Allah Menunda Hukuman bagi Orang Zalim

detikislami.com – Islam adalah agama yang penuh dengan keadilan dan jauh dari kezaliman. Oleh karena itu, Islam juga memerintahkan pada setiap manusia senantiasa berbuat adil dan menjauhi perbuatan zalim. Sebagaimana Allah berfirman yang artinya:

“Dan Aku menjadikannya haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzalimi.”

Macam-macam Zalim

Maksudnya, Allah Ta’ala mengharamkan perbuatan zalim atas hamba-hamba-Nya serta melarang mereka menzalimi, karena kezaliman haram secara mutlak. Kezaliman ini terbagi menjadi dua bagian, yakni:

1. Kezaliman seorang hamba terhadap dirinya sendiri, dan kezaliman yang paling besar adalah syirik (mempersekutukan Allah), seperti firman-Nya:

إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.” (Luqman/31: 13)

Dengan artian orang yang musyrik telah menempatkan makhluk pada kedudukan Sang Khaliq, sehinga ia menyembah dan mempertuhankannya. Ini berarti menempatkan sesuatu bukan pada temaptnya.

Sebagian besar ancaman bagi orang-orang yang zhalim dalam al-Qur`ân dimaksudkan untuk orang-orang musyrik, seperti firmankan-Nya,

وَالْكَافِرُونَ هُمُ الظَّالِمُونَ

“…Orang-orang kafir itulah orang yang zhalim.” (al-Baqarah/2:254)

Kemudian berikutnya diikuti dengan perbuatan maksiat dengan beragam jenisnya dari perbuatan dosa-dosa besar dan dosa-dosa kecil.

2. Kezaliman seorang hamba terhadap orang lain, Nabi Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda dalam khutbahnya,

إِنَّ دِمَاءَكُمْ ، وَأَمْوَالَكُمْ ، وَأَعْرَاضَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا ، فِـيْ شَهْرِكُمْ هَذَا ، فِـيْ بَلَدِكُمْ هَذَا

“Sesungguhnya darah, harta, dan kehormatan kaliam haram terhadap kalian seperti keharaman hari kalian ini di bulan kalian ini di negeri kalian ini.”

Allah Menunda Hukuman untuk Orang yang Berlaku Zalim

Perlu kita ketahui, bahwasanya Allah akan menunda hukuman atau azab bagi orang-orang yang berlaku zalim, baik kepada diri sendiri maupun orang lain. Akan tetapi, jika Allah telah memberikan hukuman tersebut, bahkan seseorang tersebut tak akan bisa lolos. Sebagaimana yang telah disabdakan Rasulullah Shallallhu’alaihi wa sallam,

إِنَّ اللهَ لَيُمْلِـي لِلظَّالِـمِ حَتَّى إِذَا أَخَذَهُ لَـمْ يُفْلِتْهُ ، ثُمَّ قَرَأَ – وَكَذَلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَى وَهِيَ ظَالِـمَةٌ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيْمٌ شَدِيْدٌ

“Sesungguhnya Allah pasti menunda (hukuman) bagi orang zhalim. Namun, jika Dia telah menyiksanya, Dia tidak meloloskannya.”

Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca ayat, ‘Dan begitulah siksa Rabb-mu apabila Dia menyiksa (penduduk) negeri-negeri yang berbuat zhalim. Sungguh, siksa-Nya sangat pedih dan sangat berat.’ (Hûd/11:102)”

HR. al-Bukhâri (no. 4686), Muslim (no. 2583), at-Tirmidzi (no. 3110), dan Ibnu Hibbân (no. 5153 at-Ta’lîqâtul Hisân) dari Abu Musa al-Asy’ari Radhiyallahu anhu.

Maka dari itu, semoga kita dijauhkan dari segala bentuk perbuatan zalim. Berlaku adillah dalam segala sesuatu. Semoga Allah memberi taufiq kepada kita semua. [Mas]

 

Sumber : ngelmu.co

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.