Wisuda dan Akhir Dari Identitas SMA AL ISLAM 1 Surakarta

detikislami.com – Solo – Identitas atau Ciri khas tentunya adalah sesuatu yang perlu dijaga dan dilestarikan, apalagi jika sebuah identitas yang sudah melekat sejak puluhan tahun yang lalu.

Masing masing lembaga selalu berupaya membangun identitas yang lekat dengan lembaganya, tak jarang beberapa lembaga atau pelaku bisnis membeli mahal sebuah identitas atau brand.

SMA AL ISLAM 1 SURAKARTA (SMALSA) adalah salah satu sekolah ikonik di kota Solo yang memiliki identitas tidak hanya sekedar SMA biasa. Ya…dikarenakan sejak dahulu puluhan tahun yang lalu, SMALSA telah dikenal sebagai sekolah strata menengah atas yang meliburkan siswanya tidak di hari minggu seperti sekolah pada umumnya, melainkan siswa diliburkan di hari Jumat.

Alumni Smalsa yang bertebaran di bumi nusantara dari Aceh sampai Papua merasakan begitu sentimentilnya ketika mereka diajak mengingat masa masa ketika masih SMA dan harus libur di hari jumat sebagaimana yang disampaikan Abdul salah seorang alumni Smalsa.

“Libur dihari jumat itu rasanya luar biasa, meski di dalam hati rasanya pengen juga ikut ikutan libur pas hari minggu seperti temen temen, tapi nggak tau ya…kalau pas jumat tuh sampai sekarang selalu keinget jaman jaman SMA dulu”, terang Abdul ketika diwawancara detikislami.com di sebuah caffe di kota Solo, Rabu (2/5) malam.

Hari pendidikan tahun ini bersamaan dengan waktu wisuda kelulusan kelas XII siswa siswi SMALSA. Kurang lebih 310 an siswa siswi diwisuda di gedung pertemuan Graha Wisata Niaga Solo. Yang menarik dari wisuda ini adalah sambutan dari pengurus yayasan AL ISLAM yang beberapa point intinya menyatakan ucapan terima kasih kepada seluruh wali murid yang telah menitipkan anak anaknya di SMALSA serta tak lupa menginformasikan bahwa mulai Tahun Ajaran depan 2019/2020 SMALSA sudah tidak lagi libur di hari jumat melainkan resmi diganti menjadi libur di hari minggu.

Nampaknya pertimbangan yang perlu disampaikan secara jelas kepada seluruh keluarga besar AL ISLAM dan para alumninya tentang alasan yang paling mendasar dari perubahan hari libur sekaligus perubahan identitas dari SMA AL ISLAM 1 Surakarta mengingat dari adanya Pro dan Kontra sebagian besar keluarga besar serta alumni SMALSA lebih banyak yang kontra terkait dengan perubahan hari libur tersebut.

Beberapa wali murid yang kebetulan juga alumni SMALSA ketika dikonfirmasi masalah ini justru menyoroti banyaknya pemangku keputusan dan kebijakan di SMALSA termasuk kepala sekolah yang justru bukan dari keluarga besar ataupun alumni SMALSA.

“Bisa jadi adanya perubahan libur ini karena yang bagian ngambil kebijakan itu bukan alumni SMA AL ISLAM 1, kalau alesannya karena siswa yang mendaftar tahun ini semakin sedikit masak sampe mengorbankan identitas AL ISLAM yang sudah puluhan tahun tanpa beban, harusnya tuh pihak yayasan yang dievaluasi, bukan langsung mengganti hari liburnya, karena setahu saya masalah AL ISLAM tidak hanya di AL ISLAM 1 saja, coba lihat SMA AL ISLAM 2 dan 3 yang sudah dibuat libur hari minggu, mana ada pertanggungjawabannya sampai sekarang hingga sekolahnnya tutup, harusnya masyarakat bisa menilai sendiri apalagi seperti kami yang pernah hidup (belajar) di sekolah itu, dan setahu saya termasuk kepala sekolahnya yang sekarangpun bukan alumni ataupun keluarga besar AL ISLAM entah benar atau salah”, terang Masrur, wali murid yang juga alumni SMALSA ketika dikonfirmasi detikislami.com

Sampai berita ini ditayangkan redaksi masih berupaya mengkonfirmasi pihak yayasan. (al)

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.