Mina Padat di Berbagai Penjuru Tempat

detikislami.com – Mekah – Jemaah haji dunia kini tengah berkumpul di Mina. Mereka tengah menunggu waktu untuk menjalankan wajib haji, yakni mabid (bermalam) di Mina dan melontar jamrah.

Selepas dari Arafah dan Muzdalifah, jemaah haji kemudian menuju ke Mina untuk bermalam di tenda. Menurut petugas pada Minggu (11/8/2019) malam, kawasan Mina terlihat begitu ramai.

Kepadatan sudah terasa sejak pintu masuk utama Mina. Bus-bus pengantar tak bisa mendekat ke gerbang utama. Otomatis, para jemaah sudah harus berjalan kaki untuk masuk ke area melontar jamrah dan lanjut ke tenda-tenda yang telah disediakan.

Jarak antara tempat bus berhenti hingga ke lokasi melontar jamrah sekitar 2 km, atau butuh 30-45 menit berjalan kaki. Adapun untuk tenda tergantung dari rombongan kloter. Menurut petugas haji yang sempat ditemui, jaraknya ada yang sampai radius 7 km dari lokasi bus berhenti.

Alhasil, kemampuan fisik jemaah bakal diuji di sini. Lantaran jarak yang harus ditempuh dengan berjalan kaki hitungan kilometer. Belum lagi ketika siang hari panas terik bakal menyengat.

Ketika tiba hampir dini hari, situasi Mina pun jauh dari kata sepi. Yang ada justru kepadatan jemaah di berbagai tempat, khususnya di dekat restoran cepat saji. Lokasi yang kira-kira tidak diusir oleh petugas keamanan ketika menggelar alas untuk duduk atau rebahan sejenak.

Mereka yang memilih duduk atau menggelesor di pinggir jalan ini bukan tak memiliki tenda. Melainkan untuk istirahat sejenak karena jauhnya jarak dari tenda mereka ke tempat toko, restoran cepat saji ataupun lokasi melontar jamrah.

Memang ada pula yang terlihat seperti ‘haji backpaker’, mereka yang tidak dikoordinasi dalam suatu rombongan resmi dan memilih bebas beristirahat di pinggir jalan. Belum lagi dengan cukup banyaknya peminta-peminta yang kalau dilihat dari fisik mereka berasal dari negara benua Afrika.

Terkait peminta-peminta ini, jika Anda merasa iba dan ingin beramal kepada mereka silakan saja, tak dilarang. Namun siap-siap saja, ketika Anda mulai memberikan kepada satu orang, teman-temannya yang lain juga bakal mengerubungi Anda. Ya, tetapi Anda tetap bisa menolak mereka kok. Cukup berikan kode dengan tangan.

Menurut Kepala Ðaerah Kerja (Daker) Mekah Kementerian Agama, Subhan Cholid, jemaah Indonesia diberi dua pilihan untuk tinggal di Mina, memilh untuk nafar awal atau nafar tsani.

Nafar awal artinya para jemaah bakal meninggalkan Mina pada tanggal 12 Zulhijah, dan dilakukan sebelum terbenam matahari. Sementara jika memilih nafar tsani maka jemaah akan meninggalkan Mina pada 13 Zulhijah.

 

Sumber : detik.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.