Ini Perolehan Suara Jokowi dan Prabowo di “Provinsi Garis Keras” dalam Situng KPU

detikislami.com – Pernyataan Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD soal Pasangan Jokowi-Ma’ruf kalah di “Provinsi Garis Keras” menjadi viral di media sosial dan memicu polemik. “Provinsi Garis Keras” ini disampaikan Mahfud dalam wawancara di salah satu stasiun TV dengan durasi 1 menit 20 detik.

“Tapi kalau lihat sebarannya di beberapa provinsi-provinsi yang agak panas, Pak Jokowi kalah. Dan itu diidentifikasi tempat kemenangan Pak Prabowo itu adalah diidentifikasi yang dulunya dianggap ‘provinsi garis keras’ dalam hal agama misal Jawa Barat, Sumatera Barat, Aceh dan sebagainya, Sulawesi Selatan juga,” ujar Mahfud dalam video tersebut.

Berdasarkan pantauan Beritasatu.com pada portal pemilu2019.kpu.go.id. hingga Minggu (28/4) pukul 15.45 WIB, jumlah data C1 sudah mencapai 383.912 dari 813.350 TPS atau 47,02 persen dari seluruh jumlah TPS.

Pasangan Jokowi-Ma’ruf mendapat 40.621.097 suara atau 56,34 persen dan Prabowo-Sandi meraih 31.481.211 suara atau 43,66 persen.

Berikut hasil perolehan suara kedua paslon di “provinsi garis keras” yang disebut Mahfud MD:
1. Aceh
– Data yang masuk: 60,1%
– Jokowi-Ma’ruf: 266.661
– Prabowo-Sandi: 1.437.628

2. Sumatera Barat
– Data yang masuk: 72,7%
– Jokowi-Ma’ruf: 282.508
– Prabowo-Sandi: 1.827.316

3. Jawa Barat
– Data yang masuk: 25,2%
– Jokowi-Ma’ruf: 2.998.731
– Prabowo-Sandi: 3.711.830

4. Sulawesi Selatan
– Data yang masuk: 61,4%
– Jokowi-Ma’ruf: 1.291.618
– Prabowo-Sandi: 1.718.690

Berikut ini adalah bunyi potongan video wawancara Mahfuf MD yang beredar di media sosial.

“Kemarin itu sudah agak panas dan mungkin pembelahannya sekarang kalau lihat sebaran kemenangan ya mengingatkan kita untuk lebih sadar segera rekonsiliasi. Karena sekarang ini kemenangan Pak Jokowi ya menang dan mungkin sulit dibalik kemenangan itu dengan cara apapun

Tapi kalau lihat sebarannya di beberapa provinsi-provinsi yang agak panas, Pak Jokowi kalah. Dan itu diidentifikasi tempat kemenangan Pak Prabowo itu adalah diidentifikasi yang dulunya dianggap provinsi garis keras dalam hal agama misal Jawa Barat, Sumatera Barat, Aceh dan sebagainya, Sulawesi Selatan juga.

Saya kira rekonsiliasinya jadi lebih penting untuk menyadarkan kita bahwa bangsa ini bersatu karena kesadaran akan keberagaman dan bangsa ini hanya akan maju kalau bersatu.

 

Sumber : beritasatu.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.