PAUL POGBA

detikislami.com – Paul Labilé Pogba (lahir di Lagny-sur-Marne, Perancis, 15 Maret 1993; umur 25 tahun) adalah seorang pemain sepak bola profesional Perancis yang bermain untuk klub Liga Utama Inggris, Manchester United dan tim nasional Perancis. Ia berposisi sebagai gelandang tengah dan nyaman dalam bermain baik menyerang dan bertahan.

Pogba digambarkan oleh klubnya Manchester United sebagai pemain yang “kuat, terampil, dan kreatif”. Setelah ia pindah ke Juventus F.C. ia mendapatkan julukan Il Polpo Paul (merujuk kepada “Paul si Gurita”) karena kakinya yang panjang dan terlihat seperti tentakel ketika melakukan tackle ataupun saat berlari. Selama berkarier di Italia, Pogba menjadi salah satu pemain muda paling menjanjikan di dunia, dan menerima penghargaan Golden Boy pada 2013 dan Penghargaan Bravo pada 2014. Pada 2016, Pogba masuk ke dalam UEFA Team of the Year 2015, serta FIFA FIFPro World XI 2015, setelah membantu Juventus mencapai Final Liga Champions UEFA 2015 untuk pertama kalinya setelah 12 tahun sebelumnya.

Setelah penampilannya yang baik bersama Juventus, dia kembali ke Manchester United pada 2016 dengan rekor biaya transfer tertinggi pada saat itu, yakni senilai €105 juta (£89,3 juta). Biaya tersebut masih menjadi biaya tertinggi yang dibayar oleh suatu klub dari Inggris. Pada musim pertamanya setelah kembali, dia memenangkan Piala Liga dan Liga Europa.

Pogba telah mewakili negaranya pada semua tingkatan umur tim nasional. Bersama tim nasional U-16, dia menjadi kapten bagi negaranya dalam kemenangan di Piala Aegea dan Tournoi du Val-de-Marne, dan pada level tim nasional U-17 ia bermain pada Kejuaraan Sepak Bola U-17 Eropa UEFA 2010. Dia melakukan debut untuk tim nasional senior Perancis pada 22 Maret 2013 dalam kemenangan 3–1 melawan Georgia. Dia kemudian tampil dengan baik di Piala Dunia FIFA 2014 dan memenangkan Penghargaan Pemain Muda Terbaik. Dia kemudian mewakili negaranya pada Piala Eropa 2016 yang bertindak sebagai tuan rumah penyelenggara dan menjadi juara kedua, sebelum memenangkan Piala Dunia FIFA 2018 setelah mencetak gol dalam pertandingan final.

Pogba lahir di Lagny-sur-Marne, Seine-et-Marne, dari orang tua yang berasal dari Guinea. Dia adalah seorang Muslim. Dia memiliki dua kakak kembar—Florentin dan Mathias—yang lahir di Guinea dan juga bermain untuk tim nasional Guinea. Florentin saat ini bermain untuk klub Turki Gençlerbirliği dan Mathias bermain untuk Tours. Saat tumbuh besar, Pogba merupakan penggemar Arsenal.

Awal Karier

“Ronaldo adalah panutan saya dalam sepak bola dan pemain yang membuat saya jatuh cinta kepada sepak bola. Saya terpukau dengan permainannya saat saya mulai bermain di usia muda.”
Pogba mengenai idolanya, mantan penyerang Brasil Ronaldo.

Pogba memulai karier sepak bola pada umur enam tahun di US Roissy-en-Brie, beberapa mil di selatan kampung halamannya. Dia bermain selama tujuh musim sebelum bergabung ke US Torcy dan menjadi kapten tim U-13.

Setelah satu musim bermain bersama Torcy, Pogba bergabung ke dalam klub profesional Le Havre. Pada musim keduanya bersama klub tersebut, Pogba menjadi kapten tim U-16 saat lolos ke babak final dalam liga domestik U-16 (Championnat National des 16 ans). Le Havre finis di posisi kedua di fase grup, di bawah Lens serta unggul dari Lyon dan Nancy. Pogba juga bermain dalam tim nasional usia muda Perancis.

Manchester United
Transfer

Pada 31 Juli 2009, Pogba mengumumkan bahwa dia meninggalkan Le Havre untuk bergabung ke akademi muda Manchester United di Inggris. Perpindahan tersebut menggegerkan klub asalnya, karena mengadakan “perjanjian tanpa pertemuan” dengan Pogba, yang terlanjur menyetujui perjanjian bersama orang tuanya pada 2006. Perjanjian tersebut, yang masih berlaku hingga akhir musim 2009–2010, memungkinkan Le Havre untuk mempertahankan Pogba hingga dirinya memenuhi persyaratan umur dan beasiswa. Pada 1 Agustus, Le Havre merilis pernyataan resmi yang mengkritik Manchester United dan keluarga Pogba melalui situs web klub. Le Havre juga mengumumkan niatnya untuk meminta FIFA mengatasi situasi tersebut.

Sebagai respons terhadap tuduhan Le Havre, Manchester United mengancam menggugat klub, sementara Pogba membantah bahwa dia meninggalkan Le Havre karena alasan keuangan, yang diduga oleh Presiden Le Havre, Jean-Pierre Louvel, transfer telah terjadi dengan nilai sebesar £87.000 dan sebuah rumah. Le Havre juga dituduh menggunakan taktik yang sama dari Torcy seperti pada saat Le Havre memperoleh Pogba dari Torcy.[butuh rujukan] Saat Pogba mengumumkan keberangkatannya ke Inggris, Torcy merilis siaran pers melalui situs webnya yang mengkritik tuduhan Le Havre dengan menyatakan, “Kami tidak menggunakan istilah ‘mencuri,’ tetapi merekrut dari Le Havre melakukan hal yang sama terhadap klub di Torcy.”[butuh rujukan] Klub menyebut bahwa Le Havre menerima Pogba yang menandatangani lisensi pemain amatir tanpa memberitahu Torcy sebagai alasan utamanya. Pada 7 Oktober, Manchester United dibebaskan dari tuduhan oleh hakim yang ditunjuk oleh FIFA, dengan keputusan bahwa Pogba tidak terikat kontrak dengan Le Havre. Meski memiliki pilihan untuk banding, pada 18 Juni 2010, pengurus Le Havre mengonfirmasi bahwa klub telah membuat kesepakatan dengan Manchester United mengenai transfer Pogba. Ketentuan dalam kesepakatan dirahasiakan.

Musim 2009–2010

Pogba menyelesaikan transfernya ke Manchester United pada 7 Oktober 2009[28] dan memulai debutnya bersama tim U-18 klub pada 10 Oktober pada pertandingan melawan Crewe Alexandra yang berakhir kekalahan 2–1. Dia mengakhiri liga U-18 musim 2009–2010 dengan tujuh gol dalam 21 penampilan. Tim yang dia bela finis di posisi pertama dalam grup, tetapi kalah dari Arsenal 5–3 dalam adu penalti pada pertandingan play-off semi-final. Pada April 2010, Pogba menjadi bagian dari tim U-18 yang berhasil mempertahankan gelar juara di Torneo Calcio Memorial Claudia Sassi-Sassuolo di Bologna, Italia.

Musim 2010–2011

Pada musim 2010–2011, Pogba tetap berada dalam tim akademi klub yang mengikuti Premier Academy League dan bermain selama tiga bulan pertama dari musim tersebut. Pada November 2010, dia dipanggil ke dalam tim cadangan dan memulai debut pada 2 November 2010 dalam kemenangan 3–1 atas Bolton Wanderers. Selama 1 bulan Pogba dilatih oleh Solskjær yang 8 tahun kemudian juga melatih Pogba sebagai manajer sementara Manchester United pada Desember 2018.

Pada 10 Januari 2011, Pogba mencetak gol jarak jauh yang disebut sebagai “piledriver” dalam pertandingan FA Youth Cup melawan Portsmouth yang berakhir kemenangan 3–2 bagi tim. Kemenangan tersebut membawa tim lolos ke babak keempat dari kompetisi tersebut. Sebulan kemudian, Pogba mencetak gol serupa sebelum menderita kekalahan 3–2 dari West Bromwich Albion di Academy League.

Pada 19 Februari 2011, Pogba menjadi salah satu dari empat pemain akademi yang memperoleh promosi ke dalam skuat tim utama oleh manajer Alex Ferguson dalam pertandingan babak kelima FA Cup melawan Crawley Town. Pogba mengenakan baju bernomor 42. Dia tetap bermain di tim U-18 di akhir musim sekaligus membantu tim selama perhelatan FA Youth Cup; di babak semi-final melawan Chelsea, Pogba mencetak gol di leg pertama saat mengalami kekalahan 3–2, dan memberikan assist untuk gol pembuka di leg kedua yang berakhir kemenangan 4–0. Di babak final, Manchester United mengalahkan Sheffield United dengan skor agregat 6–3 sekaligus memenangkan gelar juara Youth Cup yang kesepuluh. Pogba bermain di sepanjang pertandingan di kedua leg.

Musim 2011–2012

Sebelum musim 2011–2012 dimulai, Ferguson mengonfirmasikan bahwa Pogba akan tampil bersama tim senior di sepanjang musim ini dan berkata, “Yang saya maksudkan jika kami menahan Pogba kembali, apa yang akan terjadi? Dia akan pergi. Seperti yang Anda ketahui, dalam beberapa tahun saat kontraknya akan berakhir. Jadi kami harus memberinya kesempatan untuk melihat penampilannya di tim utama dan dia memiliki kemampuan yang hebat.” Pogba memperoleh promosi ke tim cadangan klub secara permanen untuk musim 2011–2012 dan memulai penampilan pertama di musim ini pada 15 Agustus 2011 pada laga pembuka Premier Reserve League melawan Arsenal. Pada 25 Agustus, dalam pertandingan kedua melawan tim cadangan Swansea City, Pogba mencetak gol kedua pada kemenangan 6–0. Pada 19 September, dia masuk ke dalam tim utama untuk berpartisipasi dalam pertandingan Football League Cup melawan Leeds United yang dilaksanakan pada hari berikutnya. Pada saat itu Ferguson menyatakan, “Saya berencana untuk memainkannya [Pogba] melawan Leeds United.” Pogba tampil sebagai pemain pengganti pada pergantian babak untuk memulai debut profesional saat Manchester United memenangkan pertandingan dengan skor 3–0. Pogba kembali tampil saat menghadapi Aldershot Town di babak keempat League Cup pada 25 Oktober.

Pogba memulai debut di Premier League saat menghadapi Stoke City pada 31 Januari 2012, sebagai pemain yang menggantikan Javier Hernández pada menit ke-72. Dia kembali tampil sebagai pemain pengganti saat melawan West Bromwich Albion pada 11 Maret. Empat tahun kemudian, dia memulai debut di kompetisi UEFA dalam pertandingan babak 16 besar Liga Europa UEFA melawan klub Spanyol Athletic Bilbao; dia tampil sebagai pemain pengganti dalam kekalahan tandang 2–1, menggantikan Michael Carrick pada menit ke-63 saat Manchester United kalah dengan skor agregat 5–3.

Juventus
Musim 2012–2013

Pogba bermain untuk Juventus saat menghadapi Shakhtar Donetsk di Liga Champions UEFA, Desember 2012

Pada 3 Juli 2012, manajer Manchester United Alex Ferguson mengonfirmasi bahwa Pogba telah meninggalkan klub setelah tidak memperbarui kontrak. Ferguson menyatakan bahwa Pogba telah menandatangani kontrak dengan klub Italia Juventus “lama sebelum kami sadari.” Ferguson juga menyalahkan Pogba karena tidak menghormati Manchester United sambil berkata, “Mengecewakan. Jujur, saya tidak berpikir dia menghormati kami sama sekali. Saya cukup senang jika mereka [pemain sepak bola] melakukan hal seperti itu, mereka mungkin lebih baik menyingkirkannya dari kami.” Pada 27 Juli, Juventus mengonfirmasi melalui situs web resmi klub bahwa Pogba telah menjalani pemeriksaan medis, dan transfer diselesaikan pada 3 Agustus, saat dia menandatangani kontrak berjangka waktu empat tahun. Dia memulai penampilan perdananya di Juventus dalam pertandingan persahabatan pra-musim melawan Benfica di Jenewa pada 1 Agustus, menggantikan Andrea Pirlo pada menit ke-78.

Pogba memulai debut kompetitifnya pada pertandingan Serie A melawan Chievo pada 22 September 2012, dengan tampil selama 90 menit penuh. Pada 2 Oktober, Pogba memulai penampilan pertama di Liga Champions UEFA saat menjamu Shakhtar Donetsk dengan hasil imbang 1–1, dan pada 20 Desember, Pogba mencetak gol pertamanya bagi klub dalam kemenangan 2–0 atas Napoli. Pada 31 Oktober, dia tampil di lini utama saat melawan Bologna dan mencetak gol kemenangan pada pertandingan yang berakhir 2–1. Pogba juga berkontribusi pada gol pembuka yang dicetak oleh Fabio Quagliarella. Pemain gelandang tersebut dipuji karena penampilannya dalam pertandingan oleh beberapa media Italia seperti la Repubblica, Il Messaggero, dan La Gazzetta dello Sport.

Pada 5 Mei 2013, Pogba dikeluarkan dari pertandingan pamungkas Scudetto karena meludahi lawan setelah wajahnya ditampar.

Musim 2013–2014

Pada 18 Agustus 2013, Pogba menjadi pemain kunci dalam kemenangan Juventus atas Lazio dengan skor 4–0, sekaligus memenangkan Supercoppa Italiana 2013. Selama pertandingan, Pogba menggantikan Claudio Marchisio dan mencetak gol pertama, serta terpilih terpilih sebagai pemain terbaik. Pada Desember, Pogba menerima penghargaan Golden Boy 2013 sebagai pemain muda terbaik di Eropa.

Pada Januari 2014, Pogba dimasukkan oleh The Guardian sebagai salah satu dari sepuluh pemain muda paling menjanjikan di Eropa. Pada 20 Februari, Pogba mencetak gol pertamanya dalam kompetisi klub UEFA saat Juventus mengalahkan Trabzonspor dengan skor 2–0 dalam leg pertama babak 32 besar Liga Europa UEFA 2013–2014. Pada 14 April, Pogba menciptakan assist saat Juventus menang 2–0 atas Udinese, tim yang sama saat Pogba mencetak dua gol di gawang Udinese pada musim sebelumnya. Di pekan berikutnya, Pogba mencetak satu-satunya gol dalam kemenangan 1–0 bagi Juventus atas Bologna. Pogba juga terpilih sebagai pemain terbaik dalam pertandingan tersebut karena penampilannya. Pogba membuktikan dirinya sebagai pemain kunci di musim tersebut dengan masuk ke dalam lini utama, dan bermain dalam lebih banyak pertandingan (51) dibandingkan pemain lain di seluruh kompetisi pada musim tersebut, serta mencetak 9 gol. Dia mengakhiri musim dengan memenangkan gelar Serie A dua kali berturut-turut di bawah manajer Antonio Conte, dan mencapai babak semi-final di Liga Europa.

Musim 2014–2015

Pogba bermain untuk Juventus dalam pertandingan persahabatan melawan Singapura pada Agustus 2014

Pada 20 September 2014, di bawah manajer baru Juventus Massimiliano Allegri, Pogba memberikan kontribusi dalam kemenangan tandang Juventus atas Milan dengan memberikan assist untuk satu-satunya gol yang dicetak oleh Carlos Tévez. Di bulan berikutnya, yakni pada 18 Oktober, Pogba menyelamatkan Juventus dari kekalahan saat menghadapi Sassuolo dengan mencetak gol penyeimbang yang menentukan dan terpilih sebagai pemain terbaik. Pada 24 Oktober, Pogba memperbarui kontrak bersama Juventus, yang mempertahankannya hingga 2019. Pada 4 November, pada penampilannya yang ke-100 bersama klub, Pogba mencetak gol ketiga ke gawang Olympiacos dalam pertandingan Liga Champions, sekaligus membantu kemenangan klub; gol ini merupakan gol pertamanya di Liga Champions. Pada 22 November, dia mencetak dua gol dalam kemenangan 3–0 atas Lazio di Stadio Olimpico di Roma. Pada 28 Oktober, Pogba masuk ke dalam daftar 23 kandidat pemain penerima Ballon d’Or 2014; dia menjadi kandidat termuda dengan umur 21 tahun. Pada 2014, Pogba dianugerahi Penghargaan Bravo oleh majalah olahraga Italia Il Guerin Sportivo, yang dipersembahkan kepada pemain di bawah umur 23 tahun yang telah berpartisipasi dalam kompetisi Eropa.

Pada 11 Januari 2015, Pogba membantu mengamankan kemenangan pertama Juventus atas Napoli di Stadio San Paolo setelah 14 tahun terakhir saat dia mencetak gol melalui tendangan voli yang membantu kemenangan dengan skor akhir 1–3. Pada 15 Januari, dia mencetak gol pertama dalam pertandingan Coppa Italia saat Juventus mengalahkan Verona 6–1 di babak 16 besar. Pada 9 Maret, Pogba mencetak satu-satunya gol dalam kemenangan atas Sassuolo sekaligus mengungguli Roma di puncak klasemen dengan selisih 11 poin. Di leg kedua babak 16 besar melawan Borussia Dortmund, Pogba dibawa keluar selama babak pertama setelah mengalami cedera hamstring, dan kemudian diistirahatkan selama dua bulan. Dia kembali ke lini utama pada 9 Mei, dan mencetak gol saat imbang 1–1 melawan Cagliari, hingga Juventus merayakan kemenangan gelar Serie A empat kali berturut-turut sejak 2012. Pada 13 Mei, Pogba memberi assist untuk gol penyeimbang yang dicetak Álvaro Morata ke gawang Real Madrid di leg kedua babak semi-final Liga Champions, yang sekaligus membawa kemenangan bagi Juventus dengan skor agregat 3–2 dan mencapai Final Liga Champions untuk pertama kalinya setelah 12 tahun terakhir. Pada 20 Mei, Pogba menciptakan gol pertama untuk Juventus saat mengalahkan Lazio 2–1 di Stadio Olimpico dalam Final Coppa Italia 2015. Pada 6 Juni, Pogba bermain di lini utama dalam pertandingan Final Liga Champions UEFA 2015 yang berakhir kekalahan dari Barcelona dengan skor 3–1 di Olympiastadion Berlin.
Musim 2015–2016

Pada 15 Juli 2015, Pogba masuk ke dalam daftar sepuluh kandidat penerima penghargaan UEFA Best Player in Europe tahun 2015. Pada musim 2015–2016, dia mendapatkan baju bernomor 10 yang prestisius setelah kepergian Carlos Tevez, yang pernah dikenakan oleh Alessandro Del Piero, Roberto Baggio, dan Michel Platini. Pada 8 Agustus, dia memberi assist untuk sebuah gol dalam kemenangan 2–0 Juventus atas Lazio di Supercoppa Italiana 2015. Pada 12 Agustus, dia menempati urutan kesepuluh dalam Penghargaan UEFA Best Plater in Europe 2015. Pada 31 Oktober, Pogba bermain dalam penampilannya ke-100 di Serie A dalam pertandingan Derby di Torino yang berakhir kemenangan kandang 2–1 atas Torino, sekaligus mencetak gol pembuka melalui tendangan setengah voli di luar area penalti. Pada 24 November, Pogba masuk ke dalam nominasi UEFA Team of the Year 2015, dan kemudian masuk ke dalam tim tersebut pada 8 Januari 2016. Tiga hari kemudian dia masuk ke dalam FIFA FIFPro World XI 2015. Pogba unggul dalam posisi kreativitas baru dalam timnya, yang memberinya lebih banyak waktu dalam mengendalikan bola, dan memainkan peran penting dalam membantu Juventus memeroleh gelar juara liga, mencetak rekor bersama di Serie A dengan 8 gol, serta mengakhiri musim sebagai pemberi assist terbanyak di Serie A, dengan rekor pribadi sebanyak 12 assist, bersama Miralem Pjanić.

Kembali ke Manchester United
Musim 2016–2017

Pada 8 Agustus 2016, Pogba kembali ke klub lamanya, Manchester United, dengan kontrak lima tahun dan memecahkan rekor biaya transfer tertinggi pada saat itu senilai €105 juta (£89,3 juta) ditambah dengan bonus €5 juta, melampaui pemegang rekor sebelumnya Gareth Bale. Agen Paul Pogba, Mino Raiola, menerima €27 juta dari Juventus saat Pogba bergabung kembali ke Manchester United; Juventus mengungkapkan bahwa biaya tersebut merupakan biaya tambahan, sebesar €26,154 juta. The Football Association mengumumkan bahwa Pogba terkena suspensi dari laga pembuka Premier League musim 2016–2017 melawan Bournemouth karena akumulasi dua kartu kuning dari musim sebelumnya di Coppa Italia saat membela Juventus. Pada 19 Agustus, dia memulai debutnya sejak kembali ke klub dalam pertandingan Premier League melawan Southampton dengan kemenangan kandang 2–0.

Musim 2017–2018

Pogba mencetak gol keempat dalam kemenangan 4–0 atas West Ham United di laga pembuka musim Permier League 2017–2018. Selama pertandingan Babak grup Liga Champions UEFA 2017–2018 melawan Basel dengan mengalahkan Basel 3–0, Pogba mengalami cedera hamstring kiri dan diperkirakan akan melewatkan delapan pertandingan. Dia kembali bertanding pada 18 November saat Manchester United menang 4–1 atas Newcastle United, memberi assist kepada Anthony Martial melalui umpan silang dari samping dan mencetak gol ketiga untuk United.[110] Dalam pertandingan pertamanya pada tahun 2018, yakni pada 1 Januari, Pogba memberikan assist untuk dua gol saat Manchester United mengalahkan Everton dengan skor 2–0. Sepanjang bulan berikutnya, Pogba menjadi subjek kritikan karena kurang disiplin dan tidak menjalankan tugasnya dalam pertahanan. Dia absen dari beberapa pertandingan penting demi Scott McTominay, termasuk kemenangan 2–1 atas Liverpool dan hanya digunakan sebagai pemain pengganti saat timnya tersingkir dari Liga Champions di babak 16 besar oleh Sevilla pada bulan Maret.

Sehari sebelum derby Manchester, manajer Manchester City Pep Guardiola mengklaim bahwa agen Pogba, Mino Raiola, telah menawarkan Pogba untuk bermain di pihak Manchester City, tetapi Raiola menyangkalnya. Dalam pertandingan derby di Etihad Stadium pada 7 April, Pogba mencetak dua gol segera setelah Manchester United kebobolan dua gol di babak pertama, yang berakhir dengan kemenangan Manchester United 3–2 atas rivalnya. Kemenangan ini juga mencegah Manchester City mengamankan gelar juara Premier League, walau pada akhirnya Manchester City menjadi juara Premier League dan Manchester United mengakhiri musim sebagai runner-up. Pada pertandingan Final FA Cup 2018 melawan Chelsea, timnya dikalahkan 1–0. Pada saat itu, Pogba gagal memanfaatkan peluang menyeimbangkan kedudukan melalui sundulan kepala di dalam kotak penalti.

Musim 2018–2019

Karier Internasional
Tim senior

Awal karier dan Piala Dunia 2014

Pogba memulai debut untuk tim senior Perancis pada pertandingan melawan Georgia pada Maret 2013

Pada 22 Maret 2013, Pogba memulai debut untuk tim senior Perancis dalam kualifikasi Piala Dunia 2014 melawan Georgia. Dia bermain selama 90 menit penuh pada pertandingan yang berakhir kemenangan 3–1. Dia mencetak gol pertama dalam karier internasional saat pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2014 melawan Belarus pada 10 September 2013 yang berakhir kemenangan 4–2.

Pada 6 Juni 2014, Pogba masuk ke dalam skuat Perancis untuk Piala Dunia FIFA 2014. Pada 15 Juni, dia bermain sebagai gelandang tengah dalam pertandingan pertama di Piala Dunia – kemenangan 3–0 atas Honduras – yang menjadi target pelanggaran dari Wilson Palacios yang berujung kartu merah untuk tim Honduras dan sebuah tendangan pemalti, yang berhasil dimanfaar Karim Benzema untuk memberikan keunggulan bagi Perancis. Pada babak 16 besar, Pogba mencetak gol pembuka pada menit ke-79 dan terpilih sebagai pemain terbaik dalam pertandingan menurut FIFA hingga Les Bleus mengalahkan Nigeria dengan skor 2–0 di Brasília. Perancis tereliminasi di babak perempat-final setelah kekalahan dari bakal juara dunia Jerman pada 4 Juli dengan menyia-nyiakan tendangan bebas yang kemudian dimanfaatkan oleh Jerman untuk mencetak gol. Pada 13 Juli, Pogba terpilih sebagai Pemain Muda Terbaik dalam turnamen.

Euro 2016

Pada Mei 2016, Pogba dipanggil oleh manajer Didier Deschamps ke dalam skuat 23 pemain Perancis untuk UEFA Euro 2016 yang bermain di negeri sendiri. Meski banyak yang mengharapkan hasil yang baik dari Pogba dalam turnamen ini, pada pertandingan pembuka turnamen yang berakhir kemenangan 2–1 atas Rumania pada 10 Juni, dia menanggung kritik atas performa negatif setelah bermain di luar posisi yang seharusnya. Dia dicadangkan oleh Deschamps pada pertandingan kedua di babak grup, yang kemudian bermain sebagai pemain pengganti dalam kemenangan 2–0 atas Albania. Di babak 16 besar, dia kembali menjadi sasaran liputan media karena kebobolan gol dari tendangan penalti awal yang dilakukan Irlandia, menyebabkan mantan pemain internasional Inggris Gary Lineker menulis twit: “Is Pogba the world’s most overrated player?” (“Apakah Pogba pemain terbaik sedunia?”); Perancis kembali dari ketertinggalan dan memenangkan pertandingan dengan skor 2–1.

Pada pertandingan perempat-final melawan Islandia pada 3 Juli di Stade de France, Pogba mampu memperoleh kembali penampilan terbaiknya dengan bertumpu pada penampilan yang dominan di posisi gelandang yang baru, saat dia mencetak gol kedua untuk tim nasional melalui sundulan kepala setelah menerima tendangan sudut dari Antoine Griezmann; dia kemudian berkontribusi dalam gol yang diciptakan Griezmann, hingga tim tuan rumah lolos ke babak semi-final setelah kemenangan 5–2. Pada pertandingan semi-final melawan Jerman empat hari kemudian, Pogba sekali lagi bermain di lini utama dalam posisi gelandang tengah bersama Blaise Matuidi dalam formasi 4–2–3–1; yang diikuti dengan penampilan N’Golo Kanté pada babak kedua, dia semakin berkembang dalam memanfaatkan posisinya, yang memberikannya lebih banyak kebebasan dalam membuat taktik, serta membantu dalam menciptakan gol kedua dalam pertandingan yang dicetak oleh Griezmann, sehingga tim tuan rumah mengalahkan juara bertahan Piala Dunia dengan skor 2–0 serta melangkah ke babak final dalam turnamen, yang justru berakhir dengan kekalahan 1–0 dari Portugal setelah perpanjangan waktu.

Kemenangan pada Piala Dunia 2018

Pada 17 Mei 2018, Pogba dipanggil ke dalam skuat Perancis untuk Piala Dunia FIFA 2018 di Rusia. Pada 16 Juni, dia memanfaatkan bola yang dibelokkan Aziz Behich dan menghasilkan gol kemenangan pada pertandingan yang berakhir kemenangan 2–1 atas Australia dalam pertandingan pertama di babak grup. Semula gol tersebut dicantumkan atas nama Pogba, tetapi FIFA kemudian mengubahnya menjadi gol bunuh diri dari Behich.

Pada menit ke-59 pertandingan Final Piala Dunia FIFA 2018, Pogba menambah keunggulan Perancis atas Kroasia dengan skor 3–1 melalui tendangan dari pinggir area penalti setelah tendangannya sebelumnya ditangkis; Perancis memenangkan Piala Dunia dengan skor akhir 4–2.

Gaya Bermain

Sebagai pemain yang biasanya bermain pada posisi gelandang tengah, dia juga dapat bermain pada posisi pemain sayap kiri, gelandang bertahan, playmaker, posisi box-to-box, atau bahkan sebagai gelandang serang; Pogba telah digambarkan oleh klubnya, Manchester United, sebagai pemain yang “kuat, terampil, dan kreatif” yang memiliki “tujuan mencetak gol dan kecenderungan untuk bermain secara spektakuler.” Di Italia, dia mendapat julukan Il Polpo Paul (“Paul si Gurita”) karena tungkainya yang menyerupai tentakel saat melakukan tackling atau berlari,[161] dan “Pogboom” karena gaya bermainnya dan energi yang eksplosif dalam lapangan. Sebagai pemain bertubuh besar, cepat, kuat, serta pekerja keras, dia bermain dengan baik saat berada di udara, dan juga dikenal karena staminanya, serta kemampuan menyerangnya yang kuat dan akurat dari jarak jauh; dia juga dipuji karena kecerdikan, teknik, bakat, dan kemahiran menggiring bola. Gaya permainannya sebagai gelandang membuatnya sering dibandingkan dengan mantan pemain internasional Perancis Patrick Vieira.

Selama musim terakhirnya bersama Juventus, Pogba dimainkan dalam posisi gelandang yang lebih berkembang dan kreatif dibandingkan dengan posisinya semula sebagai gelandang box-to-box, yang memberinya lebih banyak waktu untuk menguasai bola, dan dia bermain dengan baik sebagai playmaker tim utama karena penglihatannya yang tajam dan mampu mengoper bola dalam jarak jauh; penampilannya dalam posisi tersebut mengubahnya dari seorang pemain muda yang menjanjikan menjadi salah satu pemain gelandang terbaik dan paling sempurna di dunia. Setelah kepindahan Pogba dari Juventus pada 2016, mantan rekannya Gianluigi Buffon membandingkannya dengan mantan playmaker Perancis Michel Platini dan Zinedine Zidane, dan juga memujinya karena kemampuan, kepemimpinan, usaha, dan sikapnya, baik dalam pertandingan maupun pada saat latihan, dengan menyatakan bahwa dia “… adalah seorang petarung yang hebat di lapangan tetapi juga memiliki banyak bakat. Caranya menguasai bola dan mengubah posisi dari bertahan menjadi menyerang adalah hal yang spesial.”

Pogba Muslim

ya paul pogba adalah seorang muslim. Ada artikel dari pihak independen. Bintang Manchester United Pogba diperkenalkan ke Islam oleh ibunya mungkin mengejutkan banyak orang melihat gambar Paul Pogba di kota suci Muslim Mekah di Arab Saudi pada awal bulan Ramadhan ini, tetapi ia telah menjadi seorang Muslim yang taat selama bertahun-tahun.

Dia mengikuti Islam setelah diperkenalkan dengan agama oleh ibunya Yeo Moriba, yang menurutnya adalah inspirasinya.
Dia dan saudara kembarnya dibesarkan sendirian olehnya di sebuah perkebunan dekat Paris.

Obat-obatan tersebar di dekat rumah mereka di Roissy-en-Brie, tetapi dia tetap bersih.
Penandatanganan kontrak Manchester United senilai 100 juta poundsterling Paul Pogba dekat dengan ibunya Yeo Moriba, yang telah mengawasi kenaikan meteornya untuk menjadi pemain sepak bola termahal di dunia, tulis Quora.

Sebelum kepindahan uangnya yang besar diumumkan, sang bintang memposting sebuah penghormatan Instagram yang bergerak kepada ‘supermum’ Muslim yang taat yang memiliki pengaruh lebih besar padanya daripada orang lain.

Hanya beberapa hari yang lalu, Pogba merayakan seperti orang gila setelah ia mencetak gol di final Liga Eropa melawan Ajax. Foto-foto telah muncul di media sosial pada hari Sabtu tentang pesepakbola termahal di dunia, gelandang Man United Paul Pogba, di Mekah. Mereka pertama kali diterbitkan oleh Daily Mail di Inggris. Bintang Manchester United ini memulai bulan suci sebagai bagian dari kepercayaan Muslimnya.

Pogba pergi ke Arab Saudi untuk membayar terima kasih setelah musim pertama di United. 24 tahun adalah seorang Muslim yang taat dan menghabiskan hari Sabtu dengan pakaian putih sederhana.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.