Bima Arya Bulatkan Hati ke Jokowi, Siap Kena Sanksi PAN

detikislami.com – Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Bima Arya Sugiarto memutuskan untuk mendukung Joko Widodo (Jokowi)– Ma’ruf Amin pada pemilihan presiden 2019, bertentangan dengan garis politik partainya yang mendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Bima juga mengatakan siap menerima konsekuensinya.

Hal itu dikatakan Bima Arya saat acara acara SpeakUp #SatukanSuara di Gedung Puri Begawan, di Jalan Raya Padjajaran, Baranangsiang, Bogor Timur, Kota Bogor, Jumat (12/4/2019) malam. Sebagai pembicara malam itu, Bima mengaku belajar banyak dari kepemimpinan Jokowi sejak jadi wali kota Solo, gubenur DKI Jakarta, hingga presiden.

“Hari ini saya sebagai kader partai yang memilih dengan segala risikonya untuk berbeda dengan garis partai,” papar Bima yang juga Wali Kota Bogor terpilih 2019-2024.

Ketika didesak terkait risiko terberat hingga pemecatan dari partai, Bima berpegangan salah atau benar adalah risiko yang harus ditanggung dirinya pribadi. Mana yang benar, tetaplah benar, ketika salah lakukanlah yang benar.

“Right or wrong is my partry. When it’s right keep it right, when it’s wrong make it right, itu prinsip saya,” kata Bima yang menjabat Wakil Ketua Umum PAN.

Bima pun merasa konsisten dan tidak secara mendadak memilih pilihan kepada Jokowi. Berkaca pada Munas PAN Agustus 2018 atau beberapa jam sebelum partainya menjatuhkan pilihan kepada Prabowo, Bima menuturkan, sudah tidak cocok dengan pilihan itu.

“Pak Zul (Zukifli Hasan, ketua umum PAN- red) tahu, bila saya tidak sepandangan dengan partai. Karena waktu itu saya masih menjabat kepala daerah, maka saya tidak akan menyampaikan secara terbuka,” kata Bima.

Bila pilihannya saat ini berujung pemecatan dari PAN, Bima mengaku belum memikirkan untuk pindah ke partai lain. Dia menegaskan keyakinan bahwa dirinya saat ini masih kader PAN dan pernah ikut membesarkan PAN.

 

sumber : beritasatu.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.