Malam Aksi Damai BEM UNS Solo

detikislami.com – Solo – Aksi damai digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sebelas Maret Surakarta pada Minggu, 29/9 malam di boulevard depan UNS.

Aksi yang dilakukan sebagai wujud protes atas kesewenang wenangan dan kekerasan yang dilakukan oleh oknum aparat hingga menimbulkan korban jiwa di sisi mahasiswa terasa sangat mendalam.

detikislami.com ketika mengkonfirmasi kepada Reyhan selaku korlap aksi damai ini menyatakan aksi ini memang sengaja dilakukan karena mereka meresa prihatin dan turut berduka atas tragedi yang terjadi terhadap mahasiswa hingga sampai ada korban jiwa.

“Aksi ini kami lakukan sebagai bentuk protes kepada oknum aparat yang telah menghilangkan nyawa saudara kami dan menuntut pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut, selain itu kami juga menolak aksi yang melemahkan mahasiswa baik itu yang dilakukan pemerintah dengan menekan para rektor dan tekanan tekanan lainnya”, lanjut Reyhan kepada detikislami.com

Berikut isi pernyataan sikap dari aksi damai BEM UNS malam ini :

Aksi massa yang digelar di berbagai daerah dengan menghadirkan puluhan ribu mahasiswa di jalan, ternyata menyisakan luka.

Adanya penahanan mahasiswa serta aktivis demokrasi, banyaknya massa aksi yang terluka, sampai jatuhnya korban jiwa menjadi catatan buruk bagi negara. Ini juga menandakan bahwa terdapat kegagapan dari pihak aparat dalam menangani massa aksi.

Bahkan, instruksi Menristekdikti yang ditunjukan kepada para rektor untuk melarang mahasiswanya turun ke jalan, mengingatkan kita kepada era otoritarian yang kita sepakati tidak boleh adalagi.

Maka dari itu Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sebelas Maret, dengan ini menyatakan:
1. Menyampaikan belasungkawa yang sebesar-besarnya, kepada korban kejahatan aparat di berbagai daerah. Baik korban luka maupun korban jiwa.
2. Mendesak Polri untuk mengusut tuntas kasus korban luka-luka dan korban jiwa yang dialami massa aksi, serta memberi sanksi kepada aparat yang terbukti melakukan tindakan represifitas.
3. Menolak intervensi pelemahan gerakan mahasiswa melalui kebijakan Kemenristekdikti, Rektorat, maupun pihak lainnya.

Ttd,
Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sebelas Maret Surakarta,
Faith Aqila Silmi. [al]

 

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.