Awas, Masuk Makkah Tanpa Izin Selama Musim Haji Didenda Rp38 Juta

detikislami.com – Pemerintah Arab Saudi memberlakukan sanksi tegas bagi mereka yang nekat memasuki Kota Makkah tanpa izin selama musim haji 2020.

Tak main-main, Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi akan mendenda pendatang ilegal yang melanggar aturan tersebut senilai 10 ribu riyal Saudi atau setara dengan Rp38.570.000.

Aturan tegas ini dibuat mengingat ibadah haji tahun ini digelar secara terbatas imbas pandemi virus corona atau Covid-19. Denda itu juga berlaku bagi mereka yang nekat menerobos masuk Mina, Muzdalifah dan Arafat tanpa izin haji.

Melansir laman Saudigazette, Senin (13/7/2020), hukuman itu akan dilipatgandakan bila pelanggaran terjadi berulang. Sanksi ini diberikan demi memperlambat penyebaran Covid-19 selama musim haji mendatang, mulai akhir Juli hingga awal Agustus.

Baca Juga : Selain Denda, Hukuman Penjara Akan Dijatuhkan bagi Penyusup ke Tanah Suci

Dengan adanya kartu pintar, yang berisi mengenai rincian operasi dan manajemen perjalanan haji, kartu ini akan dikeluarkan untuk setiap jamaah haji. Sebuah tas yang berisi sajadah, hand sanitizer, masker, dan alat pencegahan lainnya yang diperlukan, akan diberikan kepada para peziarah. Mereka juga akan diberikan paket air zamzam di setiap titik ziarah.

Regulasi Covid-19 terkait untuk ibadah haji juga tak hentinya disosialisasikan. Menurut peraturan yang sudah disepakati, jalur yang harus disterilkan akan diatur untuk para jamaah di mataf (kawasan terbuka di tengah Masjidil Haram) dan area untuk ritual sai antara bukit Safa dan Marwah dengan jarak dua meter antar para jamaah.

Nantinya juga akan ada akomodasi terpisah untuk setiap peziarah dengan jarak tidak kurang dari sembilan meter di Mina, Muzdalifah dan Arafah. Menara hunian Mina juga telah ditunjuk untuk akomodasi para peziarah.

Baca Juga : Khotbah Wukuf di Arafah Disiarkan dalam 5 Bahasa, Termasuk Indonesia

Sementara itu, Kementerian Haji dan Umrah setempat mengumumkan bahwa proses penyortiran dari aplikasi yang diajukan secara elektronik oleh jamaah haji domestik yang berasal dari 160 negara untuk ziarah haji tahun ini telah rampung.

Proses seleksi dilakukan sesuai dengan kesehatan yang akurat dan standar organisasi dengan mekanisme yang sangat mudah untuk memastikan keselamatan para tamu Tuhan.

Pihak kementerian sebelumnya juga telah menetapkan periode lima hari untuk pendaftaran ekspatriat yang ingin melakukan haji di tahun ini melalui situs webnya dengan batas waktu pendaftaran yang ditetapkan, yaitu Jumat, 10 Juli 2020.

Kondisi kesehatan yang baik merupakan penentu utama untuk dapat menunaikan ibadah haji tahun ini. Hanya para ekspatriat yang berusia antara 20-50 tahun yang tidak menderita penyakit kronis, berhak mendaftar haji. Arab Saudi telah memutuskan dengan jumlah yang terbatas yaitu, 10.000 jamaah haji domestik untuk melakukan haji tahun ini setelah wabah pandemi Covid-19.

Sekitar 2,5 juta peziarah asing dan domestik telah melakukan haji tahun lalu. Dari total 10.000 peziarah, 70 persen adalah orang asing yang tinggal di Kerajaan, sementara 30 persen sisanya adalah orang Saudi.

Di antara warga Saudi, hanya praktisi kesehatan dan personel keamanan yang telah pulih dari Covid-19 diizinkan melakukan haji.

Mereka diambil dari basis data orang-orang yang pulih serta memenuhi kriteria kesehatan untuk melakukan ritual haji tahun ini. Hal ini sebagai pengakuan atas peran terpuji mereka dalam menjaga kesehatan masyarakat dalam melawan pandemi global. [Al]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.