DDII Pusat Dalam Pusaran Kepentingan Politik Sesaat

detikislami – Beredarnya surat terbuka dari Pimpunan Pusat Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia yang ditujukan kepada Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra (YIM) sebagai Ketua Umum Partai Bulan Bintang kian menjadi polemik dan semakin membawa DDII pada pusaran politik praktis dan surat tersebut menjadi kental dengan aroma tendensi terhadap YIM dan juga PBB.

Pada surat teguran yang diberikan PP DDII kepada YIM tertulis bahwa teguran itu diberikan karena PP DDII menilai sikap YIM yang tidak tahu etika dengan mengatakan Habib Rizieq sebagai Pembohong Besar, dan jauh dari nilai nilai Masyumi dikarenakan berani melawan para ulama.

Sukmo Harsono ketika dikonfirmasi terkait surat terbuka dari Pimpinan Pusat DDII menyatakan bahwa surat itu sangat sangat jelas tendensinya dikarenakan musabab dari Yusril mengatakan Habib Riziq Pembohong Besar tidak disertakan.

“Adanya surat itu jelas sangat tendensi dan diluar logika apalagi normalnya teguran DDII, disitu kan cuman disinggung Yusril yang tidak beretika dengan mengatakan Habib Riziq Pembohong Besar tapi tidak disertai alasan kenapa sampai Yusril berkata itu”, terang Sukmo kepada detikislami.com, Sabtu (6/4)

Lebih lanjut Sukmo menyatakan bahwa surat DDII ini justru tidak sejalan dengan jiwa Masyumi yang hanya melihat permasalahan dari satu sisi.

“Justru kalau jujur jujuran, surat dari PP DDII inilah yang tidak menjiwai jiwa Masyumi karena tidak berprinsip keadilan dengan hanya memandang dari satu sisi, itupun yang sesuai dengan selera pimpinannya, seharusnya mereka bisa lebih arif dan bijaksana dengan melihat dulu kenapa YIM sampai mengatakan Habib Riziq Pembohong Besar, itu tak lainkan karena YIM menjawab tuduhan dari Habib Rizik dimana dia yang dengan jelas dan gamblang di media Front TV mengatakan terlebih dahulu bahwa YIM Pembohong, dan YIM hanya menjawab serta menjaga nama baiknya saja”, terang Sukmo lebih jauh.

“Di hari hari mendekati pelaksanaan pemilu ada baiknya semua tokoh agama, kyai, ulama, petinggi ormas islam, bisa saling menjaga statement, jangan justru asal berstatement yang akhirnya membuat suasana menjadi panas, mari kita buat sejuk suasana yang sudah panas ini, jangan sampai karena perbedaan sikap pilihan capres lalu menjadikan kita tercerai berai, tugas ulamalah yang seharusnya mendinginkan”. Tutup Sukmo kepada detikislami.com (al)

 

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.