Kegembiraan Jokowi dan Kemarahan Prabowo

detikislami.com – Calon Presiden (Capres) nomor urut satu (01) Jokowi Widodo-Ma’ruf Amin berkampanye gembira memaparkan salah satu programnya di Kupang NTT. Sedangkan Capres nomor urut dua (02) Prabowo, dengan kemarahan mengebrak podium sembari menceritakan antek asing di Yogyakarta.

Mulanya, Jokowi memulai kampanye di Lapangan Sitarda Lasiana, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) memaparkan salah satu program yang menjadi andalannya yaitu Kartu Pra Kerja, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, dan Kartu Sembako Murah. Tapi, selain itu Jokowi pun mengungkapkan kecintaannya pada masyarakat NTT, dengan membangun tujuh bendungan untuk mengatasi kesulitan air disana.

Di antaranya Raknamo dan Manikin di Kabupaten Kupang, Rotiklot di Belu, Napun Gete di Sikka, Temef di Timor Tengah Selatan, Mbay di Nagekeo, dan Kolhua di Kota Kupang.

“Masalah di NTT ini hanya satu ketersediaan air untuk mengairi sawah-sawah dan ladang-ladang itu, juga pasokan air bersih untuk rakyat. Karena itulah, khusus di NTT, kita bangun tujuh bendungan. Daerah lain hanya ada dua atau tiga bendungan,” beber dia dalam instagram miliknya @jokowi, Senin (8/4).

Jokowi pun yakin, kerja keras dan usahanya membantu masyarakat NTT dapat berbuah manis untuknya pada 17 April mendatang.

“Saya yakin minimal 80 persen, minimal loh ya. Bisa 85 persen boleh, 90 persen boleh, 95 persen boleh,” tukas Jokowi pada pendukungnya yang menghadiri kampanye di di Lapangan Sitarda Lasiana, Kota Kupang, Senin (8/4).

Lepas dari NTT, Jokowi melanjutkan kampanye ke Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Di Kalawa Convention Hall Jokowi ia menyapa masyarakat Palangkaraya sekaligus mengaskan tindakan terkait penyalahgunaan narkotika.

“Jangan diberi ampun, merusak generasi, siapa yang setuju narkoba ditegasi?” ujar Jokowi pada pendukungnya dilansir dari Kantor Berita Antara, Senin (8/4).

“Nanti akan saya minta Kapolda dan Kapolri agar tegas terhadap semua pengedar yang ada di Palangkaraya, yang ada di Kalteng,” sambungnya.

Selain menjabarkan tiga kartu andalannya, dalam kesempatan yang sama Jokowi meminta masyarakat, relawan, dan pendukungnya untuk turut memangkan dirinya bersama Ma’ruf di Pilpres 2019. Bukan 59 persen lagi seperti saat Jokowi-Jusuf Kalla, tapi 70 persen.

“Hati-hati nanti tanggal 17 sore saya ke sini, Pak Ketua Kalimantan Tengah dapat berapa persen? Di atas 70, minimal 70 persen, setuju?! Awas nanti kalau enggak dapat awas,” tuturnya.

Temui Sultan Hamengku Buwono X hingga Kutip Pidato Bung Karno Calon Presiden nomor urut dua (02) Prabowo Subianto menggelar kampanye terbuka di di Stadion Kridosono, Yogyakarta. Ketua Umum Partai Gerindra ini pun memilih membuka pidato politiknya dengan kutipan pidato Presiden Pertama RI Soekarno, kala di depan Pengadilan Belanda tahun 1930 dulu.

“Dengarkan inilah kutipan pidatonya, ‘Pergerakan pemberontakan dan lain sebagainya lahir bukan karena hasutan kaum intelektual, pergerakan lahir adalah alamiah karena penderitaan rakyat yang tak tertahankan’,” ujar Prabowo dihadapan ribuan masyarakat Yogyakarta di Lapangan Kridosono, Yogyakarta, dalam rilis resmi dari BPN, Senin (8/4).

Prabowo Subianto saat menyapa ribuan pendukungnya dalam kampanye terbuka di Stadion Kridosono Yogyakarta, Senin (8/4).

Prabowo pun menjelaskan pada ribuan masyarakat yang hadir bahwa kini negara Indonesia menurutnya dalam keadaan tidak benar. “Emak-emak tahu bahwa negara ini sedang sakit dan terjadi ketidakadilan yang sangat parah di republik ini,” ungkap dia.

Dengan kata lain menurutnya saat ini, Ibu pertiwi sedang diperkosa. Pasalnya, segelintir orang sedangn menguasai kekayaan ratusan juta rakyat Indonesia, ditambah elit di Jakarta yang sengaja merusak bangsa.

“Kondisi Republik saat ini tidak seperti yang di cita-citakan bung Karno, bung Hatta, KH ahmad Dahlan, KH Hashim Asy’ari. Bukan ini. Segelintir orang menguasai kekayaan ratusan juta rakyat Indonesia. Ibu pertiwi sedang diperkosa, elit di Jakarta seenaknya saja merusak bangsa ini,” tegasnya.

Prabowo pun mengajak masyarakat yang hadir disana untuk memilih pasangan nomor urut dua, yang ia klaim dapat menghentikan perampokan kekayaan Indonesia.

“Kita harus memilih pemerintah yang bisa menghentikan perampokan ini. Nanti 17 april saudara-saudara harus membuat sejarah untuk Indonesia. Jika saudara saudara mencoblos 02 bukan untuk Prabowo-Sandi, tapi untuk anak cucumu,” tandasnya.

Sebelum menggelar kampanye terbuka, calon presiden nomor urut dua (02) Prabowo Subianto ini pun diketahui melakukan pertemuan dengan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang sekaligus Raja Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Sultan Hamengkubuwono X di Kantor Gubernur DIY, Senin (8/4).

Pertemuan tertutup tersebut menurut Prabowo hanyalah sowan untuk menggelar kampanye terbuka.

“Saya hari ini akan berkampanye di Yogya, jadi saya sowan dan sekaligus kulonuwun kepada Ngarso Dalem Sri Sultan,” terangnya.

Saat pertemuan berlangsung, Prabowo tidak sendiri karena ia didampingi oleh Ketua BPN Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso, Wakil Ketua BPN Rachmawati Soekarno Putri, dan Titiek Soeharto. Sementara Sri Sultan ditemani oleh istrinya GKR Hemas.

 

sumber : tagar.id

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.