Ciri-Ciri Anak Anda Alami Depresi

detikislami.com – Kondisi depresi atau kelainan suasana hati yang menyebabkan perasaan sedih dan kehilangan minat terus menerus, bukan hanya bisa terjadi pada orang dewasa. Anak-anakpun bisa mengalaminya. Hal tersebut akan mempengaruhianak dalam berpikir dan berperilaku, serta dapat memicu berbagai masalah fisik maupun emosi. Pemicunya bisa jadi banyak hal, antara lain karena masalah di sekolah, keluarga, tekanan sosial, atau memang memiliki riwayat masalah kesehatan mental.

Anak yang tampak sedih tidak berarti selalu dalam keadaan depresi. Ada beberapa tanda khas yang jika muncul tanda-tanda tersebut anak membutuhkan pertolongan segera. Bisa jadi dengan mengajaknya berkonsultasi dengan psikolog dan psikiater.

Baca Juga : Penting Untuk Dimengerti, Anak Bukanlah Miniatur!

Apa saja gejala anak sedang mengalami depresi? Berikut tandanya, seperti dikutip dari KPAI

  1. Anak mudah tersinggung dan marah bahkan ketika tidak ada hal yang mebuatnya marah. Sangat sensitif terhadap penolakan, lebih tergantung pada orang dewasa atau orang tua dan lebih cengeng dari biasanya;
  2. Anak kehilangan rasa tertarik walaupun pada hal yang biasa membuatnya antusias;
  3. Anak kesulitan dalam berinteraksi dan enggan untuk lebih dekat dengan orang lain termasuk keluarga dan orang lain;
  4. Sulit konsentrasi terhadap berbagai hal yang biasa dikerjakannya;
  5. Kehilangan nafsu makan pada anak secara drastis;
  6. Suka menyakiti disi sendiri dan sengaja melibatkan diri dalam masalah.

Sama seperti orang dewasa, anak-anak mengalami perubahan perasaan. Mereka  bisa merasakan perasaan bosan, cemas, sedih, kecewa, malu, dan takut. Orang dewasa yang meliki kematangan psikologi cenderung tahu bagaimana bisa mengontrol perasaan-perasaan tersebut, sementara bagi anak-anak tentunya belum bisa atau belum mampu untuk melakukannya dengan cara yangn baik. Untuk itu penting untuk mengajari mereka keterampilan menghadapi ketakutan, menenangkan diri, dan menghibur diri.

“Tanpa keterampilan mengelola emosi, anak bisa melakukan perilaku negati dan tak terkontrol. Mereka bisa mengalihkannya pada alkohol, narkoba, bahkan makan berlebihan,” ujar Amy Morin, seorang psikolog anak, seperti dikutip dari Very Well.

Kemampuan mengelola emosi dengan sehat, pada dasarnya seperti pesan yang berisi “saya merasa di luar kendali sehingga saya akan bertindak di luar kendali.” Misalnya, jika anak merasa stres dengan sekolah barunya, apakah anda akan mengajarkan keterampilannya untuk menngelola stresnya dengan baik atau memberitahunya bahwa ia dapat pindah ke sekolah lain?

Hal pertama yang bisa diajarkan adalah mengajarkan anak mengenali emosinya. Apakah ia tertekan, sedih, kecewa, tersudut, atau perasaan lainnya. Pastikan si kecil tahu hal hal yang sedang dirasakannya. Hanya dengan mengucapkan,”aku marah,” atau “aku gugup,” dapat membantu anak menghilangkan emosi yang tidak nyaman. Berikan anak bahasa yang ia butuhkan untuk menggambarkan perasaannya dengan membaca buku, melihat poster “perasaan wajah”, atau berbicara tentang emosi,” Ungkap Morin.

Ajarkan anak latihan pernafasan. Nafas yang lambat dapat membantu anak anak menenangkan pikiran dan tubuh mereka.

Saat buah hati sedang gugup, panik, marah, kesal, minta ia “bernafas gelembung. Ajarkan juga anak untuk merelaksasi tubuhnya, misalnya saat sedang sedih dalam kondisi berdiri, coba diminta posisi duduk. JIka sedanng duduk coba berbaring. Anak pasti akan mengerti denngan cepat jika diajarkan. Hal ini ke depan akan sangat berguna bagi kesehatan mentalnya. [al]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.