Mohamed Salah, Fir’aun Kecil Yang “Mengislamkan” Liverpool

detikislami.com– Kalau ada bintang yang saat ini paling bersinar di Liga Primer Inggris, bintang itu pastilah bernama Mohamed Salah.

Pemain sayap kanan Liverpool ini
mencetak 32 gol dalam 36 pertandingan, membuatnya menjadi pencetak gol
terbanyak sementara di Liga Primer. 

Selain itu, Salah juga mencetak 10
gol dari 12 pertandingan di ajang Liga Champions. Terakhir, Salah mencetak brace
atau dua gol ke gawang AS Roma pada laga pertama babak semifinal, 24 April
lalu.

Performa hebat Salah inilah yang antara lain mengantar Liverpool ke partai final. FYI, Liverpool terakhir kali mencicipi sengitnya final Liga Champions pada musim 2006/2007 alias sudah satu dekade la

Salah tak banyak berkomentar,
seperti ia tak terlalu sering menanggapi pujian yang mengalir kepadanya.
Bahkan, menanggapi kesuksesannya, Salah dengan rendah hati mengatakan,
“Saya tidak akan mencapai level ini tanpa bantuan teman-teman setim”.

Salah mungkin tak terlalu terkejut
melihat apa yang telah dicapainya. Sebab, saat dirinya masih kecil, seseorang
pernah meramalkan kesuksesannya.

1. Salah Membaca Garis Nasibnya Sejak Kecil

Anak-anak Desa Najrij bermain di lapangan. Dailymail/Ahmad Abd El-Gawad

Mohamed Salah lahir di Basion,
Gharbia, Mesir, pada 15 Juni 1992. Ia tumbuh di sebuah desa kecil bernama
Najrij, sekitar 150 kilometer dari Ibu Kota Kairo. 

Tak jauh dari rumah Salah, sekitar
dua menit berjalan kaki, terdapat lapangan tempat anak-anak bermain sepak bola.
“Saya dan teman-teman selalu bermain bola di sana,” kata Salah
mengenang masa kecilnya seperti dikutip dari liverpool.com.

Di antara teman-temannya itu,
ada satu anak yang sangat akrab dengannya. Suatu hari seusai bermain bola, kata
Salah, teman tersebut mengatakan,”Suatu hari kamu pasti akan menjadi
pemain hebat!” 

Ramalan tersebut bukan tanpa alasan.
Sebab bakat Salah dalam mengolah bola memang sudah terlihat sejak kecil. 

Salah sendiri bukan tak menyadari
bakat besarnya tersebut. “Saya biasanya bermain sepak bola dengan saudara
laki-laki saya, tapi dia tidak terlalu jago, setidaknya tidak sejago
saya,” kata Salah sambil terkekeh. 

2. Mohamed Salah Ditemukan Pencari Bakat

Salah saat berfoto bersama teman-temannya dari klub Contractors FC. Goal.com

Salah kecil tak hanya bermain bola
di lapangan atau di jalan-jalan yang sepi penuh debu di desanya, tapi juga di
kompetisi-kompetisi lokal. Salah satu kompetisi yang diikutinya adalah Liga
Pepsi –kompetisi sepak bola untuk anak-anak.

Kompetisi ini digelar di Kota Tanta,
sekitar 30 menit perjalanan darat dari Desa Najrij. Salah mengingat saat itu
usianya baru 14 tahun. Tubuhnya kecil dan kurus seperti capung. Namun ia sangat
lincah dan lihai memainkan bola.

Permainannya yang atraktif ini
memukau seorang pencari bakat dari klub sepak bola Contractors FC (El
Mokawloon) yang bermarkas di Kairo. Saat itu juga pencari bakat ini langsung
menawarkan kontrak untuknya.

“Usia saya baru 14 tahun ketika
saya meneken kontrak dengan klub profesional (Contractors FC),” kata Salah
seperti dikutip dari laman resmi Liverpool.

3. Jalan Berliku Yang Ditempuh Salah 

Jalanan di Desa Najrij, Mesir. Dailymail/Ahmad Abd El-Gawad

Setelah meneken kontrak, bukan
berarti segala sesuatunya menjadi mudah. Sebaliknya, Salah menyebut periode ini
sebagai masa-masa paling berat dalam hidupnya.

Sebab Contractor FC bermarkas di
Kairo. Itu berarti Salah kecil harus menempuh jarak 150 kilometer dari dusunnya
hanya untuk berlatih sepak bola.

“Perjalanan menuju tempat saya
berlatih sekitar empat atau lima jam setengah (sekali jalan). Dan saya
harus menjalaninya lima hari dalam sepekan,” kata Salah.

Jangan bayangkan ada bus antar
jemput untuk pulang-pergi latihan. Sebaliknya, Salah harus berganti setidaknya
lima bus untuk sampai ke Kairo. “Itu adalah waktu yang sangat berat buat
saya,” katanya.

4. Memangkas Waktu Sekolah

Twitter/@22mosalah

Waktu tempuh yang lumayan lama untuk
pergi-pulang latihan membuat Salah harus mengorbankan waktu sekolahnya. Setiap
hari, ia hanya belajar selama dua jam di sekolah, yakni pada pukul 07.00 hingga
09.00. 

Setelah itu ia harus berpacu dengan
waktu agar bisa sampai di tempat latihan sebelum pukul 14.00. Latihan dimulai
30 menit kemudian dan baru selesai sekitar pukul 18.00.

Perjuangan belum berhenti, sebab
Salah masih harus kembali menempuh 4 jam perjalanan pulang. “Saya biasanya
tiba di rumah sekitar pukul 10 malam. Setelah itu makan, tidur. Setiap hari
saya melakukan rutinitas ini,” kata Salah.

5.
Salah kehilangan masa remaja

Masa remaja Salah habis untuk sepak
bola. Jadwal latihan yang padat plus perjalanan panjang yang harus ditempuhnya
untuk berlatih membuat Salah tak punya cukup waktu untuk bermain bersama
teman-teman sebayanya. 

Namun ia cukup tabah untuk itu.
Sebab Salah menyimpan mimpi menjadi pemain sepak bola dunia. “Saya ingin
menjadi seperti Ronaldo (Luis Nazario de Lima), (Zinedine) Zidane, dan
(Francesco) Totti,” katanya.

liverpool.com

Ramalan temannya bahwa ia akan
menjadi pemain hebat juga selalu terngiang-ngiang di benaknya. Harapan,
impian, dan mungkin juga ramalan inilah yang membuat Salah remaja bisa
menjalani masa-masa berat tersebut.

“Saya masih berusia 14 tahun, tidak punya apa-apa, dan
tidak tahu apa yang akan terjadi kelak. Saya hanya punya mimpi menjadi pemain
sepak bola. Itu saja modal saya,” kata Salah.

6.
Salah sempat mengalami masa galau

Twitter/@22mosalah

Meski telah direkrut Contractor FC,
tak berarti masa depan Salah sudah terjamin. Sebab, bagaimanapun, Contractor FC
hanyalah klub di Mesir. Dan, kalau mau jujur, Mesir bukanlah raksasa dalam
sepak bola Afrika, apalagi Eropa.

Sementara impian Salah menjadi
bintang dunia. Tak mengherankan jika Salah sempat mengalami masa-masa galau
terhadap masa depannya. Sebab, ia telah mengorbankan sekolahnya. Jika ia gagal
menjadi pemain sepak bola, maka apa lagi yang tersisa untuk masa depannya?

“Selalu muncul pertanyaan di
benak saya ketika itu, ‘Apakah saya akan menjadi pemain sepak bola hebat?’ atau
‘Apakah ini realistis?'” kata Salah. “Sebab jika saya ternyata tidak
cukup berbakat, maka saya akan benar-benar dalam kesulitan.”

7. Salah menjadi ‘Messi dari Mesir’

Twitter/@22mosalah

Perjuangan panjang Salah menjadi pemain bintang tak sia-sia. Sebab, pelan tapi pasti, karier sepak bola Salah terus melejit. Dari Contractors FC, Salah sempat direkrut FC Basel, Fiorentina, Chelsea, sebelum akhirnya berlabuh di Liverpool, klub yang membuat namanya bersinar.

Bersama Liverpool, Salah telah
mencetak 32 gol dalam 36 pertandingan Liga Primer Inggris, membuatnya
menjadi pencetak gol terbanyak sementara di liga paling bergengsi di
Inggris. Namanya kini bahkan disejajarkan dengan nama-nama besar lain
seperti Eden Hazard dan bahkan ada yang menyebutnya Messi dari Mesir!

Bukan sebutan yang berlebihan.
Sebab, seperti Messi, Salah pun lebih banyak bermain sebagai pemain sayap
kanan. Ia juga kidal dan tubuhnya mungil seperti Messi. Soal keincahan,
Salah juga 11-12 dengan Messi. 

“Beberapa kali saya melihat
Salah beraksi di kotak penalti, setiap kali saya mengira itu Lionel Messi,
ternyata itu adalah Mohamed Salah,” kata legenda Liverpool Ian Rush
seperti dikutip dari tribalfootball.com.

Salah enggan mengomentari julukan
‘Messi dari Mesir’ yang dilekatkan kepadanya. Kepada situs resmi Liverpool,
Salah hanya mengatakan dirinya sangat beruntung bisa menjadi bagian dari The
Reds –julukan Liverpool.

“Saya masih berseragam Chelsea
ketika datang pertama kali ke Anfield,” kata Salah mengenang. “Saat
itu saya berkata kepada diri saya sendiri, ‘Suatu hari nanti saya harus bermain
untuk mereka (para pendukung Liverpool yang memenuhi stadion)’,” kata
Salah.

Kini salah tak hanya bermain untuk
Liverpool, tapi ia juga memberikan sesuatu yang selama ini mungkin tak lagi
dirasakan para Kopites –julukan pendukung Liverpool– setelah mereka ditinggal
Luis Suarez ke Barcelona, yakni kebanggaan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.