Hilangnya Nyawa Seorang Muslim Lebih Buruk Dari Dunia Dan Seisinya

detikislami.com – Saat ini kita bisa menyaksikan situasi dimana umat muslim mengalami berbagai penyiksaan hampir di seluruh belahan dunia. Pengusiran, penyiksaan hingga pembunuhan harus dialami oleh umat muslim di beberapa negara. Hal ini terjadi karena kemunduran akidah, sebagian umat islam telah meninggalkan identitasnya sebagai seorang muslim, dengan meninggalakn berbagai perintah dan tidak menjauhi larangan dari Allah ﷻ, serta hidup bergelut dalam berbagai kemaksiatan.

Kemunduran akidah umat islam ini telah menyebabkan kemunduran dalam banyak aspek, seperti ; ekonomi, pendidikan, kehidupan bermasyarakat hingga kekuatan politik dan militer. Maka jadilah umat islam sebagai objek penindasan, tidak hanya oleh musuh-musuh Islam tetapi juga oleh umat muslim sendiri.

Tentu kita tidak mungkin menasehati musuh-musuh Islam untuk menghentikan penindasan kepada umat muslim, tapi yang sangat disayangkan adalah penindasan yang dilakukan oleh sesama umat muslim, baik mereka dari golongan munafik atau bukan. Contohnya, hanya karena mencuri sandal atau uang yang tidak seberapa, nyawa menjadi ganti atas perbuatan tersebut.

Begitu mudahnya umat muslim membunuh saudaranya sendiri dengan alasan-alasan yang sangat sepele, dan kemudian mereka berdalih dengan berbagai alasan agar perbuatan mereka dianggap halal. Allah subhanahu wa ta’ala telah memberikan ancaman kepada orang-orang yang dengan mudah merenggut nyawa orang Islam, melalui firman-Nya, yang artinya :

Barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah neraka jahannam, dia kekal di dalamnya, dan Allah murka kepadanya, dan melaknatnya serta menyediakan azab yang besar baginya.” (QS. An Nisa’ : 93)

Rasulullah ﷺ, juga bersabda :

“Janganlah kalian menjadi orang-orang kafir setelah aku (wafat), dimana sebagian kalian akan memenggal leher sebagian yang lainnya.” (HR. Bukhari no. 121, Muslim no. 65)

Umat muslim seakan tidak mau memberikan keringanan kepada saudaranya, yang tertangkap ketika mencuri, tanpa mau tahu alasan kenapa mereka harus sampai mencuri. Umat muslim dengan mudah menjadi ‘hakim’ yang mengadili tanpa memberikan kesempatan untuk bertaubat kepada pelakunya. Jelaslah ancaman dari Allah dan Rasul-Nya atas perbuatan mereka.

Sebagian umat muslim begitu mudah terpengaruh oleh fitnah, sehingga mereka terpancing emosi dan melakukan perbuatan yang diluar batas kemanusiaan, hingga menyebabkan hilangnya nyawa seorang muslim. Sungguh, umat Islam haruslah menyadari bahwa membunuh seorang muslim adalah perkara yang besar disisi Allah, bahkan lebih besar dari dunia dan seisinya. Apalagi membunuh seorang muslim yang taat beribadah, hanya dengan tuduhan teroris, yang tuduhan tersebut belum pasti pada diri mereka. Hal ini pernah disampaikan oleh baginda Nabi ﷺ, beliau bersabda :

“Sungguh membunuh seorang mukmin adalah lebih besar disisi Allah daripada hilangnya dunia.” (HR. An Nasa’i 7/83-84)

Semoga umat muslim menyadari perkara ini, dan menjadikan kita sebagai penolong atas saudara-saudara kita yang tertindas dan teraniaya di belahan dunia manapun. Allahumma aamiin.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.