Ada yang Percaya Hoaks, Jokowi Sebut Suaranya Anjlok 8 Persen

detikislami.com – Calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) mengklaim kehilangan 8 persen suara akibat 9 juta pemilih percaya akan berita bohong, hoaks, dan fitnah terhadap dirinya dan calon wakil presiden Ma’ruf Amin yang tersebar di masyarakat.

Capres nomor urut 01 tersebut mengungkapkan berdasarkan survey Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf isu hoaks itu ikut membuat elektabilitas pihaknya anjlok. Beberapa hoaks seputar paslon nomor urut 01 yang beredar selama gelaran Pilpres 2019 ini adalah kriminalisasi ulama, larangan azan, legalisasi pernikahan sesama jenis, serta yang terbaru isu penghapusan pendidikan agama.

“Anjlok 8 persen gara-gara ini [hoaks]. Saya ingin pada 17 April yang tinggal kurang lebih 40 hari lagi, saya titip agar isu-isu yang berkembang di bawah, baik itu kabar bohong, hoaks, dan juga kabar-kabar fitnah agar kita berani melawan itu,” ujar dia saat menghadiri Deklarasi Alumni Sriwijaya Bersatu di Palembang Sport Convention Center, Sumatera Selatan, Sabtu (9/3).

Terkait isu kriminalisasi ulama, dirinya meminta menunjukkan kepada yang menyebarkan isu tersebut untuk menyebutkan ulama mana yang dikriminalisasi dirinya.

“Pertanyaan saya, yang namanya kriminalisasi itu apa? Kalau orang itu tidak salah kemudian dimasukkan sel, itu kriminalisasi. [Kalau ada ulama dikriminalisasi] Ngomong saya, saya urus. Tapi di negara kita sebagai negara hukum, siapa pun yang salah ya dihukum,” tegas Jokowi.

Hoaks kedua, Jokowi menjelaskan, yakni isu larangan azan apabila dirinya kembali menjadi presiden. Mantan Wali Kota Solo dua periode tersebut mengatakan, tidak mungkin pelarangan azan dilakukan di negara dengan penganut Islam terbesar di dunia.

“Tolong jangan sembarangan ngomong. Enggak mungkin ada,” kata Jokowi.

Lalu, Jokowi melanjutkan, isu pemerintah akan memperbolehkan pernikahan sejenis dan penghapusan pendidikan agama itu tidak mungkin dilakukan di negara yang menjunjung tinggi norma agama seperti Indonesia. Bahkan, dirinya menegaskan pada sila pertama Pancasila sebagai dasar negara pun berlandaskan Tuhan dan agama.

“Tapi 9 juta orang masih percaya [hoaks] itu loh. Anjlok suara saya karena itu. Jadi saya minta untuk kita semua jangan takut menyebarkan kabar benar dan melawan kabar bohong,” ujar dia.

“Tolong disampaikan kepada masyarakat, door to door, jangan termakan isu-isu itu. Jangan sampai dikerjain dengan cara yang tidak demokratis seperti itu. Kita harus militan,” ujar Jokowi seraya menutup kegiatan.

Dalam Pilpres 2019, Jokowi-Ma’ruf berhadapan dengan lawan politik yakni paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

 

sumber : cnnindonesia.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.