Entah Apa Yang Merasukimu (Sukmawati)

detikislami.com – Belum kapok membuat kontroversi dengan puisi, Sukmawati  kini membandingkan Nabi Muhammad SAW dan Soekarno dalam memerdekakan Indonesia. Dalam video yang beredar, Sukmawati tampak berapi-api dan menggerakkan jari telunjuknya saat bertanya, siapa yang paling berjasa di abad 20 untuk kemerdekaan Indonesia. Bahkan, ia menantang peserta FGD untuk menjawab di forum tersebut.

Pernyataan ini pun akhirnya disambut kecaman dari masyarakat. Tagar #TangkapSukmawati sempat nangkring di trending topic twitter. Ada pula yang menempuh jalur hukum dengan membuat laporan polisi.

Sebenarnya membandingkan Nabi Muhammad dan Soekarno dalam memerdekakan Indonesia jelas tidak pas. Wong Nabi Muhammad saja sudah wafat jauh sebelum Londo masuk ke Indonesia kok. Bagaimana orang yang sudah tidak berada di dunia mau memerdekakan bangsa terjajah?

Kita semua sepakat bahwa Nabi Muhammad secara fisik tidak memerdekakan Indonesia, tapi syariat jihad yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad sangat berpengaruh untuk mengusir penjajah. Jika tidak ada jihad, bu Sukmawati, kita tidak hidup semerdeka ini. Jika tidak ada jihad, masyarakat Indonesia bisa-bisa masih hidup dalam penindasan.

Meski mempertanyakan peran Nabi Muhammad dalam memerdekakan Indonesia, Sukmawati tidak memaparkan peran dia sendiri untuk bangsa ini. Publik berhak tau, tindakan seperti apa yang diberikan Sukmawati kepada bangsa ini sehingga dengan nada tinggi membandingkan Nabi Muhammad dan Soekarno. Apa peran Sukmawati dalam dunia ekonomi, politik dan sosial di Indonesia?

Jangan sampai publik melihat Sukmawati hanya ‘menjual’ nama bapaknya. Soekarno memang saat membacakan teks proklamasi dia sendiri, tapi banyaknya darah syuhada’ para ulama, kyai, santri yang membasahi tanah ibu pertiwi tak terbantahkan lagi. Maka tak perlu merasa paling berjasa.

Di forum yang sama, Sukmawati juga mempertanyakan di mana bendera hitam dengan tulisan Arab saat bangsa Indonesia melawan penjajahan. Kemungkinan besar yang dimaksud Sukmawati adalah bendera tauhid. Jika benar demikian, barang kali Sukmawati tidak mengetahui bahwa ormas Al-Irsyad Al-Islamiyah mengibarkan bendera itu tahun 1935. Bahkan, pin laskar Hizbullah dan Sabilillah bertulis kalimat tauhid di atas warna merah putih.

Atas pernyataanya soal Nabi Muhammad dan Bendera Tauhid bisa saja Sukmawati berkilah bahwa ia hanya bertanya. Tapi di era sekarang, kalimat tanya menjadi senjata ampuh supaya tidak terjerat suatu undang-undang. Bagi wartawan, pertanyaan termasuk bagian dari framing. Memang reporter terlihat bertanya, tapi terkadang ia sudah tau apa jawaban narsumnya. Apakah Sukmawati juga melakukan framing saat bertanya? Anda yang menilai.

Yang masih menjadi pertanyaan bagi banyak kalangan adalah kenapa Sukmawati begitu ringan ketika menyinggung agama dan cenderung negatif. Terutama kepada Islam. Padahal, nama depan dari suami dan salah satu anaknya adalah Muhammad. Penulis teringat lirik lagu “entah apa yang merasukimu” yang viral di media sosial. Maka, dalam hal ini penulis mempertanyakan, entah apa yang merasuki Sukmawati.

 

penulis : Taufiq Ishaq

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.