SMA AL ISLAM 1 SURAKARTA Dalam Pusaran Milenial dan Hilangnya Jati Diri

detikislami.com – Solo – SMA Al Islam 1 Surakarta merupakan lembaga pendidikan yang memiliki rangkaian sejarah panjang. Diawali dari berdirinya Perguruan Al Islam tanggal 27 Romadlon 1346 H atau 21 Maret 1928 M yang dirintis dan dipelopori oleh KH. Imam Ghozali dengan dibantu KH. Abdussomad dan KH. Abdu Manaf.

Pada mulanya berupa Madrasah Dinul Islam yang hanya mengajarkan pendidikan agama islam, kemudian berkembang menjadi Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah.

Dalam kongres pendidikan Islam di Surakarta tahun 1948 diamanatkan untuk memasukan pelajaran umum dalam kurikulum madrasah, kemudian atas prakarsa K.M Makmuri disusunlah kurikulum seperti yang dimaksud, sehingga MA Al Islam yang semula masa belajarnya 2 tahun menjadi 3 tahun karena adanya tambahan pelajaran umum yang sama dengan SMA

Awal Mulai Ujian SMA

Mulai tahun 1956 sampai dengan tahun 1965 siswa Madrasah Aliyah Al Islam diperkenankan mengikuti ujian SMA dengan menggabung di SMA negeri

Baru pada tahun 1966 setelah SMA Al Islam 1 Surakarta mendapat pengakuan resmi dari pemerintah, dan diberi kewenangan penuh untuk penyelenggara kan ujian sendiri sehingga pada saat itu masyarakat mengenalnya sebagai sekolah AC DC, dimana lulusannya bisa memperoleh dua ijazah yaitu ijazah Madrasah Aliyah yang dikeluarkan oleh departemen agama dan ijazah SMA yang dikeluarkan departemen pendidikan.

Dalam perjalanan dan perkembangannya mengahadapi masa milenial yang dituntut untuk bisa mengupgrade diri, SMA AL ISLAM 1 Surakarta berupaya untuk menjawab tantangan milenial mulai tahun ajaran 2019/2020 dengan berupaya merubah hari libur yang sudah menjadi ciri khasnya, yaitu dirubahnya libur hari Jumat menjadi hari Minggu.

Perubahan yang sepertinya hanya pengurus Yayasan saja yang tahu alasannya dan rencananya akan disosialisasikan pada pertemuan 28 April 2019, sesuai dengan broadcase yang beredar di beberapa grup WA

Terkait kebenaran broadcase tersebut ketika detikislami.com mengkonfirmasikan ke salah satu guru hanya membenarkan saja tanpa memberi keterangan lebih.

Salah satu wali murid SMA AL ISLAM 1 Surakarta yang tidak mau disebutkan namanya menjelaskan bahwa dengan bergantinya hari libur dari Jumat ke hari Minggu maka jati diri dari SMA AL ISLAM 1 ini otomatis menjadi hilang.

“Libur hari Jumat kan sudah menjadi identitas lama atau bahkan sudah menjadi ciri khas dari sekolah ini (SMA AL ISLAM 1 Surakarta), lha kalau dirubah menjadi hari minggu ya..sama saja yayasan mau mengubur sekolah ini”, Terang salah seorang wali murid SMA AL ISLAM 1 yang tidak mau disebutkan namanya.

“Seluruh siswa dan warga sekolah merasa masalah utama di SMA AL ISLAM 1 ini bukanlah soal hari liburnya yang hari jumat, tapi sebenarnya yang menjadi masalah utama adalah yayasan itu sendiri yang sudah terlalu lama dan seolah sekolah ini milik mereka”, lanjutnya.

Hal senada diutarakan oleh beberapa alumni dari SMA AL ISLAM 1 Surakarta. Mereka juga menyatakan kesedihannya akan adanya perubahan hari libur tersebut dan berharap yayasan dapat membatalkan rencana tersebut.

Perwakilan sebagian alumnipun menyatakan bahwa merubah hari libur dari hari jumat menjadi hari minggu sama saja SMA AL ISLAM 1 Surakarta membuang jati diri dan menggali lubang sejarah yang segera ditutup.

“Kami belajar selama 6 tahun dari SMP AL ISLAM 1 hingga SMA AL ISLAM 1 dan selama itu pula saya dan teman teman saya libur sekolah hari jumat, dan tidak ada masalah, jika benar yayasan Al Islam akan merubah hari libur dari jumat ke minggu hanya gara gara jumlah pendaftar semakin sedikit justru pihak yayasan dan pengelola sekolahlah yang harus dikritisi, jangan sampai terjadi status quo di tubuh Yayasan dan Sekolah sehingga mengorbankan identitas dan ciri khas dari AL ISLAM itu sendiri.” terang perwakilan alumni ketika dihubungi detikislami.com, Rabu (24/4)

“Kami justru merasa bangga jika libur sekolah pada hari jumat karena itu adalah hari raya umat Islam, kalau jadi hari minggu liburnya maka SMA AL ISLAM 1 Surakarta tidak ada bedanya dengan sekolah sekolah umum yang ada, dan siap siaplah ditinggal oleh keluarga besar alumni dan umat Islam dan bisa dipastikan sekolahan akan segera tutup”, lanjutnya. (al)

 

 

 

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.