Sebaik-baiknya Hari Di Dunia Adalah Jumat

detikislami.com – Sebaik-baiknya Hari Di Dunia Adalah Jumat Umat muslim sudah tidak lagi menganggap hari Jum’at sebagai hari besar dan mulia. Mereka telah menganggap hari Jum’at sama dengan hari yang lainnya, bahkan ada sebagian yang menganggap hari Jum’at merupakan hari yang sangat melelahkan.

Karena pada hari Jum’at sebagian orang yang bekerja harus menyelesaikan pekerjaan yang terkadang sudah menumpuk, sementara besoknya mereka sudah libur. Sehingga harus diburu-buru dalam menyelesaikannya.

Tapi ada juga yang bergembira dengan datangnya hari Jum’at. Namun kegembiraan tersebut bukan karena alasan yang berkaitan dengan ibadah, tetapi lebih karena hari Jum’at merupakan hari penghujung kerja atau biasa dikenal dengan sebutan akhir pekan sehingga dengan selesainya pekerjaan di hari jumat mereka bisa segera menikmati libur dari pekerjaan keesokan harinya.

Sungguh disayangkan hal itu terjadi pada umat muslim hari ini. Hal semestinya yang harus dilakukan oleh umat muslim adalah mengagungkan hari Jum’at dengan memperbanyak amal shalih dan menggiatkan diri untuk beribadah. Karena Allah dan Rasul-Nya telah melebihkan hari Jum’at dibandingkan hari-hari lainnya dengan beberapa keutamaan, diantaranya :

1. Hari Yang Mulia Disisi Allah SWT

Tidaklah hari Jum’at itu dianggap sebagai hari yang mulia disisi Allah Subhanahu Wa Ta’ala melainkan karena Allah pernah bersumpah dengan hari Jum’at, seperti dalam salah satu firman-Nya,

“Dan demi hari yang dijanjikan. Dan demi yang menyaksikan dan yang disaksikan.” (QS. Al Buruuj : 2-3)

Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata, ‘Al Yaumul Mau’ud (hari yang dijanjikan) adalah hari Kiamat, Asy Syahid (yang menyaksikan) adalah hari Jum’at dan Al Masyhud (yang disaksikan) adalah hari Arafah.’ (HR. Ibnu Jarir 30/82, Al Hakim 2/519 dan Al Baihaqi 3/170)

2. Peristiwa Besar Terjadi Pada Hari Jum’at

Allah telah menetapkan beberapa persitiwa besar terjadi pada hari Jum’at, baik yang telah berlalu maupun yang akan datang. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi  bersabda :

“Hari yang paling utama adalah hari Jum’at, pada hari itu Nabi Adam diciptakan, dimasukkan ke surga, dikeluarkan dari surga, diterima taubatnya dan wafat, pada hari ini terjadi Kiamat, pada hari ini tidak ada satupun binatang melata yang ada di muka bumi kecuali mereka terdiam sampai terbit matahari karena takut datangnya Kiamat, kecuali para manusia. Pada hari ini pula terdapat satu waktu yang apabila seorang mukmin shalat berdoa kepada Allah niscaya Allah mengabulkan doanya.” (HR. Muslim no. 854)

3. Hari Jum’at Merupakan Hari Raya Bagi Umat Muslim

Selain hari Raya ‘Iedul Fitri dan ‘Iedul Adha, hari Jum’at juga merupakan hari raya bagi umat muslim, seperti dalam penjelasan hadits dari Anas radhiallahu ‘anhu, Rasulullah  bersabda,

“Jibril datang kepadaku menyerupai sebuah cermin putih yang ada padanya titik hitam, akupun berkata, ‘Wahai Jibril, apakah ini?’ Jibril menjawab, ‘Ini adalah hari Jum’at, Allah telah menjadikannya sebagai hari raya untukmu dan umatmu’.” (HR. Abu Ya’la dan yang lainnya, Hadits Hasan)

4. Hari Jum’at Merupakan Hari Disempurnakannya Agama Islam

Dari Thariq bin Syihab, ia berkata, “seorang yahudi datang kepada Umar bin Kathab lalu berkata, ‘Wahai Amirul Mu’minin, ada satu ayat dalam kitab kalian dan kalian membacanya. Apabila ayat tersebut turun kepada kami umat yahudi niscaya akan kami jadikan waktu turunnya sebagai hari raya.’ Umar bertanya, ‘Ayat yang manakah itu?’ Orang yahudi itu menjawab, ‘yaitu firman Allah, ‘Hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Kucukupkan nikmat-Ku kepadamu, dan Aku telah ridha Islam sebagai agamamu.’ (QS. Al Ma’idah : 3)

Umar berkata, ‘Kami tahu hari dan tempat dimana ayat itu turun kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam, yaitu ketika beliau khutbah di padang Arafah pada hari Jum’at’.” (HR. Bukhari no. 45, Muslim no. 3017, At Tirmidzi no. 3043 dan An Nasa’i 8/114)

Disebutkan dalam hadits tersebut bahwa wahyu terakhir yang diturunkan kepada baginda Nabi  yang menyatakan telah sempurnanya agama Islam terjadi pada hari Jum’at. Peristiwa tersebut terjadi ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam berkhutbah di padang Arafah ketika menunaikan haji Wada’ (perpisahan) dengan para sahabatnya.

Sudah selayaknya umat muslim untuk kembali kepada ajaran Islam yang murni yang sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam dengan memuliakan dan mengagungkan hari Jum’at.

Wallahu Ta’ala ‘Alam. [al]

 

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.