Said Didu: Siapa Rajin Menjilat, Dia Akan Dapat Posisi

detikislami.com – Pemerintah diminta untuk senantiasa mengelolah negara dengan baik. Bukan melulu tentang kekuasaan semata.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), M. Said Didu saat jadi pembicara dikusi virtual Obrolan Bareng Bang Ruslan-RMOL dengan tema “Anies Semakin Manis, Pemerintah Pusat Cemburu?”, Selasa (3/11).

“Jangan semua demi politik, demi kekuasaan,” kata Said Didu, (3/11).

Dia tidak bisa membayangkan pada 20 hingga 30 tahun yang akan datang jika yang ditonjolkan dan dibangun adalah oligarki kekuasaan, di atasnya berdiri dinasti politik.

Kemudian, Said Didu menyinggung terkait berkurangnya minat anak-anak dikampungnya untuk melanjutkan sekolah. Menurutnya, hal tersebut disebabkan pekerjaan yang ada saat ini ini lebih diperuntukkan terhadap orang-orang yang memiliki kedekatan dengan oligarki kekuasaan dan bukan lagi butuh profesionalisme dan pendidikan.

“Coba bayangkan kalau orang tidak mau lagi sekolah, tidak mau jadi insinyur, tidak mau jadi dokter, karena semuanya harus dekat kekuasaan. Dan memaki-maki yang anti kekusaan, dipastikan akan mendapatkan pekerjaan, bukan karena kepintaran,” tuturnya.

“Inilah titik awal kehancuran generasi akan datang,” imbuhnya.

Lebih lanjut, mantan Sekretaris Kementerian BUMN ini ,mengatakan bahwa kehancuran sebuah bangsa dimulai saat penjilat dapat posisi dan jabatan, sementara orang pintar dipinggirkan.

“Cobalah berpikir anak cucu anda akan jadi apa ke depan, dengan sistem seperti ini. Siapa saja bisa menjadi komisaris BUMN, yang penting rajin memaki-maki orang, rajin memecah belah, jadi buzzer, tebal muka, dan mohon maaf rajin menjilat, dia akan dapat posisi,” pungkas Said Didu. [Al]

sumber : rmol

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.