SMA AL ISLAM 1 Surakarta Dalam Persimpangan Sejarah

detikislami.com – Solo – Keputusan Yayasan yang merubah hari libur SMA AL ISLAM 1 Surakarta dari hari Jumat menjadi hari minggu menuai reaksi Pro dan Kontra dari para alumninya.

Dari informasi yang detikislami.com terima, keputusan merubah hari libur adalah dikarenakan jumlah pendaftar yang semakin sedikit, rata rata setiap tahunnya dibulan April biasanya sudah sampai kurang lebih 350 calon siswa yang mendaftar

“Tahun 2018 sampai bulan April pendaftar siswa baru mencapai 350 sedangkan yang mendaftar ulang ada 310 siswa, tahun 2019 sampai bulan April ini yang mendaftar hanya 220 dan yang sudah daftar ulang hanya 180 siswa”. Terang mantan staf pengajar SMA AL ISLAM 1 Surakarta

“Sebenarnya permasalahan di Al Islam 1 tidak hanya jumlah murid saja yang semakin menurun tapi adanya indikasi yayasan mulai tidak transparan dalam segala hal, keuangan, tender pembangunan gedung, dan bahkan dalam perekrutan guru cenderung memakai guru yang berasal dari luar alumni”. Lanjutnya kepada detikislami.com

Disisi lain beberapa alumni menyetujui perubahan yang dilakukan yayasan terkait dengan bergantinya libur bagi siswa SMA AL ISLAM 1 Surakarta,

“Mereka(Yayasan) tentu memiliki pertimbangan dan melihat kebutuhan pasar jika SMA AL ISLAM 1 pengen maju, salah satu pertimbangan dipindahnya hari libur dari jumat ke minggu mungkin salah satunya”, Kata Joko salah satu alumni ketika dimintai konfirmasi oleh detikislami.com

Sayangnya sampai hari ini pihak yayasan belum bisa dihubungi untuk konfirmasi perihal yang menjadi polemik tersebut. (al)

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.