Litbang BPN: Kenaikan Prabowo Melambat, Penurunan Jokowi Juga Melambat

detikislami.com – Anggota Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto- Sandiaga Uno, Haryaddin Mahardika mengklaim, hasil survei internalnya saat ini hampir menyentuh angka imbang dengan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf.

Bahkan, kata dia, selisih angka 11,8 persen antara Jokowi-Ma’ruf dan Prabowo-Sandi dalam survei Litbang Kompas, merupakan temuan angka tim litbang BPN pada empat bulan lalu.

“Sudah sangat tipis, sudah hampir dikatakan sebenarnya seri kalau tanding bola. Sudah bisa dikatakan imbang,” kata Haryaddin di Prabowo-Sandi Media Center, Jalan Sriwijaya I No 35, Jakarta Selatan, Rabu (20/3).

Dia menambahkan, Litbang BPN selalu melakukan survei berkelanjutan tiap satu bulan sekali. Namun, Haryaddin enggan membeberkan berapa elektabilitas Prabowo-Sandi dari hasil survei internal.

“Tentu saja per bulan (lakukan survei). Sebenarnya kan kalau hasil survei internal saya tidak boleh sebutkan, tapi kira-kira selisihnya sudah single digit dan hampir seri,” ungkapnya.

Meski elektabilitas hampir imbang, Haryaddin mengakui, dari hasil survei yang mereka lakukan tiap bulannya terus mengalami pelambatan. Contohnya, kenaikan elektabilitas untuk Prabowo-Sandi saat ini cenderung melambat, begitu juga penurunan elektabilitas Jokowi-Ma’ruf juga melambat.

“Pergerakan memang lambat, artinya pertambahan kita nggak secepat dulu, turunnya 01 juga enggak secepat dulu, tapi kira-kira kalau bagi kita, kita selalu optimis karena bagi kita survei internal kita menunjukan hasil yang cukup konsisten,” tuturnya.

Selain itu, Haryaddin mengatakan, untuk provinsi Jawa Tengah hasil survei internalnya menunjukan pertumbuhan angka yang signifikan. Ibaratnya, kata dia, selisih angka Prabowo-Hatta melawan Jokowi-Jusuf Kalla di Pilpres 2014 di ‘kandang banteng’ sebanyak 6 juta. Sementara saat ini telah merosot menjadi 3 juta.

“Ya Jateng salah satu fokus kita. Dan kita cukup berhasil di Jateng mengurangi gap ini sejauh ini. Sudah jauh dibandingkan 2014, sudah jauh yah kita bisa katakan kalau dulu 2014 bedanya 6 juta mungkin sekarang tinggal separuh mungkin bedanya,” kata Harryadin.

Dia mengaku, metode survei yang digunakan BPN tak jauh beda dengan metode survei yang dilakukan lembaga survei lain, termasuk yang dilakukan Kompas baru-baru ini.

“Ya rata-rata sama sih itu kan perhitungan lembaga survei untuk survei seluruh Indonesia rata-rata jumlahnya segitu saja kan. Kita ikuti hampir sama metodologinya sama,” kata Harryadin.

Politikus Partai Gerindra itu menambahkan, pendukung Prabowo-Sandi dari hasil survei internal mereka kebanyakan adalah kaum terpelajar, orang berpenghasilan tinggi, hingga anak-anak muda.

“Kekuatan kita semakin muda semakin kuat kita, semakin melek teknologi semakin kuat, semakin tinggi pendapatan semakin kuat, semakin tinggi pendidikan semakin kuat. Kuat dukungan Prabowo-Sandi,” tandasnya.

 

sumber : merdeka.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.