mata. Tangannya sesekali mengusap kedua matanya yang sembab memerah.

Ketika ditanya relawan Onecare soal bantuan yang masuk, Irmawani menjawab belum banyak yang diterima pengungsi sekitar. Melihat itu, relawan menawarkan untuk dibuatkan Dapur Umum di lokasi tersebut.

Dapur umum dibentuk untuk mencukupi kebutuhan makan dan minum minimal 50 pengungsi, dengan satu pengelola di dalamnya. Pengelola bertanggung jawab memasak makanan untuk kebutuhan para pengungsi.

Salah satu lokasi yang akan didirikan dapur umum Onecare

“Kita bentuk Dapur Umum untuk mencukupi kebutuhan makan pengungsi. Kalau beras 10 kilo kita bagi-bagikan langsung, tidak akan mencukupi. Kalau dimasak lalu dibagikan, insya Allah cukup,” kata Budi, salah seorang relawan Onecare.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.