Prabowo Subianto Janjikan Menteri Keuangan Di Kabinetnya Nanti Bukan ‘Pencetak Utang’

detikislami.com – Jakarta – Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, beberapa waktu lalu membuat heboh dengan pernyataannya soal “Menteri Pencetak Utang”. Prabowo diketahui melayangkan kritik terhadap utang Indonesia yang jumlahnya mencapai ribuan triliun Rupiah.

Jelang Pilpres 2019 yang akan berlangsung pada bulan April mendatang, Prabowo kembali menyinggung soal pekerjaan menteri keuangan. Ia mengaku berjanji tidak akan membuat menteri keuangan di kabinetnya nanti sebagai “Menteri Pencetak Utang”.

“Di kabinet saya akan ada menteri perekonomian dan menteri keuangan yang sebenarnya, bukan menteri pencetak utang,” terang Prabowo pada saat hadir di Balai Pertemuan Regalle, Medan, pada Sabtu (23/2). “Kita tidak anti utang, asal utangnya masuk akal. Jangan dikira Prabowo itu enggak ngerti.”

Lebih lanjut, Prabowo tampak memberikan kritikan pedas kepada menteri bergelar ekonomi, namun tak memperbaiki keuangan negara. Prabowo juga menegaskan jika meski dirinya seorang tentara, ia belajar dan paham perkara ekonomi.

“Gue tentara tapi gue belajar juga ekonomi. Prabowo tentara ngomongnya apa? ekonomi. Prabowo tidak punya gelar ekonomi,” sambung Prabowo. “Eh, lo punya gelar ekonomi, tapi lo bikin ekonomi kita kacau, gue malu, sama lu punya gelar, tapi enggak bisa perbaiki ekonomi Indonesia.”

Sebelumnya, Prabowo dinilai menghina Menteri Keuangan Indonesia dengan pernyataannya soal “Menteri Pencetak Utang”. Perwakilan Kemenkeu mengaku merasa sakit hati soal pernyataan capres pasangan Sandiaga Uno tersebut.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani juga buka suara menanggapi pernyataan Prabowo tersebut. Ia balik mengkritik Prabowo melalui sebuah puisi ‘Kala Kamu Menuduh Aku Menteri Pencetak Utang’.

“Kala kamu menuduh aku Menteri Pencetak Utang, kami bekerja menyediakan subsidi jutaan sambungan listrik untuk rakyat. Untuk menerangi kehidupan, hingga pelosok,” tulis Sri Mulyani dalam puisinya. “Kami terus bekerja meringankan beban hidup 10 juta keluarga miskin. Menyediakan bantuan pangan 15 juta keluarga miskin. Menyekolahkan 20 Juta anak miskin untuk tetap dapat belajar menjadi pintar.”

sumber : wowkeren.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.