Kemuliaan Perempuan dalam Islam

detikislami.com – Perempuan dalam sistem Islam sungguh berada dalam ketinggian martabatnya. Memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan laki-laki dihadapan syariat.

Sama-sama memiliki kewajiban beramar ma’ruf nahi mungkar. Sama-sama memiliki kewajiban menyuruh kepada yang baik dan mencegah dari yang mungkar.

Kebaikan itu sendiri adalah segala sesuatu yang bernilai baik di mata syariat, bukan di mata manusia. Segala sesuatu yang sesuai dengan fitrah manusia, menentramkan hati dan memuaskan akal. Alhasil, kebaikan akan senantiasa memberikan ketentraman dan kemaslahatan hidup. Keselamatan kehidupan manusia di dunia dan di akhirat.

Perempuan dalam sistem Islam ada dalam kepastian jaminan kehidupannya. Ia tidak diwajibkan untuk mencari sendiri nafkah hidupnya. Akan tetapi, Islam memberikan kewajiban kepada para suami dan para walinya untuk menjamin nafkah kehidupannya. Sehingga ada kepastian akan pemenuhan hak-hak hidup perempuan.

Dalam Islam perempuan tidak boleh diterlantarkan, tidak akan menjadi tulang punggung keluarga, bahkan perempuan dalam Islam akan senantiasa menjadi tulang rusuk yang dilindungi martabat dan kehormatannya.

Sungguh, Rasulullah saw, telah memberikan suri teladan yang sangat sempurna, bagaimana cara melindungi martabat dan kehormatan perempuan.

Jika dulu, sebelum Islam lahir dan sebelum Rasulullah Muhammad Saw diangkat menjadi rasul, perempuan tidak memiliki martabat sama sekali, dipandang sebelah mata, bahkan dipertanyakan makhluk apakah yang bernama perempuan itu?.

Sehingga pada zaman jahilliyah, ada bayi perempuan yang dikubur hidup-hidup, para isteri yang ditinggal mati suaminya, dijadikan sebagai benda yang ikut diwariskan kepada para ahli waris, dan sederet kejadian lainnya yang menunjukkan betapa rendahnya martabat perempuan dimasa jahiliyah, sehingga para perempuan mendapatkan perlakukan yang sangat jauh dari kata manusiawi.

Hingga Islam datang, dan membalikkan tradisi jahiliyah. Menggantinya dengan tradisi Islam.

Islam melalui Rasul-Nya melarang bayi perempuan dikubur hidup-hidup, bahkan menganugerahi surga bagi orang tua yang dikaruniai tiga anak perempuan, dan mampu menjaganya hingga dewasa dan menikah.

Islam melalui Rasulullah Muhammad Saw melarang mewariskan seorang perempuan yang ditinggal mati suaminya, kepada para ahli warisnya. Malahan Islam memberikan bagian hak waris atas harta peninggalan suaminya.

Islam melalui Rasulullah Muhammad Saw, memperkenankan dan memperbolehkan para perempuan untuk bersekolah, menimba ilmu, menghadiri majelis ilmu Rasulullah Muhammad Saw, sehingga kecerdasan para perempuan semakin terasah, dan berkontribusi positif dalam membangun masyarakat.

Islam melalui Rasulullah Muhammad Saw, memperbolehkan para perempuan mengambil peran politik yaitu dalam hak memberikan baiat, atau sumpah terkait pemilihan pemimpin umat. Sehingganya ada pengakuan dari Rasulullah atas peran penting perempuan dalam proses politik dan pencerdasan umat.

Sikap dan contoh yang diberikan oleh Rasulullah Saw dalam meninggikan martabat dan kehormatan perempuan juga dilanjutkan oleh para Khulafaur Rosyidin dan para khalifah setelahnya.

Dicatatkan dalam sejarah, bagaimana sikap Khalifah Umar bin Khattab ra, saat diprotes kebijakan publiknya oleh seorang perempuan. Tidak marah, tidak menghina balik. Yang terjadi malah Khalifah Umar ra membenarkan pendapat wanita tersebut, tersebab kekuatan dalil yang diungkapkan oleh perempuan tersebut, dan kemudian mengangkat wanita tersebut menjadi salah satu hakim, yang memutuskan perkara perselisihan diantara warga masyarakat. Ada pengakuan atas kapabilitas perempuan dalam kapasitasnya menjadi qadhi (hakim).

Pun demikian dengan para khalifah setelahnya. Memberikan jaminan hidup dan pemenuhan kebutuhan asasi setiap perempuan, baik sandang, pangan, papan, kesehatan, keamanan dan pendidikan. Hingga dikisahkan, jika para khalifah, memberikan tunjangan bagi para wanita yang menyusui anaknya dengan sempurna.

Juga para khalifah mendirikan banyak madrasah dan universitas, dimana para perempuan banyak yang menuntut ilmu didalamnya, sesuai minatnya. Alhasil banyak dari para perempuan yang menjadi ilmuwan dan berkontribusi penting dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan peradaban dunia.

Tidak ada eksploitasi sisi kewanitaan dalam Islam. Yang ada adalah penjagaan sempurna Islam atas perempuan. Islam mampu menjaga akal dan kewarasan perempuan, juga Islam mampu menjaga hidup dan kehormatan perempuan. Islam telah memberikan jaminan penjagaan kemuliaan perempuan dalam penjagaan yang sempurna dan sebenarnya.

Begitu baiknya, perlakuan Islam terhadap para perempuan. Tersebab satu kesadaran, bahwa memuliakan para perempuan adalah perintah Allah SWT dan RasulNya. Terlebih dari rahim perempuanlah lahir manusia-manusia baru penerus cita-cita terbaik umat.

Karenanya, dengan memperlakukan perempuan dalam ketinggian martabatnya, akan memberikan ketenangan lahir dan bathin pada jiwa-jiwa para perempuan, dan hal ini akan berkontribusi baik terhadap lahirnya generasi unggul penerus cita-cita mulia manusia.

Yaitu, cita-cita tersebarnya kebaikan dan kemuliaan bagi seluruh umat manusia diseluruh dunia, dengan mampu dihilangkannya setiap kezaliman yang menimpa setiap manusia.

Berbeda dengan hari ini, dimana para perempuan menjadi budak dan tumbal sistem sekuler kapitalis. Perempuan saat ini dieksploitasi sisi femininnya, tak ubahnya barang dagangan. Parahnya lagi, banyak perempuan yang malah bangga ketika diekploitasi besar-besaran sisi kewanitaanya. Perempuan banyak yang tidak sadar bahwa mengeksploitasi sisi kewanitaannya untuk dijual hingga menghasilkan uang adalah salah dan dosa. Inilah buah dari penerapan sistem sekuler kapitalis saat ini, yang membuat para perempuan tidak sadar bahwa ketika dirinya dieksploitasi sisi kewanitaanya maka pada saat itu dia tengah menghancurkan kehormatan dan harga dirinya. Lebih jauh lagi, bahwa perbuatan itu adalah dosa.

Dari sini, sungguh, telah terbukti, bahhwa sebaik-baiknya penjaga martabat dan kemuliaan perempuan hanyalah Islam dan sistemnya. Bukan yang lain. Wallahualam.

 

sumber : suaraislam.id

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.