Ini Tank Harimau yang Disebut Jokowi Dalam Debat

Calon presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) mengatakan Indonesia sudah mulai memproduksi tank kelas medium untuk kemandirian dalam penyediaan alat utama sistem persenjataan (alutsista).

Hal tersebut diungkap Jokowi saat debat melawan Prabowo Subianto di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (30/3/2019) malam, yang salah satunya membahas pertahanan dan keamanan.

Jokowi mengungkapkan bahwa strategi anggaran pertahanan bukan hanya belanja, tetapi juga investasi, misalnya dengan memproduksi alutsista sendiri yang juga bisa dijual ke negara lain.

Tank Harimau melakukan debut publiknya pada 7 November 2018 dalam Indodefence di Jakarta.

Menurut keterangan PT Pindad selaku produsen, tank itu sudah berhasil melakukan uji lintas, uji ketahanan, main blast test, dan terakhir adalah uji tembak.

Pada ajang Indodefence, Direktur Utama PT Pindad Abraham Mose mengatakan masukan dari pengguna sudah diselesaikan dan ditindaklanjuti sehingga tank buatan lokal itu sudah siap diproduksi massal mulai 2019 ini.

Kapasitas produksi awal adalah 50 unit per tahun, dan akan ditingkatkan di tahun berikutnya hingga 80 unit per tahun.

Tank itu juga akan diekspor dan sudah mengikuti proses lelang di salah satu negara Asia Tenggara.

Tank Harimau diklaim memiliki kemampuan pertahanan balistik dan anti ancaman ranjau terkini. Dengan bobot 30 ton, tank generasi terbaru ini dilengkapi dengan kemampuan daya gempur yang luas mulai dari perlindungan jarak dekat untuk pasukan infantri hingga pertempuran antar kendaraan tempur.

Kecepatan maksimalnya lebih dari 70 km/jam, dapat menampung tiga kru yang terdiri dari komandan, penembak, dan pengemudi, serta memiliki senjata utama turret kaliber 105 mm yang memiliki daya hancur besar.

Menurut Pindad, Tank Harimau juga dilengkapi dengan berbagai teknologi terbaru, seperti sistem kewaspadaan mandiri, hunter killer system, perlindungan pasif (laser warning system), battle management system, serta proteksi hingga level 5.

Turret atau moncong senjata utama memiliki mekanisme autoloader dengan 12 butir peluru di turret dan 26 butir peluru cadangan di dalam hull. Di atas kubah ada senapan mesin kaliber 7,62 mm untuk daya gempur maksimum.

Proyek Tank Harimau ini dimulai awal 2015 melalui kerja sama teknologi dengan Turki. Purwarupa pertama dibuat di Turki, setelah itu dilanjutkan di Pindad sesuai spesifikasi TNI. Harga jualnya diperkirakan US$ 7 juta (Rp 99,6 miliar) per unit.

 

sumber : beritasatu.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.