Kareem Abdul Jabar Legenda Basket Muslim Amerika

detikislami.com – Kareem Abdul-Jabbar (lahir di Kota New York, New York, 16 April 1947; umur 71 tahun dengan nama Ferdinand Lewis Alcindor, Jr.) adalah mantan pemain bola basket profesional NBA berkebangsaan Amerika Serikat, Aktivis, Aktor, Penulis, yang memegang rekor poin terbanyak sepanjang sejarah kompetisi NBA

Kareem Abdul Jabbar pemakai kostum nomor 33 sejak awal kariernya mendominasi semua level kompetisi, membawa sentuhan lemparan yang mengagumkan, Skyhook yang sulit dihentikan (yang dikembangkannya atas respon larangan dunk shot oleh NCCA), Pergerakan melebar yang anggun, Rebounder tangguh dan seorang pengumpan akurat.

Ketika Kareem Abdul Jabbar mengakhiri karier profesionalnya pada tahun 1989 diusia 42 tahun, tidak ada seorangpun pemain NBA yang pernah mencetak lebih banyak poin, memblokir lebih banyak tembakan, memenangkan Most Valuable Player Awards, bermain di All-Star Games atau mencatat musim yang lebih banyak.

Daftar prestasi pribadinya dan tim mungkin paling hebat dalam sejarah liga: NBA Rookie of the Year, 19 x NBA All Stars Game, 6x Most Valuable Player, 2x NBA Finals MVP, 10x All NBA First Team, 5x All Second Team, 5x NBA All Defensive First Team, 6 NBA All Defensive Second Team. Dua kali Scoring Champion , dan Anggota Tim NBA ke-35 dan ke- 50 Sepanjang Masa. Dia juga membukukan delapan Playoff Rekor dan tujuh All-Star Rekor. Tidak ada seorang pun yang mencapai kesuksesan individu dan tim seperti Abdul-Jabbar

Kareem dilahirkan dengan nama Ferdinand Lewis Alcindor Jr di Manhattan. Anak satu-satunya dari Cora Lilian dan Ferdinan Lewis Alcindor ini dibesarkan dengan ajaran Katolik Roma dan sempat belajar di St. Jude School.
Pada tahun 1968, Kareem bergabung dengan Nation of Islam dan memutuskan untuk menjadi seorang muslim dengan nama Kareem Abdul-Jabbar.

Kareem memulai karir bola basketnya sejak masih belia. Prestasinya dalam bola basket pun sudah cemerlang sejak kecil. Karir profesionalnya dimulai di Milwaukee Bucks pada tahun 1969. Pada 1975, dia pindah ke Los Angeles Lakers.

Di sinilah dia memulai penampilan khasnya, memakai kaca mata (goggles).
Saat berada di LA inilah, Kareem mulai mempraktikkan yoga untuk meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan fisiknya. “Aku tak akan pernah bisa bermain selama ini tanpa melakukan yoga,” katanya.
28 Juni 1989, setelah dua puluh tahun bermain di laga basket profesional, Kareem mengumumkan pengunduran dirinya.

Pada tur pensiunnya, dia mendapatkan tepuk tangan sambil berdiri dalam banyak pertandingan, serta bermacam hadiah seperti sebuah kapal pesiar bernama Captain Skyhook dan jersey yang dimasukkan ke dalam pigura.
Kareem yang sempat menjadi asisten pelatih untuk Los Angeles Lakers ini juga memiliki buku biografi berjudul My Life. Bapak lima anak ini juga merupakan penulis buku laris.

Kareem sendiri merupakan penderita migrain yang menggunakan ganja untuk mengurangi gejala penyakit tersebut. Pada November 2009, Kareem mengatakan bahwa dirinya menderita leukimia. Pada Februari 2011, dia mengumumkan bahwa leukimianya sudah hilang dan dia 100% bebas kanker. Namun, beberapa hari kemudian, Kareem mengklarifikasi pernyataannya itu dan mengatakan bahwa, “Kau tidak akan pernah benar-benar bebas dari kanker. Aku seharusnya tahu itu. Kankerku saat ini mutlak berada dalam kondisi minimal.” [San]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.