Membumikan al Qur’an Dengan Program Tahfidz dan Pesantren MI AL AMIN Sinongko Karanganyar

detikislami.com – Karanganyar – “Pelajar hari ini adalah pemimpin masa depan” begitulah kiranya bunyi sebuah pepatah yang sering dijumpai di organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII) dan sepertinya sudah mendarah daging dalam segala bentuk perjuangan PII di mana pun ia berada. Ketika muda ia berkarya, berjuang dan berkorban untuk negara, dan ketika ia semakin matang dan dewasa, negara memberikan kesempatan baginya untuk mengabdikan diri sebagai “pelayan negara”.

Namun kedewasaan saja tidak cukup untuk memimpin sebuah negeri, kepribadian dan karakter yang baik tentunya menjadi syarat penting agar kepemimpinan tidak salah arah tujuan. Anak bangsa yang memiliki kecerdasan diatas rata-rata tumbuh dilingkungan yang minim dan terbatas sehingga kecerdasannya semakin tumpul tatkala akses untuk mempertajam tidak mampu diraih.

Madrasah Ibtidaiyah (MI) AL AMIN Sinongko, sebuah madrasah ibtidaiyah yang berada di pinggiran Kecamatan Kota Kabupaten Karanganyar memiliki cita cita yang sangat tinggi untuk meningkatkan kualitas dan mentalitas anak bangsa terutama di wilayah Kabupaten Karanganyar dengan adanya program khusus tahfidz dan program pesantren bagi siswanya.

Program Pesantren yang sudah berjalan tahun ke 7 ini sengaja dikhususkan sementara hanya untuk siswa kelas 6. Program yang mempersiapkan siswa selepas lulus dari MI AL AMIN akan sudah terbiasa melanjutkan ke pondok pondok pesantren.

Program khusus tahfidz baru tahun ini dibuka dengan kuota maksimal hanya 15 siswa per angkatan. Program tahfidz ini dibuka untuk lebih memfokuskan program hafalan qur’an yang pada program reguler hanya menargetkan ketika lulus hafal minimal 2 juz al Qur’an, sedangkan untuk program khusus ini menargetkan minimal yang dihafal 10 – 12 juz al Qur’an.

Kepala MI AL AMIN Sinongko, Mahar Alamsyah ketika dihubungi detikislami.com menjelaskan tentang program program tersebut.

“Program pesantren diadakan sejak 7 tahun yang lalu atau angkatan pertama siswa MI AL AMIN yang waktu itu menginjak kelas 6, pesantren yang diadakan itu wajib bagi semua siswa kelas 6 tanpa terkecuali mulai dari harinrabu sampai sabtu, jadi anak anak masuk seperti biasa dihari rabu sudah dengan membawa perlengkapan tidurnya disekolah dan mengikuti pesantren sampai hari sabtu.” terang Alamsyah.

“Kalau program tahfidz memang baru dibuka tahun ini dan alhamdulillah angkatan pertama sudah ada 13 siswa yang layak masuk program tahfidz, sedangkan untuk tahun depan sudah siap 10 anak yang akan masuk di kelas program khusus tahfidz. Program ini memang hanya terbatas untuk 15 siswa itupun kalau memenuhi syarat, sehingga meskipun kuota 15 siswa dan pendaftar ada 20 anak misalkan, tapi yang memenuhi syarat untuk bisa masuk di program khusus hanya 13 anak, maka ya…13 anak itu yang akan diterima. Program khusus ini sengaja diperketat karena memang siswa pilihan saja yang juga diasuh oleh para hafidz hafidzah yang di koordinir oleh Ustadz Juwarno Abdurrahman.”

“Program tahfidz sedikit istimewa karena tidak sembarang siswa bisa masuk, dan tidak sembarang ustadz atau ustadzah bisa mengampu, Kami percayakan Ustadz Juwarno Abdurrahman untuk mengawal dan mengelola program tahfidz ini dan kebetulan beliau juga salah satu lulusan terbaik dari Pondok Pesantren Darusy Syahadah Boyolali.”

“Alhamdulillah untuk program khusus tahfidz ini ada masyarakat yang membantu meminjami rumahnya untuk dapat dipakai yang kebetulan pemilikny juga masih famili dengan Ustadz Juwarno Abdurrahman.” lanjut Alamsyah kepada detikislami.com

Detikislami.com ketika menyambangi MI AL AMIN Sinongko menyaksikan rata rata untuk siswa kelas 1 program khusus sudah hampir selesai menghafal juz 29 dan 30. Hal ini ternyata dikuatkan dengan adanya wisuda tahfidz yang diawali dengan adanya ujian khusus tahfidz sekali duduk dengan hanya kesalahan menghafal minimal 5 kali.

Program program yang ada di MI AL Amin insya Allah juga sejalan dengan program pemerintah kabupaten yang memiliki program satu orang hafidz/ah ditiap desa.Sekaligus juga MI AL Amin juga berusaha membumikan al Qur’an ditengah tengah masyarakat abangan.

MI AL AMIN Sinongko juga membuka kesempatan bagi semua masyarakat yang ingin juga membantu dengan penyaluran dana untuk kemajuan MI AL AMIN, mengingat madrasah ini berdiri bukan semata sebagai ladang bisnis atau bisa dikatakan bukan sekolah yang profit oriented.(al)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.