Heboh Hubungan Seksual di Luar Nikah Halal, Ini 4 Syaratnya

detikislami.com – Hasil Disertasi konsep milk al-yamin Muhammad Syahrur sebagai keabsahan hubungan seksual di luar nikah (nonmarital) yang ditulis oleh mahasiswa S3 Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, Abdul Aziz menimbulkan kehebohan.

Seks di luar nikah haram

Bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) menunjukkan sikap kerasnya. MUI menolak hasil disertasi tersebut. Disertasi Abdul Aziz memaparkan, ada celah di mana hubungan seks tanpa menikah atau non marital bisa dianggap halal.

Disertasi yang berjudul ‘Konsep Milk Al-Yamin Muhammad Syahrur sebagai Keabsahan Hubungan Seksual Non Marital’ itu menjelaskan, hubungan seks di luar nikah bisa dianggap halal menurut konsep Muhammad Syahrur jika memenuhi empat syarat.

“Jadi hubungan seksual non marital boleh, dengan catatan tidak dilakukan di tempat terbuka. Tidak dengan perempuan bersuami. Kemudian bukan secara homo, dan bukan inses. Selebihnya boleh,” kata Abdul Azis.

Seperti dilansir VOA, Muhammad Syahrur adalah pemikir Islam dari Suriah. Konsep itu merupakan salah satu buah pikirannya, yang didasari keinginan menempatkan hubungan seks sebagai bagian dari hak asasi manusia (HAM).

Menurut Syahrur, seseorang tidak boleh dihukum hanya karena melakukan hubungan seks tanpa ikatan pernikahan. Sejatinya konsep milk al yamin didasarkan pada hubungan perbudakan masa lalau. Di mana seorang pemilik budak dapat berhubungan seks dengan selain istrinya, yaitu seorang budak perempuannya.

Azis menjelaskan, ini dapat jadi acuan rekomendasi untuk pembaharuan hukum Islam, baik di Indonesia maupun di negara lainnya. Dengan pembaharuan tadi tidak akan ada lagi kasus perajaman seperti di Aceh 1999 dan di Ambon 2001 hingga penggrebekan di hotel-hotel hanya karena tidak memiliki surat resmi pernikahan.

“Nanti tidak ada lagi kasus perajaman seperti di Aceh tahun 1999, perajaman di Ambon 2001. Tidak terjadi penggeberekkan di hotel hanya karena tidak punya surat akta nikah karena bukan pasangan resmi. Tidak ada semua itu, karena tindakan seperti itu melanggar hak asasi manusia,” terang Azis.

Begitu pun dengan agama lain, yang juga memiliki peraturan sama dalam melakukan hubungan seksual. Untuk itu, menurutnya, harus ada pengkajian ulang dalam persoalan hubungan seks non marital.

Substansi hubungan seksual non marital bukan karena aksi kriminal ataupun kejahatan yang bisa dipidana. “Ini bukan persoalan yang akan mendorong orang melakukan seks bebas atau tidak, tetapi mengembalikan hubungan seksual ini sebagai hak asasi,” jelas Azis.

Hal ini pun menimbulkan problematika di kalangan akademis, khsusnya UIN Sunan Kalijaga. Penafsiran yang telah dipaparkan Azis adalah tradisi, kultur dan hukum keluarga di negara lain. Akibatnya, pemikiran Azis seperti memaksa ayat-ayat Alquran, supaya sejalan dengan pandangannya yang dituangkan ke dalam sebuah disertasi.

Menurut salah satu Promotor disertasi Azis, Khoirudin Nasution mengatakan konsep tersebut tidak bisa diterapkan di Indonesia. Jika dilihat dari latar belakang, Syahrur melahirkan sebuah kajian tersebut karena penerapan hukum dikarenakan zina itu sangatlah mudah.

“Dia seperti ingin mengatakan, bahwa ini tidak boleh dilakukan. Sehingga dia mencari konsep yang bisa digunakan dan ketemulah konsep milk al yamin itu. Tetapi itu tidak komprehensif, terlalu simplisistik. Penafsirannya parsial, tidak sesuai konteks dengan masalah perkawinan,” kata Khoirudin.

ika konsep tersebut diterapkan, dikhawatirkan malah akan merendahkan perempuan sehingga perselingkuhan dapat mudah terjadi. Pelegalan zina pun akan semakin meraja-lela.

“Perlindungan terhadap perempuan yang dia ingin realisasikan, malah merendahkan perempuan,” ujar seorang pakar lainnya, Eusi Nurlailawati.

Sedangkan menurut Rektor UIN Sunan Kalijaga, Yudian Wahyudi, kajian konsep milk al yamin ini cukup berbahaya. Bila terjadi hukum perkawinan akan menjadi sembarangan dan dilakukan tanpa syarat.

Meski disertasi milik Azis ini membuat banyak konflik, alasan diloloskan dan diberi nilai yang memuaskan karena sebagai mahasiswa dia juga telah melakukan tugasnya secara komprehensif.

 

 

sumber : okezone.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.