Khotbah Wukuf di Arafah Disiarkan dalam 5 Bahasa, Termasuk Indonesia

detikislami.com – Khotbah wukuf di Padang Arafah pada pelaksanaan ibadah haji tahun ini akan disiarkan dalam lima bahasa. Masing-masing adalah bahasa Inggris, Prancis, Indonesia, Urdu, dan Persia. Demikian diumumkan Presidensi Umum untuk Urusan Dua Masjid Suci pada hari Minggu 19 Juli 2020.

Sebagaimana dikutip dari Saudigazette, Senin (20/7/2020), puncak pelaksanaan haji wukuf di Arafah ini berlangsung pada tanggal 9 Zulhijah atau bertepatan dengan Kamis 30 Juli mendatang.

Pada hari ini semua jamaah haji berkumpul di dataran Gunung dan Padang Arafah. Mereka akan khusyuk berdoa dan melakukan ibadah lainnya sampai matahari terbenam. Kemudian melanjutkan perjalanan ke Muzdalifah untuk bermalam di sana.

Khotbah dalam lima bahasa itu, termasuk bahasa Indonesia, akan tersedia di aplikasi ponsel pintar maupun di situs kepresidenan Arab Saudi. Demikian dilaporkan SPA.

Baca Juga : Selain Denda, Hukuman Penjara Akan Dijatuhkan bagi Penyusup ke Tanah Suci

Program layanan khotbah haji dalam banyak bahasa ini telah merupakan salah satu terobosan Pemerintah Arab Saudi. Ini menjadi tahun ketiga pelaksanaan program tersebut. Hal ini diharapkan dapat membuat jamaah lebih mengerti tentang hikmah haji yang disampaikan dalam khotbah.

Pelaksanaan puncak haji wukuf di Arafah pada tahun ini akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya jumlah jamaah haji 1441 hijriah/2020 masehi sangat terbatas.

Pemerintah Arab Saudi telah secara resmi membatasi jumlah jamaah haji yang akan beribadah pada tahun ini. Maksimal 10 ribu orang. Hal tersebut imbas dari wabah covid-19 yang sampai sekarang belum kunjung reda.

Adapun rincian kuota haji tahun ini yakni 70 persen untuk warga negara asing (WNA) atau ekspatriat yang bermukim di Arab Saudi. Sementara sisanya 30 persen untuk penduduk lokal.

Baca Juga : Awas, Masuk Makkah Tanpa Izin Selama Musim Haji Didenda Rp38 Juta

Sejumlah persyaratan harus dipenuhi, di antaranya maksimal berusia 50 tahun, lulus protokol kesehatan, menjalani karantina, serta diprioritaskan bagi mereka yang belum pernah melaksanakan ibadah haji.

Kemudian Pemerintah Arab Saudi juga mulai membatasi akses ke lokasi-lokasi prosesi haji di Kota Makkah, yakni Mina, Muzdalifah, dan Arafah. Pembatasan dilakukan mulai Minggu 19 Juli 2020.

Hanya petugas atau pihak terkait yang telah mengantongi izin boleh masuk ke tempat-tempat tersebut. Tujuannya untuk mencegah persebaran virus corona (covid-19) di Tanah Suci.

Bagi mereka yang tidak bisa menunjukkan surat izin masuk ke tiga tempat suci itu akan diperintahkan putar balik.

Pihak Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi menyatakan pembatasan akses masuk ini berlaku mulai 28 Zulkaidah hingga 12 Zulhijah.

Adapun bagi mereka yang melanggar aturan tersebut akan didenda sebesar 10 ribu riyal atau sekira Rp38 juta. Besaran denda akan dilipatgandakan sesuai jumlah pelanggaran. [Al]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.