Mana Bukti BUMN Dirampok? Prabowo: Bukti Ndasmu!

detikislami.com – Capres 02 Prabowo Subianto kembali menggunakan diksi Bahasa Jawa ndasmu yang berarti kepalamu. Hal ini dia sampaikan saat menyapa puluhan ribu pendukungnya di Stadion Kridosono Yogyakarta, Senin (8/4). Di awal pidatonya, Prabowo mengutip kalimat Presiden Soekarno yang disampaikan di depan Pengadilan Belanda pada 1930 lalu.

“Pergerakan pemberontakan dan lain sebagainya lahir bukan karena hasutan kaum intelektual. Pergerakan lahir adalah alamiah karena penderitaan rakyat yang tidak tertahankan,” ujarnya.

Prabowo menilai, apa yang dirasakan rakyat saat ini sudah berat. Ulah elit politik di Jakarta semakin menambah penderitaan rakyat. “Apalagi kekayaan kita, BUMN yang menjadi kebanggaan kita, sudah dirampok,” kata dia di atas podium.

Dia menegaskan, sudah banyak temuan perampokan keuangan dan aset milik BUMN itu. Tapi selama ini tidak ada tindaklanjutnya. “BUMN-BUMN ada kebanggaan kita, milik rakyat. Garuda, Pertamina, PLN dan lainnya, semua dirampok. Sudah ada ribuan buktinya,” ujarnya.

Lalu dengan nada bercanda, Prabowo berujar, “Bung mana buktinya. Wartawan menunggu saya salah bicara soal buktinya, lalu meliputnya soal saya yang salah bicara itu,” katanya.

Dia menegaskan, tidak takut salah bicara apalagi data. “BUMN yang dirampok itu datanya ada di BPK (Badan Pemeriksa Keuangan). Sudah ada ribuan temuan Bung. Sudah diumumkan pula. Kalau ada yang tanya mana buktinya, bukti ndasmu! (kepalamu),” katanya dengan nada tinggi.

Kata ndasmu, dalam bahasa Jawa berarti kepalamu, dengan konotasi negatif. Kata ndasmu biasa digunakan sebagai umpatan atas ketidaksepakatan terhadap pernyataan.

Prabowo menyebut, orang yang suka menanyakan mana buktinya, mana buktinya, biasanya orang yang sudah terdesak. Orang yang mau menghindar, orang yang mau beralasan dan membohongi. “Tuh…. di BPK temuannya segudang. Masih mau tanya lagi (bukti)?” ujarnya.

“Apakah kalian, rakyat Indonesia masih mau dibohongi lagi oleh elit-elit itu,” tanya Prabowo yang langsung disambut “tidak” oleh ribuan pendukungnya.

Pendiri Partai Gerindra ini mengingatkan, negara Indonesia sedang sakit. Ketidakadilan terjadi dengan sangat parah dan akit di negeri ini. “Segelintir orang menguasai kekayaan ratusan juta bangsa Indonesia. Negeri ini, Ibu Pertiwi ini sedang diperkosa. Hak rakyat diinjak-injak,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Prabowo yang mantan tentara meminta kepada juniornya untuk netral, selalu mengabdi untuk rakyat dan kedaulatan Indonesia. Begitu juga anggota Polri untuk mengayomi masyarakat.

“Adik-adikku, yang masih aktif di tentara atau polisi jangan mengabdi kepada segelintir orang, apalagi mengabdi kepada antek asing. Kalian adalah tentara rakyat, polisi rakyat. Ingat itu,” katanya.

 

sumber : tagar.id

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.