Bupati Sukoharjo dilaporkan ke Bawaslu Diduga Menggiring Coblos Jokowi

detikislami.com – Sukoharjo – Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya dan beberapa perangkat desa di Desa Dalangan Kecamatan Tawangsari kemarin dilaporkan ke Badan pengawas Pemilu ( Bawaslu) Sukoharjo oleh Tim Advokasi Kopasandi. Ketua Tim advokasi Kopasandi yangjuga Ketua Rumbes PADI Jateng Adv Jamal SH kepada warta Indo menyatakan bahwa pelaporan yang dilakukan oleh pihaknya atas Bupati dan pernagkatdesa Dalangan tersebut berkait dengan tuduhan pelanggaran pemilu. “ada pelanggaran serius yang dilakukan oleh Bupati maupun perangkat desa Dalangan. Salah satu contohnya adalah penggunaan kop surat resmi pemerintahan desa Dalangan untuk mengundang lurah-lurah pada acara partai (PDIP),” kata dia.

Surat udangan tersebut tertanggal 15 Februari dengan materi berupa undangan untuk menghadiri rapat sosialisasi pileg dan pilpres pad atanggal 16 Februari , di rumah Sujarwo, RT 03/RW11 Lorog, Karangasem , Tawangsari. Surat tersebut ber stempel desa Dalangan dan ditanda tangani oleh Sekretaris Desa Supriyanto.

Penggunaan kop surat itu sendiri sudah merupakan pelanggaran, atau penyalah gunaan fasilitas negara, karena harusnya kop surat atas nama Desa dalangan hanya untuk kegiatan yang berhubungan dengan pemerintahan dan kemasyarakatan desa Dalangan. “Kalau dipakai untuk mengundang orang untuk kepentingan partai apalagi menjelang pileg dan pilpres saat ini, jelas itu pelanggaran serius,” tegas Jamal.

Dalam hal ini Sekretaris Desa Dalangan Supriyanto jelas telah melakukan penyalah gunaan kewenangan dan fasilitas desa untuk kepentingan politik. Ini bisa dikatagorikan sebagai pelanggaran pidana pemilu. Sementara hadirnya Wardoyo dalam acara yang diagendakan dirumah Sujawro tersebut juga merupakan pelanggaran pemilu.

“Sebagai Bupati dia harusnya bersikap netral dan tidak berupaya melakukan penggiringan masyarakat untuk mencoblos PDIP atau capres Jokowi , sebagai kepala daerah dia harus netral,” tegasnya.

Pelaporan yang dilakukan Tim Advokasi Kopassandi tersebut dimaksudkan sebagai upaya untuk menegakkan aturan dan memberantas kecurangan yang terjadi dalam praktek pemilu 2019.”Bawaslu kami harapkan serius menangani masalah ini, karena sampai dimanapun kami akan kejar terus agar pelanggaran dan kecurangans emacam ini jangan sampai terjadi ,’ kata dia.

sumber : wartaindonews.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.