Hashim Beberkan Menteri Prabowo, TKN: Aroma KKN Busuk

detikislami.com – Wakil Ketua Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Raja Juli Antoni mengaku telah mengendus ihwal praktik bagi-bagi jatah kursi akan dilakukan oleh timses capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Kecurigaan itu muncul, disinyalir, semenjak isu jenderal kardus yang dicuitkan Andi Arief mencuat ke publik.

“Politik transaksional sudah diduga terjadi sejak awal pembentukan koalisi 02 ketika isu jenderal kardus dikuak ke publik,” jelas Toni, dalam keterangan tertulis diterima Tagar News, Senin (4/1) malam.

Menjadi amat ironis menurut Toni. Sebab, belum memenangkan Pilpres 2019 saja, Hashim Djojohadikusumo, adik bungsu Prabowo, justru membeberkan dengan gamblangnya ke masyarakat mengenai pembagian jatah menteri yang terdapat dalam struktur ‘Koalisi Indonesia Adil Makmur’.

Hal itu ia nilai sebagai bentuk percaya diri yang terlalu berlebih.

“Belum menang, bahkan tanda-tanda kalah semakin nyata, malah bagi-bagi kursi sudah diungkap ke publik tanpa ada rasa malu dan bersalah,” tandasnya.

Yang mengumumkan, kata Toni, bahkan bukan capres ataupun cawapres, dan bukan pula ketua umum partai. Melainkan hanya adik bungsu capres nomor urut 02 Prabowo Subianto.

Dalam konteks ini ia memandang, akan merebak absolutisme kepemimpinan yang menelurkan kembali praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) di tubuh pemerintahan Indonesia.

“Hanya anggota keluarga capres. Bagaimana negara akan dikelola dengan aroma KKN yang busuk begini,” ujar Raja Juli Antoni, yang menjabat juga sebagai Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Di sisi internal TKN, Toni katakan, koalisi partai yang mendukung capres petahana Joko Widodo (Jokowi), hingga kini tidak ada pembahasan menyoal bagi-bagi jatah kursi.

Menurut dia, hal yang terpenting adalah terus fokus satu titik, untuk memenangkan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019. Sehingga dapat menuntaskan program-program yang belum diselesaikam Jokowi selama satu periode menjabat sebagai presiden.

“Sampai hari ini tidak ada pembicaraan soal menteri di koalisi 01. Semua bekerja keras untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf,” pungkasnya.

Sebelumnya, Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hashim Djojohadikusumo mengatakan, sudah ada kesepakatan dalam koalisi partai pendukung bahwa akan ada 7 jabatan menteri yang diberikan untuk PAN dan 6 jabatan menteri untuk PKS.

“Saya kira itu antara saya dengan kakak saya. Kita kan sudah sepakat kalau Prabowo-Sandi menang, ada 7 menteri alokasi untuk PAN, 6 kursi menteri untuk PKS,” kata Hashim usai menggelar Foreign Press Briefing di Hotel Ayana Mid Plaza, Jakarta Pusat, Senin (1/4).

Pemilihan presiden diikuti dua pasangan kontestan, yaitu calon presiden-calon wakil presiden nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin dan calon presiden-calon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Hari pencoblosan 17 April 2019.

 

sumber : tagar.id

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.