Prabowo: Terima Kasih KIH, PPP, Golkar, 212, dan FPI

detikislami.com – Calon presiden nomer urut 02 Prabowo Subianto dengan gaya khas orasinya, melontarkan kekecewaannya kepada elit-elit di Jakarta, di hadapan ribuan simpatisannya dalam kampanye akbar di Stadion Kridosono Yogyakarta, Senin (8/4/2019).

Sambil menggebrak meja podium, Prabowo mengungkapkan ketidakadilan yang terjadi di negeri ini.

Menurutnya, ketidakadilan tersebut karena kekayaan Bangsa Indonesia dikuasai oleh segelintir orang, elite-elite Jakarta yang selalu berbohong kepada rakyat.

“BUMN-BUMN kebanggaan kita, Garuda, Pertamina, PLN semua dirampok. Nanti mereka tanya apa buktinya, mana buktinya? Bung, buktinya ada segudang di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). BPK mengumumkan ada belasan ribu temuan tidak ada tindak lanjut,” ujar dia.

Prabowo juga mengulang pernyataannya, “Ibu Pertiwi sedang diperkosa. Rakyat sedang diinjak-injak. Segelintir orang elite di Jakarta seenaknya merusak negara ini,” ujarnya.

Dalam pidatonya, Prabowo mengucapkan terima kasih kepada para simpatisan yang telah menyambutnya.

“Saya tanya, saudara ke sini dikasih duit apa tidak? Saudara ke sini karena saudara mengerti saudara paham bahwa negara dalam keadaan tidak benar. Negara ini sedang sakit. Telah terjadi ketidakadilan yang sangat parah di republik ini,” ujar Prabowo.

Menurutnya, Indonesia saat ini bukanlah bangsa seperti yang telah diperjuangkan oleh Bung Karno dan Bung Hatta.

Ia mengatakan, rakyat Indonesia sudah tidak mau dibohongi lagi, sehingga, perlu memilih pemerintah yang akan menghentikan perampokan kekayaan bangsa.

“Jadi pada 17 April adalah kesempatan berbuat sejarah untuk masa depan Bangsa Indonesia. Jadi nanti saudara waktu mencoblos 02 jangan berpikir coblos 02 untuk menjadikan Prabowo Presiden dan Sandi Wakil Presiden. Itu tidak cukup. Kau mencoblos 02 untuk menyelamatkan masa depan anak-anak dan cucu,” ujarnya.

Prabowo Subianto juga mengucapkan terima kasih kepada Partai Politik (parpol) Koalisi Indonesia Adil Makmur yang ikut menghadiri kampanye akbarnya.

“Terima kasih kepada PAN, Gerindra, Berkarya, Demokrat. Terima kasih PPP yang sah, PPP yang setia pada rakyat, PPP yang setia pada umat, PPP yang setia pada keadilan dan kebenaran. Terima kasih Golkar, Golkar yang menegakkan kebenaran, membela keadilan,” katanya.

Prabowo juga mengucapkan terima kasih kepada Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF), Alumni Gerakan 212 dan Front Pembela Islam.

Sebelumnya, saat berkunjung ke Kompleks Kepatihan untuk bertemu Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Prabowo mengungkapkan kalau kedatangannya semata-mata untuk minta izin dan berdialog singkat. “Saya minta izin, untuk kampanye. Tadi berbicara soal NKRI, kebinekaan, tidak ada yang lain,” ujarnya.

Sementara, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, selama masa kampanye ini dirinya harus selalu standby di kantor karena menerima capres.

“Bertemu di sini karena selama masa kampanye harus standby di kantor. Meninggalkan ke luar daerah pun engga boleh,” ujar Sultan.

Untuk pesan menjaga NKRI, Bhinneka Tunggal Ika dan lainnya, kata Sultan, gesekan antar pendukung pasangan capres harusnya tidak boleh terjadi, Sultan berharap semuanya bisa saling menyadari problematika dan menahan diri.

“Jangan ada yang memprovokasi,” jelasnya.

Dia juga meminta Pemilu bisa berjalan dengan jujur dan adil serta menerapkan azas bebas rahasia. Selain itu, pelaksanaan berjalan dengan aman, tertib dan damai. “Soal kegaduhan paling hanya di medsos, ” ujar Sultan.

 

sumber : beritasatu.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.