Penting Untuk Dimengerti, Anak Bukanlah Miniatur!

detikislami.com – Seringkali orang tua baru bertindak ketika kesalahan telah dilakukan oleh anak. Bukan mencegah, mengarahkan, dan membimbing sebelum kesalahan terjadi.

Seharusnya orang tua mempertimbangkan tingkat perkembangan kejiwaan anak, sebelum membuat aturan, jangan menyamakan anak dengan orang deewasa. Orang tua hendaknya menyadari bahwa dunia anak jauh berbeda dengan orang dewasa. Ketika menetapkan apakah perilaku anak dinilai salah atau tidak, melanggar atau tidak, ada baiknya jangan pernah menggunakan tolak ukur orang dewasa.

Harus diakui, orang tua yang habis kesabarannya sering membentak dengan kata –  kata yang keras bila anak – anak melakukan kesalahan. Sikap yang demikian tidak ubahnya seperti sikap polisi menghadapi penjahat.

Baca Juga : Ciri-Ciri Anak Anda Alami Depresi

Sebaliknya, orang gua sering lupa  untuk memberikan perhatian positif ketika anak mandi tepat waktu, menghabiskan makannya, dan hal hal positif lainnya. Padahal seharusnya antara perhatian positif dan negatif ada baiknya harus seimbang.

Anak merupakan aset orang tua yang harus di jaga dan di rawat dengan baik. Karena anak yang nantinya akan meneruskan langkah orang tua dan mewujudkan keinginan orang tua. “Mewujudkan keinginan” disini bukan berarti anak harus menuruti semua keinginan dan yang nantinya akan mengesampaikan hak anak. Maksudnya disini orang tua sebatas mengarahkan mana yang baik dan mana yang tidak baik, bukan terlalu mengekang atau sampai merampas hak anak, anak juga memiliki hak untuk menolak dan menerima sesuatu.

Orang tua juga harus mengerti apa keputusan anak, orang tua juga tidak bisa memaksakan kehendak anak karena setiap anak memiliki karakter yang beraneka ragam dan berbeda – beda.

Orang tua tentu menginginkan apa saja yang terbaik untuk anak, agar anak bisa pintar, cerdas, dan sukses, orang tua akan mengusahakan apapun untuk itu semua. [al]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.