Hari ini, KPK Periksa Menag Lukman Hakim

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tiba di Kantor Kementerian Agama, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (18/3). JURU Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Febri Diansyah mengkonfirmasi dari hasil penggeledahan yang dilakukan KPK hari ini di Kementerian Agama dan Kantor DPP PPP telah menyita sejumlah dokumen dan uang dalam bentuk rupiah dan dolar amerika. SP/Joanito De Saojoao.

detikislami.com – Jakarta – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan memeriksa Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sebagai saksi kasus dugaan suap pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemag), Rabu (24/4).

Pemeriksaan terhadap Lukman dilakukan tim penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan dengan tersangka mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romy.

“Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RMY (Romahurmuziy),” kata Jubir KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Selasa (23/4) malam.

Selain Lukman Hakim, dalam mengusut kasus jual beli jabatan ini, tim penyidik juga menjadwalkan memeriksa dua anggota Panitia Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Kemag, yakni Aulia Muttaqin dan Muhammad Amin.

Tak hanya itu, tim penyidik juga menjadwalkan memeriksa Staf Khusus Lukman Hakim, yakni Gugus Joko Waskito. Seperti halnya Lukman Hakim, ketiga saksi juga diperiksa untuk melengkapi berkas perkara Romy.

“Ketiganya diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RMY,” kata Febri.

Pemeriksaan terhadap Lukman diduga untuk mengklarifikasi dan mendalami uang Rp 180 juta dan US$ 30.000 yang disita tim penyidik saat menggeledah ruang kerja Lukman di Kementerian Agama. Diduga, uang tersebut terkait dengan kasus jual beli jabatan.

Sementara Gugus sendiri telah pernah diperiksa tim penyidik pada Jumat (12/4) lalu. Saat itu, Gugus mengaku tak tahu menahu mengenai uang ratusan juta yang disita tim penyidik dari ruang kerja Lukman.

KPK menetapkan Romy bersama Kepala Kantor Kemag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kakanwil Kemag Provinsi Jatim, Haris Hasanuddin sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kemag.

Muafaq dan Haris diduga telah menyuap Romy untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemag. Muafaq mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kemag Kabupaten Gresik dan Haris mendaftar sebagai Kakanwil Kemag Provinsi Jatim.

Pada 6 Februari 2019, Haris mendatangi kediaman Romy dan menyerahkan uang sebesar Rp 250 juta untuk memuluskan proses seleksi ini sesuai kesepakatan. Saat itu, KPK menduga telah terjadi pemberian suap tahap pertama.

Namun, pada pertengahan Februari 2019, pihak Kemag menerima informasi bahwa nama Haris Hasanuddin tidak lolos seleksi untuk diusulkan ke Menteri Agama karena pernah mendapatkan hukuman disiplin.

KPK menduga telah terjadi kerjasama antara Romy dan pihak-pihak tertentu termasuk pejabat Kemag untuk tetap meloloskan Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kemag Provinsi Jatim.

Selanjutnya, Haris Hasanuddin dilantik oleh Menag sebagai Kakanwil Kemag Jatim pada awal Maret 2019. Setelah Haris lolos seleksi dan menjabat Kakanwil Kemag Jatim, Muafaq meminta bantuan kepada Haris untuk dipertemukan dengan Romy. Pada Jumat (15/3) lalu, Muafaq, Haris, dan Calon Anggota DPRD Kabupaten Gresik dari PPP, Abdul Wahab menemui Romy untuk menyerahkan uang Rp 50 juta terkait kepentingan jabatan‎ Muafaq.

 

Sumber : beritasatu.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.