Saling Sindir ala Capres Jokowi dan Prabowo Subianto

detikislami.com Jelang pencoblosan Pilpres 2019, 17 April 2019 suhu politik semakin memanas antara Capres Jokowi dan Prabowo Subianto. ‘Perang’ kata-kata antara Jokowi dan Prabowo seolah menjadi hal biasa terdengar di publik.

Dalam berbagai momen, keduanya saling sindir dan menyerang. Berikut ini saling sindir Jokowi dan Prabowo Subianto:

1. Isu Lahan

Dalam debat capres pada Minggu (17/2) lalu, Capres nomor 01 Joko Widodo ( Jokowi) mengungkap bahwa Prabowo Subianto memiliki ratusan hektare lahan yang berada di Kalimantan dan Aceh.

“Saya tahu Pak Prabowo punya lahan luas di Kalimantan Timur sebesar 220.000 hektare, dan 120.000 hektare di Aceh Tengah,” kata Jokowi.

Dalam debat itu sendiri Prabowo membenarkan jika memiliki ratusan hektare lahan di wilayah tersebut. Menurut Prabowo, lahan itu sebenarnya adalah milik negara, namun statusnya adalah hak guna usaha atau HGU. Dia mempersilakan jika negara mau mengambilnya.

“Itu benar, negara bisa ambil. Untuk negara saya rela daripada ke orang asing lebih baik saya kelola. Saya nasionalis dan patriot,” tegas Prabowo.

Sementara itu Jokowi Jokowi mengatakan, bakal menanti pemilik konsesi yang berkomitmen untuk mengembalikan tanahnya ke negara. “Jadi kalau ada konsesi besar yang ingin dikembalikan ke negara, saya tunggu. Saya tunggu, saya tunggu sekarang. Dan akan saya bagikan untuk rakyat kecil. Karena masih banyak rakyat yang membutuhkan,” kata Jokowi.

2. Soal Anggaran Negara Bocor

Prabowo Subianto menyinggung adanya kebocoran anggaran negara. Menurut Prabowo, tiap tahunnya telah terjadi kebocoran sebanyak 25 persen dari total anggaran pemerintah. Dia melihat, adanya kebocoran anggaran disebabkan penggelembungan dana di setiap proyek yang dikerjakan pemerintah. Misalnya seperti proyek jembatan.

“Harga 100 dia tulis 150 bayangkan. Jembatan harga Rp 100 M ditulis 150 dan ini terjadi terus menerus, saudara-saudara kita harus jujur dan objektif masalah ini sudah berjalan lama,” kata Prabowo.

Sementara Jokowi mempertanyakan data kebocoran anggaran sebesar Rp 500 triliun yang diungkapkan oleh Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. “Itu duit Rp 500 triliun, itu ada di mana, saya tanya itu hitungan dari mana, jangan membuat pernyataan-pernyataan yang membuat masyarakat jadi resah, iya ndak?” kata Jokowi.

Jokowi menuturkan semua fraksi di DPR juga sudah menyetujui laporan pertanggungjawaban dari anggaran yang telah digunakan pemerintah. Sehingga, seharusnya tidak ada lagi fraksi di parlemen termasuk fraksi Gerindra memprotes adanya kebocoran anggaran.

“Begitu juga realisasi pertanggungjawaban ada laporan sudah disetujui di DPR, jangan sampai sudah tanda tangan kemudian baru ngomong Rp 500 triliun bocor. Bocor, bocor, bocor, bocor, bocor. Bocor dari mana?” kata Jokowi.

3. Indonesia Punah

Dalam pidato politik yang disampaikan Prabowo dalam laman Facebook resmi Partai Gerindra beberapa waktu lalu, Prabowo memprediksi Indonesia bubar pada tahun 2030. Dia mengaku mendapatkan kajian tentang nasib Indonesia di 2030 yang diprediksi bakal bubar. Prabowo sendiri mendapat kajian tersebut dari sebuah buku yang dibuat oleh ahli intelijen.

“Saudara-saudara. Kita masih upacara, kita masih menyanyikan lagu kebangsaan, kita masih pakai lambang-lambang negara, gambar-gambar pendiri bangsa masih ada di sini, tetapi di negara lain mereka sudah bikin kajian-kajian, di mana Republik Indonesia sudah dinyatakan tidak ada lagi tahun 2030,” kata Prabowo.

Jokowi menyindir pernyataan lawan politiknya, yang mengatakan bahwa Indonesia akan punah. Dia meminta agar jangan menggiring masyarakat agar pesimis. “Bagaimana kita ini membangun sebuah negara besar seperti ini kalau mengiringi dan mengajak masyarakat dengan pesimisme-pesimisme seperti itu,” kata Jokowi.

4. Soal Propaganda Rusia

Jokowi ingin berpolitik yang sehat, terutama jelang Pilpres 2019. Menurutnya, banyaknya hoaks yang bertebaran di medsos karena adanya tim sukses (timses) yang melakukan propaganda ala politik Rusia atau propaganda Rusia. Propaganda itu disebut untuk menyebarkan fitnah dan hoaks kepada masyarakat.

“Problemnya adalah timses yang menyiapkan propaganda Rusia, yang setiap saat mengeluarkan semburan fitnah dan hoaks. Ini yang harus segera diluruskan,” ucap Jokowi.

“Memang teorinya seperti itu. Yang dipakai konsultan asing. Enggak mikir ini memecah belah rakyat atau tidak, enggak mikir mengganggu ketenangan rakyat atau tidak, membuat rakyat khawatir atau tidak, membuat rakyat takut. Enggak peduli,” sambung Jokowi.

Sementara itu Prabowo Subianto menjawab tudingan menggunakan propaganda asing dengan memanfaatkan konsultan asing. Hal ini dikatakan Prabowo dalam video yang diungguh Dahnil Anzar Simanjutkan melalui akun istagramnya @dahnil_anzar_simanjuntak.

Dalam video tersebut Prabowo membantah menggunakan konsultan asing. “Tapi enggak ada konsultan gimana? Bayarnya mahal, dan mereka enggak ngerti apa-apa tentang politik Indonesia, enggak ada itu,” kata Prabowo.

 

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.