Rumah Tangga Nabi SAW

detikislami.com – Membangun rumah tangga itu bukan sekedar ada cinta, senang dan kebahagiaan. Berumah tangga adalah tanggung jawab, kepekaan dan kebijaksanaan menghadapi realita. Realita kehidupan itu bukan hanya ada kesenangan namun juga kesedihan, duka dan terkadang tangis air mata.

Rumah tangga _sakinah, mawaddah_ dan _rahmah_ hanya bisa terwujud apabila kita mengikuti syariahNYA dan mengikuti tauladan terbaik yang diajarkan oleh Nabi SAW. Adalah kewajiban bagi kita menapaki bagaimana rumah tangga Nabi SAW yang dihiasi dengan akhlak yang penuh kemuliaan

‏خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لأََهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لأََهْلِي

Sebaik-baik diantara kamu adalah yang terbaik kepada keluarganya, dan aku adalah sebaik-baik diantara kamu terhadap keluargaku” (HR Tirmidzi)

Nabi SAW adalah sosok penyayang dan sangat ramah kepada siapa pun, terlebih bagi keluarganya. Hal ini diakui langsung oleh sahabat Anas bin Malik yg kesehariannya lebih banyak mendampingi beliau. Anas bin Malik berkata, “Aku belum pernah melihat seseorang yang lebih sayang kepada keluarga, selain Rasulullah”.

Tak ada satu hadis atau kisah pun yg kami temukan menceritakan bahwa Nabi SAW pernah memukul atau mengumpat istri-istri dan anak-anaknya. Ada pesan Nabi SAW kepada para suami agar tetap bersabar menghadapi sikap para wanita yg kurang disukai. Meski ada hal-hal yg tidak disukai dari gelagat atau sikap istri, hal itu tidak menjadi alasan bagi para suami untuk berlaku kasar.

لاَ يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِهَ مِنْهَا خُلُقًا رَضِيَ مِنْهَا آخَرَ

Janganlah seorang mukmin (suami) membenci seorang mukminah (istri). Jika ia tidak suka satu tabiat/perangainya maka (bisa jadi) ia ridho (senang) dgn tabiat/perangainya yang lain (HR. Muslim)

Imam aNawawi dalam kitab _Syarah Shahih Muslim_ menuliskan; hadits ini menunjukkan larangan (untuk membenci), yakni sepantasnya seorang suami tak membenci istrinya, karena bila ia mendapatkan pada istrinya satu perangai yg tidak ia sukai namun di sisi lain ia bisa dapatkan perangai yang disenanginya pada si istri. Misal, istrinya tidak baik perilakunya akan tetapi ia seorang yg beragama atau berparas cantik atau menjaga kehormatan diri atau bersikap lemah lembut dan halus padanya….”

Kunci utama berumah tangga itu adalah ibadah, insya Allah akan melahirkan ketulusan untuk berbenah, saling mengerti dan memuliakan satu dengan yg lainnya.

Allahu a’lamu bishowab.

Sumber : instagram Ust. Ipmawan M. Iqbal

Beliau adalah pengelola sekaligus pengampu:

*Progam Pendidikan AlQur’an Usia Dini (PPAUD) dan Kuttab Minal Mukhlashin*
*Qur’anic Home Education*
*Ma’had Tahfidz Insan Qur’ani*
*Ma’had Tahfidzul Qur’an Daarut Taqwa.*

https://www.instagram.com/tv/CG3Zo0MA7Dm/?igshid=n6sbjl8rbf5e

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.