Pilihan Presiden Jokowi untuk Kapolri itu Realistis dan Logis

detikislami.com – Pekan lalu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi telah menetapkan Kabagreskrim Komjen Polisi Listiyo Sigit Prabowo sebagai Calon tunggal Kapolri pengganti Jenderal Polisi Idham Aziz. Dan hari ini (19/01/21), DPR RI akan melakukan fit and propertest atau uji kelayakan sebagai dasar untuk menerima atau menolak usulan dari Presiden Jokowi tersebut.

Namun hingga kini, masih saja pro kontra atas pencalonlan tunggal tersebut, banyak pihak mempertanyakan alasan mendasar apa yang membuat keputusan Bapak Presiden Jokowi tersebut, selain membuatnya tanpa tandingan juga masih muda sekali, hingga seakan ‘melangkahi’ para senior-seniornya, pro kontra ini baik dilahirkan secara formal maupun melalui cuitan – cuitan di dunia maya.

Sebagai aktifis Islam Solo, saya tergolong dekat dengan Pak Sigit –Komjen Listyo Sigit Prabowo, red- saya mengenalnya kala itu saat awal-awal beliau menjadi Kapolresta Kota Surakarta. Yang paling teringat, ketika itu ada penembakan tersangka teroris, beliau banyak membantu memberikan kemudahan kepada kami sehubungan dengan identifikasi jenazah oleh keluarga, termasuk juga membantu kami mereduksi semua gejolak yangbiasanya terjadi, saat itu tidak ada penolakan terhadap jenazah, sehingga jenazah bisa dimakamkan dengan proses cepat, dan lancar padahal di berbagai tempat –saat itu- banyak terjadi diberbagai tempat terjadi penolakan hingga membuat suasana daerah tidak kondusif.

Dari peristiwa tersebut, beliau konsisten menjalankan tugasnya dengan pola-pola serupa, Pendekatan persuasif seperti yang beliau jalankan itu sangat diperlukan untuk dan lebih dikedepankan oleh kepolisian kedepan guna semakin memperbaiki citra polisi sebagai pengayom dan pelindung masyarakat.

Sebagai anggota Majelis Syura DPP Partai Bulan Bintang saya mengerti betul perjalanan karier beliau hingga sekarang sebagai Kabagreskrim, kerana kita (saya dan Pak Sigit) hampir tidak pernah putus kontak, mulai dari Kapolresta, Kasubdit Bareskrim Polri, Direktur Reskrim, Ajudan Presiden, Kapolda hingga sekarang, “lurus dan tanpa kompromi” itu adalah ciri khas beliau selain totalitas dalam menjalankan tugas tanpa mengenal waktu, setidaknya itulah gambaran saya dalam mengenal beliau.

Pola – pola seperti inilah yang juga dijalankan oleh Pak Jokowi saat menjabat Walikota Surakarta hingga sekarang saat menjadi Presiden Republik Indonesia, maka saya menilai wajar apabila Bapak Jokowi menetapkannya sebagai calon tunggal Kapolri, karena Kapolri ini nantinya akan membantu tugas Presiden sehari – hari dalam kaitan dengan keamanan dan ketertiban masyarakat, kalau keduanya sudah memiliki kedekatan emosional maka ini akan menjadi nilai plus, dan masyarakatlah nantinya akan diuntungkan.

Pilihan Presiden Jokowi ini bagi Saya adalah realistis dan logis, maka pada hari ini tidak ada alasan bagi DPR RI untuk tidak menyetujui usulan dari Pemerintah untuk menempatkan Komisari Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) sebagai pengganti Jenderal Idham Aziz.

 

Oleh : Awod, S.H.
(Anggota Majelis Syura Partai Bulan Bintang)

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.