Disela Saat Pidato, Jokowi Payungi Bendesa di Bali

detikislami.com – Menjadi Presiden RI tidak menjadi halangan bagi Joko “Jokowi” Widodo untuk melakukan hal-hal kecil untuk rakyatnya. Jika perlu memayungi orang lain pun akan dilakukan Jokowi.

Aksi Jokowi memayungi warga terlihat saat dia berdialog di panggung terbuka Ardha Chandra, Bali pada Jumat (22/3) malam. Orang nomor satu di Indonesia itu tampak tak segan memayungi bendesa dari Tabanan. Nyoman Gedearse, nama sosok yang dipayungi Jokowi.

Dilansir dari Antara, Sabtu (23/3), hujan deras mengguyur Bali ketika sesi dialog Jokowi berlangsung. Nyoman berada di atas panggung lantaran dipanggil oleh Jokowi langsung.

1. Menyela Pidato Presiden

Disela Saat Pidato, Jokowi Payungi Bendesa di BaliIDN Times/Imam Rosidin

Awalnya Nyoman dipanggil Jokowi karena sempat menyela pidato yang tengah disampaikan mantan Gubernur DKI itu. Nyoman menyela pidato dengan kalimat sanjungan yang diucapkan cukup keras.

“Ya Jokowi memang hebat,” teriak Nyoman. Dia melontarkan sanjungan itu ketika Jokowi tengah memaparkan berbagai kebijakannya dalam acara “Simakrama” bersama tokoh adat dan masyarakat Bali.

2. Dipanggil Jokowi ke atas Panggung

 

Mendengar teriakan itu, kontan Jokowi bertanya, “siapa tadi yang ngomong, maju.” Nyoman yang kala itu berada di barisan belakang diminta maju ke atas panggung oleh Jokowi.

Sampai di panggung, Jokowi meminta Nyoman untuk memperkenalkan diri. “Sekarang kenalkan dulu,” ujar Jokowi.

“Bapak Presiden memang luar biasa, sangat hebat,” jawabnya.

“Siapa namanya?” tanya Jokowi yang tak lama kemudian hujan mengguyur.

“Saya bisa bicara dulu. Merasa kebanggaan luar biasa bertemu dengan Pak Jokowi. Nama saya Nyoman Gedearse, tolong catat semua. Saya bekerja selaku Bendesa Adat, Desa Mundeh Kauh, kecamatan Selemadeg Barat, Kabupaten Tabanan,” kata Nyoman.

3. Jokowi Memayungi Nyoman tanpa Sungkan

Disela Saat Pidato, Jokowi Payungi Bendesa di BaliAntara Foto/Hanni Sofia

Jokowi lantas bertanya kepada Nyoman tentang pandangannya terhadap negara Indonesia.

“Seperti sudah dikatakan Pak Jokowi tadi, NKRI harga mati. Bagaimana kita harus bersatu dalam bentuk menjunjung tinggi dari segi kebinekaan,” kata Nyoman yang kemudian dipayungi oleh Jokowi karena hujan yang turun semakin deras.

Melihat Jokowi memayungi Nyoman, semua yang hadir bertepuk tangan sementara Nyoman tampak kikuk dan menghentikan bicaranya.

“Sudah diteruskan,” kata Jokowi.

4. Nyoman Bergantian Memayungi Jokowi

Jokowi pun menitipkan pesan kepada masyarakat Bali agar tetap menjaga semangat dan budaya Bali dengan baik. Ketika Jokowi menyampaikan pesannya, Nyoman dengan sigap mengambil payung dari tangan mantan Wali Kota Solo itu.

“Gantian-gantian. Tadi juga Bapak sudah saya payungi. Payungi, gantian,” kata Jokowi kepada Nyoman.

“Saya titip bapak ibu agar terus menjaga jiwa Bali, spirit Bali. Bali dikenal dikagumi seluruh dunia karena budayanya. Budaya yang hidup berkembang di desa-desa, bener yang disampaikan Pak Gubernur dan Pak Nyoman, budaya hidup dan masih dipraktikkan, dan dimajukan anak-anak muda di banjar-banjar,” lanjut Jokowi.

5. Ke Bali Bukan untuk Kampanye

Disela Saat Pidato, Jokowi Payungi Bendesa di

BaliInstagram.com/joyful.denpasar

Kembali Nyoman berkata, “makanya kalau memang NKRI harga mati, pilihlah Pak Jokowi.”

Namun pernyataan Nyoman langsung tanggapi Jokowi, “hati-hati malam ini bukan kampanye loh. Saya enggak kampanye. Tapi kalau Bapak silakan,” kata Jokowi menanggapi.

Jokowi berulang kali menegaskan bahwa kunjungannya ke Bali bukan dalam kegiatan kampanye.

 

 

sumber : matain.id

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.