Ini 9 Tips Didik Anak Jadi Hafidz Alquran

detikislami.com – Menginginkan anak menjadi seorang Hafidz Quran adalah harapan semua orang tua Muslim. Karena dengan hal tersebut, anak dapat membawa orang tua menuju surga yang telah Allah SWT tetapkan.

Ada banyak keutamaan ketika orang tua mampu mendidik seorang anak menjadi penghafal Alquran. Dalam sebuah hadits dari Buraidah Al Aslami r.a. ia berkata bahwasanya ia mendengar Rasulullah SAW bersabda, “…sementara itu, kedua orang tuanya diberi dua pakaian baru lagi bagus yang harganya tidak dapat dibayar oleh penghuni dunia keseluruhannya. Kedua orang tua itu lalu bertanya, ‘Kenapa kami diberi dengan pakaian begini?’ Kemudian, dijawab, ‘Karena anakmu hafal Alquran,” (H.R Ahmad).

Orang tua mana yang kelak tidak ingin diperlakukan mulia seperti ini di akhirat? Maka dari itu, perlu untuk mendidik anak dengan Alquran.

baca : Berusia 80 Tahun, Tak Surutkan Nenek Aisah Hafalkan Al-Qur’an

Menghafal Alquran adalah ibadah jika itu dilakukan dengan ikhlas karena Allah SWT dan bukan untuk mengharapkan pujian di dunia. Bahkan, salah satu ciri orang yang berilmu menurut standar Alquran, adalah mereka yang memiliki hafalan Alquran. Allah SWT berfirman:

“Bahkan, Alquran itu adalah ayat-ayat yang nyata, yang ada di dalam dada orang-orang yang diberi ilmu…”(QS. al-Ankabut: 49).

Dalam sebuah hadistdari Buraidah Al Aslami RA, ia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Pada hari kiamat nanti, Alquran akan menemui penghafalnya ketika penghafalnya keluar dari kubur. Alquran akan berwujud seseorang dan bertanya kepada penghafalnya ‘apakah anda mengenalku?’ Penghafal tadi menjawab ‘saya tidak mengenal kamu’. Alquran berkata ‘Saya adalah kawanmu, Alquran yang membuatmu kehausan di tengah hari yang panas dan membuatmu tak tidur di siang hari. Sesungguhnya setiap pedagang akan mendapat keuntungan dibelakang dagangannya dan kamu pada hari ini di belakang semua dagangan .’Penghafal Aquran tadi pun di beri kekuasaan di tangan kanannya, di beri kekekalan di tangan kirinya dan diatas kepalanya mahkota perkasa.”

Sungguh sebuah hal yang luar biasa balasannya bisa menjadi Hafidz Quran. Tentunya setiap orang ingin bisa mendapatkan keutamaan tersebut seperti yang telah dijelaskan Rasulullah SAW. Perjuangan yang dibangun tak lepas dari perjuangan menjadi hafidz dan menjadikan generasis selanjutnya sebagai pencinta Alquran juga. Namun bagaimana caranya agar anak bisa menjadi Hafidz Quran? Berikut detikislami.com merangkumnya dari berbagai sumber:

1. Mulailah dari yang halal

Syarat untuk bisa memiliki anak yang shaleh adalah memastikan apa saja yang masuk ke dalam tubuh sang anak itu berasal dari sumber halal, baik dari makanan, minuman atau cara mendapatkannya. Terlebih lagi jika anaknya menjadi seorang penghafal Alquran. Lewat pemberian asupan yang halal, setiap doa yang dipanjatkan akan lebih mustajab dan anak jadi lebih mudah diarahkan.

Pernyataan ini bersumber dari Hadist Nabi. “Wahai Saad perbaikilah makananmu, makanlah dari makanan yang baik-baik. Niscaya kamu akan menjadi orang yang mustajab doanya” (HR Ath-Thabrani)

2. Memperdengarkan Alquran pada setiap kesempatan

Selain memberikan asupan yang halal dan toyyib, maka langkah selanjutnya adalah mengenalkan Alquran sejak dini kepada anak ketika masih balita. Tujuannya adalah agar setiap lantunan ayat Alquran tidak asing lagi di pendengaran anak.

Teknik yang dilakukan supaya anak hafidz ini sama seperti saat kita mengajak anak untuk bisa berbicara yang dimulai dengan mendengar sesuatu dari orang tuanya. Sifat anak yang masih balita adalah mudah menyerap berbagai hal yang ada di sekitarnya. Terlebih jika hal tersebut dilakukan secara berulang-ulang. Jadi perdengarkanlah lantunan ayat Alquran dimana pun dan kapan pun.

3. Jadilah contoh baik bagi anak

Mau tidak mau, orang tua akan menjadi cermin yang mempengaruhi perkembangan anak. Lalu bagaimana menjadikan seorang anak bisa menghafal Alquran? Sebagai orang tua yang baik apalagi berkeinginan agar sang anak bisa mengahafalkan Alquran, maka orang tua juga harus memulai menghafalkan Alquran. Bagaimana mungkin seorang anak menjadi hafidz jika pendidik utamanya tidak mencontohkan lebih dulu dalam menghafal Alquran?

4. Membaca Alquran sejak bayi dalam kandungan

Bayi atau janin yang masih berada dalam kandungan memiliki kemampuan untuk mendengarkan lingkungan yang ada di luar tubuh sang ibu. Otaknya pun mampu berkembang dari sifat pendengarannya tersebut. Dengan sering mendengarkan Alquran ataupun membacanya saat mengandung seorang anak, itu akan mempermudah anak dalam mengingat setiap ayatnya kelak setelah balita. Karena secara tidak langsung ia akan memanggil memorinya yang dahulu saat ia berada dalam kandungan.

5. Cari cara mengajar yang unik

Masa anak-anak memang menjadi masanya untuk bermain. Ini yang membuat mereka sulit untuk fokus pada satu hal dan mudah teralihkan oleh hal lain. Sehingga sebagai orang tua, kita perlu membuat strategi agar anak bisa menghafal Alquran secara cepat dan efektif. Salah satu strateginya adalah dengan menggunakan metode pembelajaran yang unik. Keunikan dari pembelajaran disesuaikan dengan karakter anak tersebut. Jika anak memiliki sifat hiperaktif, gunakanlah tempelan potongan ayat Alquran di dinding rumah sehingga saat bergerak kesana kemari, anak masih bisa menghafal Alquran.

6.    Berikan penghargaan setiap kali anak berhasil menghafal

Penghargaan yang diberikan merupakan wujud rasa syukur yang diperoleh dari hasil usaha anak tersebut. Dengan adanya penghargaan, anak akan lebih termotivasi dari dalam. Penghargaan atau apresiasi ini bertujuan agar anak bisa terbantu dalam menghafal. Caranya adalah dengan melakukan gerakan seperti mengangkat jempol ataupun bertepuk tangan. Bisa juga dengan memberikan pujian dan sesuatu yang disukai oleh anak tersebut.

7.    Bijaksanalah meski dia malas menghafal

Sebagai orang tua kita sering menargetkan anak untuk bisa menghafal dalam waktu yang singkat dan intensitas hafalan yang terlalu tinggi pada anak. Ini karena orang tua ingin agar anaknya bisa melebihi kemampuan mereka atau setara dengan mereka. Namun orang tua sering lupa bahwa setiap anak memiliki karakter yang berbeda sehingga realistislah dalam menentukan target untuk sang anak. Tidak memaksakan ataupun memarahi anak saat anak malas menghafal. Terimalah saat anak malas untuk menghafal Alquran dengan tetap memberikan kasih sayang yang tulus.

8.    Konsisten

Seseorang yang sukses akan melakukan sesuatu secara tekun atau konsisten. Kita bisa mencontoh Thomas Alfa Edison yang menjadi penemu bola lampu listrik. Ia terus mengalami berbagai kegagalan hampir ratusan kali. Namun dengan konsistensinya, akhirnya dia bisa menciptakan sebuah bola lampu yang kini telah bisa menerangi seluruh dunia.

Begitupun dalam mendidik anak supaya bisa menghafal Alquran. Meski anak sudah mulai merasa bosan ataupun rutinitas kita yang terlalu padat, sebaiknya jangan berhenti untuk mendukung anak supaya terus berjuang agar bisa menjadi Hafidz. Karena yang namanya kegagalan hanya ada pada orang yang berhenti untuk mencoba.

9. Ingatkan pahala dan keutamaan penghafal Alquran

Salah satu hadist yang banyak memberikan motivasi kenapa harus menghafal Alquran adalah sebagai berikut :

Dari Buraidah RA, Nabi SAW bersabda: “Siapa yang menghafal Alquran, mengkajinya dan mengamalkannya, maka Allah akan memberikan mahkota bagi kedua orang tuanya dari cahaya yang terangnya seperti matahari. Dan kedua orang tuanya akan diberi dua pakaian yang tidak bisa dinilai dengan dunia. Kemudian kedua orang tuanya bertanya, “Mengapa saya sampai diberi pakaian semacam ini?” Lalu disampaikan kepadanya, “Disebabkan anakmu telah mengamalkan Alquran.” (HR. Hakim 1/756 dan dihasankan al-Abani).

Dari Abu Hurairah RA, Nabi SAW bersabda:

Alquran akan datang pada hari kiamat, lalu dia berkata, “Ya Allah, berikan dia perhiasan.” Lalu Allah berikan seorang hafidz Alquran mahkota kemuliaan. Alquran meminta lagi, “Ya Allah, tambahkan untuknya.” Lalu dia diberi pakaian perhiasan kemuliaan. Kemudian dia minta lagi, “Ya Allah, ridhai dia.” Allah-pun meridhainya. Lalu dikatakan kepada hafidz quran, “Bacalah dan naiklah, akan ditambahkan untukmu pahala dari setiap ayat yang kamu baca. (HR. Turmudzi 3164 dan beliau menilai Hasan shahih). [al]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.