Bantah Incar Kursi Menhan, Gerindra Akui Komunikasi dengan Jokowi

detikislami.com – Wakil Ketua Umum Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengakui tengah komunikasi dengan Presiden Joko Widodo. Komunikasi itu membahas tawaran konsep yang diberikan Gerindra kepada Jokowi.

Soal konsep tersebut, Dasco mengklaim belum sampai membahas kursi menteri. Gerindra mula-mula menawarkan konsep terkait ketahanan pangan, energi, keamanan dan ekonomi.

“Kami tidak mengincar posisi jabatan tertentu. Kami ditawarkan membantu pemerintah, kami juga menawarkan konsep ke pemerintah. Konsep mengenai ketahanan pangan, energi, keamanan dan ekonomi,” ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (7/10).

Dasco mengatakan, jika konsep yang ditawarkan kepada pemerintah diterima, baru Gerindra bicara mengenai orang yang akan mengisi kursi menteri tersebut.

“Ketika pemerintah setuju mana yang mereka setuju, bidangnya apa baru ngomong orang,” kata Dasco.

Baca Juga : Prabowo Siap Gabung Jokowi Jika Diberi Jabatan Menteri Pertahanan

Dasco mengatakan, semuanya tergantung Jokowi apakah dapat menerima atau tidak.Gerindra masih komunikasi dengan Jokowi.

“Ini tergantung pemerintah. Kita sedang komunikasi dengan pemerintah terkait konsep itu,” kata dia.

1 dari 1 halaman

Posisi Menhan Demi Bintang Empat

Menurut sumber yang diperoleh merdeka.com dari petinggi Gerindra, Jokowi menawarkan kursi Wantimpres, Mentan dan BKPB untuk mantan seteru di Pilpres 2019. Tapi, Prabowo menolak, lebih tertarik dengan kursi Menteri Pertahanan.

“Wantimpres itu tugasnya hanya menasihati presiden. Belum tentu juga nasihatnya diterima oleh presiden,” kata sumber yang juga dekat dengan Prabowo ini.

Gerindra lebih tertarik posisi Menteri Pertahanan dalam kabinet. Bukan tanpa alasan, Prabowo selama ini juga memiliki perhatian besar pada bidang pertahanan. Dalam beberapa debat Capres misalnya, Prabowo menyoroti soal pertahanan. Mulai dari persediaan amunisi, hingga lemahnya pertahanan nasional.

Ada satu harapan lagi. Sumber ini menyebutkan, pengangkatan Prabowo sebagai menteri pertahanan juga diikuti gelar jenderal kehormatan untuk mantan Pangkostrad itu. Dengan demikian bukan lagi Letnan Jenderal Purnawirawan, tapi Jenderal Kehormatan. Dengan empat bintang.

Baca Juga : Menakar Peluang Prabowo Duduki Kursi Menteri Pertahanan

Soal jenderal kehormatan ini bukan hal baru, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mendapat jenderal bintang empat kehormatan saat menjadi menteri.

Tahun 2004, saat era Megawati Soekarnoputri, pemerintah memberikan gelar jenderal bintang empat kehormatan pada Menkopolkam Hari Sabarno dan Kepala BIN AM Hendropriyono. Di era Gus Dur, Agum Gumelar pun mendapat gelar jenderal kehormatan. Dulu ada kebiasaan memberikan gelar jenderal penuh bagi para purnawirawan yang diangkat menjadi menteri. Hal ini tak dilakukan lagi di era SBY.

“Pak Prabowo sudah setuju kalau menteri pertahanan,” kata petinggi Gerindra tersebut.

Anggota Dewan Pembina Gerindra Habiburokhman mengelak, soal tawar menawar jabatan menteri di kabinet Jokowi-Ma’ruf. Dia mengaku belum mendengar apabila Prabowo ingin jabatan Menhan.

Dia juga menolak bicara soal posisi yang diminta Gerindra di kabinet. Sebab menurut dia, antara Gerindra dan Jokowi belum bicara apa, berapa dan siapa.

“Setahu saya enggak ada itu (kursi Menhan), enggak ada pernyataan itu ya,” kata Habiburokhman.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.