Hasil Rapat BPN Prabowo-Sandi Rekomendasikan Agar Tak Buat Gaduh Pilpres: Ojo Do Rame Le

detikislami.com – Solo – Seratus orang lebih tokoh Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi pusat dan daerah di Jawa Tengah (Jateng) selesai menggelar rapat konsolidasi dan koordinasi, Jumat (8/2/2019). Rapat yang dipimpin Ketua BPN Prabowo-Sandi, Djoko Santoso d Lorin Solo Hotel, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar diketahui menghasilkan beberapa keputusan.

Dalam keterangannya saat konferensi pers, Djoko Santoso menekankan, salah satu rekomendasi yang diputuskan dalam rapat yang dihadiri seratus lebih tokoh, agar ke depan tidak membuat gaduh. “Rekomendasi paling penting jangan bikin gaduh, jangan salah, jangan bertengkar, itu saja,” katanya dengan tegas.

Mantan Panglima TNI itu memaparkan, dalam pembahasan melalui rapat konsolidasi dan koordinasi yang dihadiri juga cawapres 02 Sandiaga S Uno, menjaring formula dari para tokoh di daerah-daerah di Jateng.

“Rapat koordinasi, apike piye (enaknya gimana) kan gitu,” paparnya. Namun menanggapi pola kempanye capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) yang tampak menyerang, Djoko menanggapi santai.

“Dalam kampanye ada offensif, biasa,” aku dia. “Mau menyerang dalam kampanye, biasa saja, kan kita sesungguhnya demokrasi liberal,” katanya menegaskan. Hanya saja lanjut Djoko, pasangan capres dan cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi akan mempertontonkan peradaban Indonesia.

“Kita pertontonkan kita punya etike dan budaya,” jelas dia. “Ojo do rame le (jangan pada ramai nak), kan gitu,” tuturnya. Kurang lebih seratus lebih orang di dalam ruangan di antaranya sejumlah orang yang mendampingi Djoko Santoso dalam konferensi pers.

Yakni Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi, Rachmawati Soekarnoputri, Sekretaris Hanafi Rais (putra Amien Rais), Neno Warisman, mantan Gubernur Jateng, Bibit Waluyo dan Ketua Gerindra Jateng, Abdul Wachid.

sumber : tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.