Pemerintah Bohong Soal Kepulangan Habib Rizieq? Duta Besar Arab Saudi Beberkan Fakta yang Sebenarnya

detikislami.com – KepulanganHabib Rizieq Shihab ke Tanah Air menjadi hal yang banyak dibicarakan khalayak.

Selain itu, pemerintah juga dituding telah membohongi rakyat atas pulangnya Rizieq pada 10 November 2020 itu.

Akan tetapi, apakah rumor tersebut benar? Berikut pernyataan dari Duta Besar Arab Saudi dan Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Informasi Front (DPP LIF).

Dalam akun Twitter @DPPLIF_ID pada Selasa, 1 Desember 2020 DPP LIF menegaskan pemerintah untuk berhenti membohongi rakyat Indonesia.

Hal tersebut dinyatakan LIF terkait dengan pernyataan Duta Besar Arab Saudi yang menyatakan bahwa Habib Rizieq pulang dari Arab Saudi atas keinginannya sendiri.

Sebelumnya, beredar kabar bahwa Habib Rizieq pulang dari Arab Saudi karena telah diusir oleh pemerintah Arab Saudi.

Seolah menepis kabar tersebut, DPP LIF peringatkan pemerintah untuk berhenti membohongi rakyat, karena akan mempermalukan tidak hanya pejabat, tetapi juga negara Indonesia di mata dunia.

“Berulangkali kami sampaikan JUJURLAH JANGAN BOHONGI RAKYAT, KRN PASTI KALIAN AKAN MALU ! KL udah kayak gini yg malu bukan hanya kalian saja sbg pejabat tp seluruh bangsa Indonesia malu di mata internasional!” tulis DPP LIF, seperti dikutip mantrasukabumi.com dari akun @DPPLIF_ID pada Rabu, 2 Desember 2020.

DPP LIF kemudian mengatakan banyak pejabat negara yang datang mengunjungi Habib Rizieq Shihab kemudian menangis dan meminta maaf.

Menurut LIF, mereka meminta maaf sebab kesalahan masa lalu dengan alasan menjalankan perintah atasan.

Pihak LIF juga menambahkan bahwa Habib Rizieq bahkan tidak kenal dengan para pejabat tersebut.

“Berapa banyak mantan pejabat yg datang ke beliau kemudian menangis meminta maaf sebab kesalahan masa lalu dgn alasan krn itu perintah yg diatas. Pdhl beliau kenal dgn orang itu tdk,” ungkap LIF.

Sebelumnya, FPI membagikan sebuah video berisi pernyataan Duta Besar Arab Saudi tentang tinggalnya Habib Rizieq Shihab selama tiga tahun di negara itu, serta kepulangannya ke Indonesia pada 10 November 2020 lalu.

“Tanpa beban dan tidak berbelit-belit, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia menyampaikan perihal Imam Besar Habib Rizieq selama tinggal di Arab Saudi. Siapa yg bohong?”, cuit FPI seperti dikutip mantrasukabumi.com dari unggahan akun twitter @News_FPI pada Selasa, 1 Desember 2020.

Dalam video yang di Retwitt oleh FPI tersebut, Dubes Arab Saudi nampak sedang diwawancara oleh salah satu tv swasta.

“Adakah pesan yang ingin Anda sampaikan sekembalinya (Habib Rizieq) ke Indonesia?”, kata seorang wanita dalam video itu, seperti dilihat mantrasukabumi.com dari video yang diunggah akun twitter @News_FPI pada Rabu, 2 Desember 2020.

Selanjutnya Dubes Arab Saudi menjawab pertanyaan tersebut dengan santai dan tidak bertele-tele.

“Tidak ada pesan, karena Rizieq Shihab berada di Arab Saudi, sama seperti muslim lainnya, dia tinggal di Makkah”, tutur Dubes Arab Saudi.

“Tidak ada masalah saat dia tinggal di negara kami, adapun dia pulang karena itu keputusan Rizieq Shihab sendiri, bukan keputusan kami,”, kata Dubes menambahkan.

“Jadi jika dia memutuskan untuk kembali ke Indonesia, Kami mengizinkannya”, sambung Dubes.

“Pada awalnya, ada semacam afiliasi negara tetapi setelah itu normal,” jelas Dubes.

“Jadi komunikasi selalu berjalan antara Pemerintah Arab Saudi dan Indonesia terkait tinggalnya Rizieq Shihab?”, kata wanita yang mewawancarai Dubes.

Dubes pun menjawab dan mejelaskan secara langsung tanpa jeda

“Ya, komunikasi antara dua belah pihak,” jawab Dubes.

“Mengenai Izin tinggal yang katanya melewati batas masa tinggal, pemerintah mengatakan itu dan memberikan denda yang sangat besar, siapak sebenarnya yang menaungi Rizieq Shihab pada saat itu?”, tanya wanita tersebut.

“Adakah lembaga yang terlibat atau pemerintah atau hanya Rizieq Shihab saja secara Individu?”, lanjut pewawancara.

Seketika Dubes langsung menjawab pertanyaan itu

“Itu secara individual. Tidak ada masalah atau jenis pelanggaran apapun, itu adalah sitem imigrasi negara”, kata Dubes.

“Dia lebih secara pribadi memilih untuk tinggal sementara waktu, sampai waktunya ia kembali ke Indonesia, itulah yang terjadi”, pungkasnya menegaskan jawaban yang diberikan. [San]

 

Sumber : pikiran-rakyat

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.