Rajin Salat Dhuha Bisa Melapangkan Rezeki, Begini Niat dan Doanya

detikislami.com – Selain salat lima waktu, terdapat juga beberapa salat lainnya yang disunnahkan. Salah satunya adalah salat dhuha yang dilaksanakan pada waktu dhuha atau ketika matahari terbit.

Batasan waktu salat dhuha adalah saat matahari mulai terasa panas menjelang zuhur, yaitu sekitar pukul 7 hingga 11 pagi.

Berikut ini adalah niat salat dhuha:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلهِ تَعَالَى

Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sunnah Dhuha dua rakaat karena Allah SWT.”

Selesai salat dhuha, Anda bisa membaca doa ini setelahnya. Makna di dalamnya yaitu semoga Allah mengabulkan semua doa yang telah hambaNya panjatkan.

اَللَّهُمَّ إِنَّ الضُّحَاءَ ضُحَاؤُكَ وَالبَهَاءَ بَهَاؤُكَ وَالجَمَالَ جَمَالُكَ وَالقُوَّةَ قُوَّتُكَ وَالقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ وَالعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ اَللَّهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِي فِي السَّمَاءِ فَأَنْزِلْهُ وَإِنْ كَانَ فِي الأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَإِنْ كَانَ مُعْسِرًا فَيَسِّرْهُ وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَائِكَ وَبَهَائِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِي مَا آتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Artinya:“Ya Allah, sungguh waktu dhuha adalah milik-Mu. Yang ada hanya keagungan-Mu. Tiada lagi selain keindahan-Mu. Hanya ada kekuatan-Mu. Yang ada hanya kuasa-Mu. Tidak ada yang lain kecuali lindungan-Mu. Tuhanku, kalau rezekiku di langit, turunkanlah. Kalau berada di bumi, keluarkanlah. Kalau sulit, mudahkanlah. Kalau haram, gantilah jadi yang suci. Bila jauh, dekatkanlah dengan hakikat dhuha, keagungan, kekuatan, kekuasaan-Mu. Tuhanku, berikanlah aku apa yang Kau anugerahkan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.

Biasanya salat dhuha banyak dilakukan antara dua hingga delapan rakaat. Terdapat keutamaan-keutaaman yang akan Anda dapatkan jika rajin melaksanakannya. Salah satunya adalah membuka pintu rezeki. Maka tak heran jika ada seseorang rajin salat dhuha, segala urusannya semakin dipermudah.

“Wahai anak Adam, rukuklah (salatlah) karena Aku pada awal siang (salat Dhuha) empat rakaat, maka Aku akan mencukupi (kebutuhan)mu sampai sore hari”. (H.R. Tirmidzi).

Selain itu, salat dhuha juga memiliki hikmah sedekah. Seperti hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim:

salat dhuha

“Setiap ruas dari anggota tubuh di antara kalian pada pagi hari, harus dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih merupakan sedekah, setiap tahmid merupakan sedekah, setiap tahlil merupakan sedekah, setiap takbir merupakan sedekah, menyuruh kebaikan merupakan sedekah, dan mencegah kemungkaran merupakan sedekah. Dan semua itu bisa disetarakan dengan mengerjakan Salat Dhuha dua rakaat”. (H.R Muslim dari Abu Dzar).

Kemudian, salat dhuha juga sebagai tabungan amal kelak di akhirat nanti. Seperti yang kita tahu, pertanyaan yang pertama kali ditanya malaikat adalah salat. Karena jika kita istiqomah dan ikhlas dalam salat, baik wajib maupun sunnah maka akan dipermudah timbangannya.

Rasulullah SAW bersabda;

“Sesungguhnya yang pertama kali dihisab pada diri hamba pada hari kiamat dari amalannya adalah sholatnya. Jika benar (saltnya) maka ia telah lulus dan beruntung, dan jika rusak (salatnya) maka ia akan kecewa dan rugi. Jika terdapat kekurangan pada sholat wajibnya, maka Allah berfirman, ‘Perhatikanlah, jikalau hamba Ku memiliki salat sunah maka sempurnakanlah dengan salat sunahnya sekadar apa yang menjadi kekurangan pada salat wajibnya. Jika selesai urusan salat, barulah amalan lainnya.” (H.R. Ash habus Sunan dari Abu Hurairah RA).

Ustadz Dhanu mengatakan, jika yang membuat dahsyat bukan terletak dari salat dhuha. Melainkan dari sisi istiqomah, seberapa konsisten kita menjalankannya.

“Jangan pas lagi ada butuhnya baru salat dhuha, itu jangan. Jadi ketika kondisi kita itu tidak apa-apa biasa saja, tidak sedang ada keinginan salat saja dhuha dua rakaat. Selesai. Tapi Jangan ada niatan ada keinginan karena salat dhuha itu bisa menjadikan kemudahan-kemudahan setiap harinya oleh Allah,” katanya dalam sebuah tayangan di MNC TV.

Terkadang orang lain, kata Ustadz Dhanu, menjadikan salat dhuha supaya memperlancar rezeki. Namun memang tidak ada yang salah, melainkan lebih baik diniatkan untuk beribadah semata-mata untuk Allah.

“Jangan sampai salat dhuha itu untuk rezeki, Jangan. Karena rezeki itu banyak, jangan dari sisi harta saja maksud saya, tapi bisa bentuk kesehatan, keluarga bahagia, ini riezeki. Ujian juga,” ujarnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.