Bawaslu Terangkan Alasan Kenapa Tagar 2019 Ganti Presiden Tidak Termasuk Kampanye

TRIBUNNEWS.COM – Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja menegaskan tagar #2019GantiPresiden bukanlah bagian dari kampanye. Dilansir TribunWow.com dari program Aiman Kompas TV, Sabtu (15/9/2018), menyebutkan tagar tersebut tidak mengandung unsur visi misi, program kerja hingga citra diri pasangan yang diusung.

“Ajakan ada, tapi ajakan memilih atau tidak memilih kan, visi misi program kerja dan citra diri kan tidak ada, dan pasangan calon belum ada,” ungkap Rahmat.

“Kampanye itu harus ada yang dikampanyekan, kampanye pasangan calonnya blum difinitif,” kata Rahmat.

Rahmat menilai jika ada suatu masalah dalam kegiatan tagar, Bawaslu tidak bisa bertindak. Namun Bawaslu tetap memiliki fungsi untuk mengatur dengan mengalihkan kepada kuasa yang seharusnya.

Ia mencontohkan saat ada peristiwa yang diduga persekusi di Car Free Day (CFD) Bundaran Hotel Indonesia (HI), 29 April 2018.

Rahmat mengungkapkan masalah itu diserahkan ke Gubernur untuk menormalkan fungsi semula Car Free Day, dan kemudian diputuskan larangan berpolitik di area CFD.

Lanjutnya lagi, agar tidak bentrok, Bawaslu meminta agar Polri bisa mengatur lokasi diselenggarakannya deklarasi acara.

“Kami meminta kepada aparat kepolisian untuk mengatur tempat melakukan penyampaian pendapat dimuka umum sesuai dengan perundang-undangan menyampaiakan pendapat,” ujar Rahmat.

Aiman menanyakan bagaimana mengenai Polri yang membuat peraturan jika kegiatan deklarasi menganggu, Polri punya kuasa untuk membubarkan.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Bawaslu Terangkan Alasan Kenapa Tagar 2019 Ganti Presiden Tidak Termasuk Kampanye, http://www.tribunnews.com

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.