Penjajah Israel Kian Brutal, Makam Sahabat dan Syuhada Jadi Sasaran

An Israeli tank drives near the Israel Gaza border, Tuesday, Nov. 13, 2018. (AP Photo/Tsafrir Abayov)

detikislami.com РKebrutalan penjajah Zionis Israel terhadap rakyat Palestina semakin menggila. Agresi tentara penjajah  Israel juga menyerang situs-situs bersejarah Islam. Serangan terbaru militer penjajah Israel menargetkan makam para syuhada Arab dan Muslim, dan sejumlah sahabat Nabi Muhammad SAW di Yerusalem.

Aksi ini pun menuai kecaman ulama Islam. Mufti Besar Mesir, Syekh Syauqi Allam, mengutuk keras agresi dan pelanggaran penjajah Israel di wilayah Palestina yang diduduki.

Mufti, yang juga Sekretaris Jenderal Otoritas Fatwa Dunia ini memeringatkan kelanjutan dari rencana pendudukan penjajah Israel untuk Yahudi di Kota Yerusalem Timur yang diduduki, merusak fitur-fiturnya, dan menghapus identitas aslinya. Dia menggambarkan tindakan penjajah Israel sebagai pelanggaran berat terhadap kesucian orang mati.

Dilansir dari laman Ahram Online pada Senin (28/12), dalam pernyataan resminya, Allam mengimbau masyarakat internasional untuk memikul tanggung jawab penuh dan menghentikan serangan penjajah Israel terhadap tanah dan situs suci Palestina, menjunjung tinggi prinsip-prinsip hukum internasional, legitimasi dan keputusan internasional, serta prinsip-prinsip hak asasi manusia.

Di samping itu, Mufti menyatakan pekerjaan penggalian yang dilakukan di bawah Masjid Al-Aqsa dan sekitarnya di Yerusalem merupakan ancaman serius bagi masjid tersebut.

Sementara itu, pada pertengahan Desember, pemerintah penjajah Israel menyetujui rencana untuk membangun 8.300 unit permukiman di tanah Palestina yang dirampas di Yerusalem selatan.

Mesir telah berulang kali mengutuk rencana penjajah Israel untuk membangun ribuan unit pemukiman Yahudi di Yerusalem Timur. Mesir telah mempertahankan posisinya untuk menolak permukiman ilegal di wilayah Palestina, serta dukungan penuhnya untuk mendirikan negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya berdasarkan Perjanjian perbatasan 1967. [Mas]

Sumber: ihram.co.id

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.