Solihin Pure : Jika Benar, Maka FPI Diarahkan Untuk Memenangkan Partai Yang Berasas Bukan Islam

detikislami.com – Jakarta – Kepastian Partai Bulan Bintang (PBB) melabuhkan dukungan ke capres Jokowi – Ma’ruf Amin ternyata memberikan dinamika perpolitikan yang semakin menarik.

Keputusan DPP PBB yang diumumkan melalui Yusril Ihza Mahendra menjadi klimaks dari sikap PBB yang ditunggu tunggu oleh masyarakat secara umum, mengingat PBB satu satunya partai lama yang memiliki pengalaman sejak awal reformasi yang belum menentukan arah untuk melabuhkan dukungan selama berbulan bulan.

Pro dan kontra tentu mengiringi sikap keputusan DPP PBB yang akhirnya merapat ke capres Jokowi – Ma’ruf Amin. Salah satu isu yang menguat dan liar mengalir adalah isu maklumat dari Imam Besar FPI Habib Riziq Shihab (HRS) dengan memerintahkan seluruh anggotanya untuk menarik dukungan diri dari seluruh keterlibatan kampanye dari PBB dan memerintahkan untuk memeilih partai lain yang mendukung capres Prabowo – Sandi.

Wakil Sekjen Bidang Komunikasi dan opini publik DPP PBB, Solihin Pure ketika dikonfirmasi terkait dengan adanya isu terbut menjelaskan bahwa sama halnya FPI diminta untuk memenangkan partai yang tidak akan memperjuangkan syari’at islam di parlemen.

“Jika memang isu itu (maklumat HRS) benar, maka sudah dipastikan FPI akan mendukung dan memenangkan partai yang jelas-jelas tidak akan pernah memperjuangkan syariat Islam tegak berdiri di negara ini, fakta bahwa PBB satu-satunya partai di Indonesia yang tetap komitmen berasas Islam dan memperjuangkan kembalinya Piagam Jakarta sampai saat ini tidaklah bisa dipungkiri”.

“PKS, PAN, GERINDRA jelas jelas berasas bukan Islam, mereka sudah menjadi partai terbuka dan tidak mungkin memperjuangkan kembalinya Piagam Jakarta. Dan satu satunya yang masih komitmen berasas Islam dengan segala kondisi dan konsekuensinya saat ini hanyalah PBB, Jadi kalau memang isu itu memang benar ya…jadi aneh dan lucu saja, karena pemilu kali ini tidak hanya berbicara masalah siapa nantinya presidennya tapi juga siapa yang akan duduk di parlemen.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.