Kantor DPP Golkar Diduga Jadi Tempat Judi dan Sarang Preman

detikislami.com –¬†Praktik perjudian diduga terjadi Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar di Jalan Anggrek Neli Nomor 11, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat. Markas partai politik berlambang pohon beringin itu juga diduga menjadi sarang preman.

Wakil Ketua Umum Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) Arman Amir mengatakan praktik perjudian yang dilakukan sejumlah preman di dalam Kantor DPP Partai Golkar masih terus berlangsung hingga saat ini.

Ia pun mempertanyakan sikap DPP Partai Golkar yang merespons dugaan ini dengan mengkambinghitamkan oknum yang disebut penyusup.

“Pelajaran apa yang hendak kita sampaikan kepada rakyat dan pemilih Partai Golkar, tentu bukan perilaku yang memalukan seperti itu. Bagaimana bisa penyusup masuk sementara pengurus tidak bisa,” kata Arman, Rabu (28/8).

Ia meminta Polres Jakarat Barat segera mengosongkan preman-preman yang berada di dalam Kantor DPP Partai Golkar. Menurutnya, keberadaan preman-preman tersebut sudah meresahkan warga dan moncereng nama baik Partai Golkar.

“Mereka dihadirkan bukan atas nama kader, tapi hanyalah preman yang diberikan label kader AMPG. Jelas ini mencoreng nama baik Partai Golkar,” katanya.

Sementara itu, politikus senior yang juga mantan Ketua Umum Kesatuan Perempuan Partai Golkar Ulla Nuchrawati meminta Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto segera mengambil langkah untuk membersihkan praktik perjudian dan premanisme di Kantor DPP Partai Golkar.

Dia berkata, Airlangga tidak boleh menempuh cara-cara yang merusak dan menghancurkan Partai Golkar hanya karena ingin kembali menjadi ketua umum di periode mendatang.

“Saya mendesak Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, untuk segera mengosongkan semua aktivitas preman-preman yang berada di dalam kantor Partai Golkar. Airlangga harus punya rasa malu.” Kata Ulla.

Terpisah, Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily meminta aparat kepolisian mengusut dugaan perjudian di Kantor DPP Partai Golkar. Dia berkata, Golkar menyerahkan kasus ini ke polisi, meskipun sudah mengantongi sosok pelaku.

“Soal ada pihak yang melakukan judi atau apa di dalam kantor, kami serahkan kepada pihak kepolisian untuk mengusut siapa pelakunya. Sudah ada (pelakunya), tapi sekali lagi kami serahkan saja sama penegak hukum,” ucap Ace di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Rabu (28/8).

Ia menduga pihak tertentu sengaja memperburuk citra Partai Golkar dengan melakukan tindakan pelanggaran hukum secara terbuka. Ace yakin pelaku praktik perjudian bukan kader Golkar.

“Kami yakin bukan orang yang memang betul-betul kader Partai Golkar ya,” ujar Ace.

 

sumber : cnnindonesia.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.